Masih Didukung Suporter MU, Carrick: Perasaan Ini Campur Aduk
Manchester United - Mantai kapten Manchester United, Michael Carrick, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk saat masih didukung oleh para suporter klub meskipun sudah tidak lagi bermain di Old Trafford. Pemain berusia 32 tahun ini mengakui bahwa dukungan dari suporter setia The Red Devils membuatnya terharu dan bersyukur sekaligus sedih karena harus meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya.
Dalam wawancara eksklusif, Carrick mengungkapkan bahwa ia masih merasakan cinta dan dukungan dari suporter Manchester United meskipun sudah hengkang dari klub pada 2018. "Perasaan ini sangat campur aduk. Di satu sisi, saya sangat bersyukur masih dicintai dan didukung oleh para suporter. Di sisi lain, saya sedih karena tidak lagi bisa bermain di depan mereka setiap akhir pekan," ujar Carrick.
Karir Bersama Manchester United
Carrick bergabung dengan Manchester United dari Tottenham Hotspur pada tahun 2006 dengan biaya transfer yang tidak diungkapkan. Selama 12 tahun membela Setan Merah, ia menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah, membantu klub meraih lima gelar Premier League, satu Piala FA, dua Piala Liga, dan satu Liga Champions.
Sebagai kapten tim selama beberapa musim, Carrick dikenal sebagai pemain yang memiliki kemampuan membaca permainan yang luar biasa dan visi passing yang tajam. Ia menjadi tulang punggung lini tengah Manchester United di era Sir Alex Ferguson dan manajer-manajer berikutnya.
Dukungan Suporter yang Tak Henti
Meskipun telah hengkang dari Manchester United pada 2018 untuk bergabung dengan Derby County sebagai pemain-manajer, dukungan dari suporter ternyata tidak pernah berhenti. Carrick mengungkapkan bahwa ia masih sering menerima pesan dan dukungan dari para suporter.
"Saya masih terus menerima pesan dari para suporter. Mereka selalu mengirimkan ucapan terima kasih dan dukungan. Itu membuat saya terharu dan mengingat semua kenangan indah di Old Trafford," tambahnya.
Carrick juga mengungkapkan bahwa ia masih sering menonton pertandingan Manchester United dan selalu mendoakan kesuksesan klub. "Manchester United tetap menjadi bagian dari hidup saya. Saya selalu mendoakan mereka sukses, meskipun tidak lagi bermain di sana."
Peran Baru di Dunia Sepak Bola
Setelah pensiun sebagai pemain, Carrick kembali ke Manchester United pada 2021 untuk bergabung dengan staf pelatih di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Ia menjadi asisten pelatih sebelum diangkat sebagai asisten manajer sementara setelah pemecatan Solskjaer pada November 2021.
Peran Carrick sebagai manajer sementara sangat diapresiasi oleh para suporter, yang melihatnya sebagai sosok yang menghormati warisan Sir Alex Ferguson. Meskipun hanya menangani satu pertandingan sebagai manajer sementara (kemenangan 3-2 atas Arsenal), ia berhasil membangun kembali kepercayaan di dalam tim.
Kenangan Indah di Old Trafford
Carrick mengungkapkan bahwa ia memiliki banyak kenangan indah di Old Trafford, mulai dari gol pertamanya hingga kemenangan di Liga Champions 2008. Namun, yang paling ia ingat adalah momen-momen di mana para suporter mendukung tim di saat-saat sulit.
"Kami pernah mengalami masa sulit, tetapi para suporter selalu mendukung kami. Itu adalah hal yang membuat Manchester United istimewa. Mereka tidak akan pernah meninggalkan klub, tidak peduli seberapa buruk kondisinya," ujarnya.
Dengan nada haru, Carrick menambahkan bahwa ia berterima kasih telah menjadi bagian dari sejarah besar Manchester United. "Saya beruntung bisa menjadi bagian dari klub ini. Membawa pulang trofi dan melihat para suporter merayakannya adalah pengalaman yang tak terlupakan."
Sampai hari ini, Carrick tetap dihormati oleh para suporter Manchester United sebagai salah satu legenda klub. Ia membuktikan bahwa dedikasi dan loyalitas kepada klub tidak akan pernah dilupakan oleh para suporter, yang akan terus mendukung mantan pemain mereka meskipun sudah tidak lagi bermain di Old Trafford.
Komentar (0)