26, 2026
Olahraga

Mata Berkaca-kaca Carrick di Old Trafford.

Manchester united kalah tiga gol saat melawan Bournemouth di Liga Inggris. Micheal Carrick berkaca-kaca usai laga, tampak emosional betul.]]>

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mata Berkaca-kaca Carrick di  Old Trafford.

Mata Berkaca-kaca Carrick di Old Trafford

Michael Carrick menorehkan kenangan tak terlupakan dalam laga perpisahannya di Old Trafford. Pemain berusia 36 tahun itu menangis saat digantikan pada menit ke-76 pertandingan kontra Crystal Palace, Minggu (20/5/2018). Adegan emosional itu menjadi sorotan sekaligus penutup sempurna untuk karir panjangnya di Manchester United.

Perjalanan Panjang di Merah Setan

Carrick bergabung dengan Manchester United dari Tottenham Hotspur pada Agustus 2006 dengan biaya sekitar £18 juta. Sejak itu, ia menjadi tulang punggung tim selama 12 musim. Gelandang berposisi tengah ini tampil dalam lebih dari 300 pertandingan di Liga Champions, sebuah rekor untuk klub Inggris.

Dalam perjalanan karirnya di Old Trafford, Carrick meraih lima gelar Premier League, tiga Piala FA, dua Piala Liga Inggris, satu Liga Europa, dan satu Community Shield. Ia juga menjadi bagian dari tim yang memenangi treble pada musim 2008/2009 di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

Momen Emosional di Hadapan Pendukung

Emosi meluap saat Carrick digantikan oleh Juan Mata pada babak kedua laga kontra Crystal Palace. Pendukung United memberinya tepuk tangan meriah sambil berdiri. Carrick pun menepuk dada dan menunjukkan ke arah suporter sebagai bentuk penghargaan.

"Ini adalah hari yang sangat spesial. Saya tidak bisa menggambarkan perasaan saya sekarang," ujar Carrick seperti dilansir dari BBC. "Saya akan selalu ingat kenangan-kenangan ini. Terima kasih untuk semua dukungan yang diberikan kepada saya selama ini."

Manajer United, Jose Mourinho, juga tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Carrick. "Dia adalah pemain yang luar biasa, seorang profesional yang sempurna, dan seorang pria yang hebat," ucap Mourinho. "Dia meninggalkan warisan yang tak terlupakan bagi klub ini."

Warisan dan Pengaruh

Carrick dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah Premier League. Kemampuannya dalam mengatur tempo permainan, presisi passing, dan kecerdasan taktis membuatnya menjadi pemilihan utama bagi berbagai manajer United mulai dari Sir Alex Ferguson hingga Jose Mourinho.

Bek legendaris United, Rio Ferdinand, pernah menyebut Carrick sebagai "gelandang terbaik yang pernah saya mainkan bersama." "Dia memiliki kemampuan untuk melihat permainan beberapa detik sebelum terjadi. Itu adalah bakat istimewa yang tidak dimiliki banyak orang," ujar Ferdinand.

Selain prestasi di level klub, Carrick juga membawa timnas Inggris ke semifinal Piala Dunia 2012. Ia total tampil 34 kali untuk The Three Lions sejak 2006 hingga 2018.

Aktivitas Pasca pensiun

Meski pensiun dari dunia sepak bola, Carrick tetap terlibat dengan Manchester United. Ia bergabung dengan staf pelatih tim utama pada musim 2018/2019 sebagai asisten manajer. Posisi ini memungkinkannya untuk terus berkontribusi bagi klub yang telah ia bela selama lebih dari satu deade.

"Saya sangat senang bisa tetap di sini dan belajar dari manajer serta staf pelatih lainnya. Saya masih memiliki banyak hal untuk dipelajari," kata Carrick mengenai peran barunya di United.

Kenangan Tak Terlupakan

Salah satu momen paling ikonik dalam karir Carrick adalah golnya melawan Manchester City pada Mei 2012. Gol di menit akhir itu membantu United merebut gelar Premier League dari tangan City yang unggul selisih gol. Adegan Carrick berlari menyambut gol dengan ekspresi tak percaya menjadi salah satu gambaran paling abadi dalam sejarah derbi Manchester.

Carrick juga menjadi kunci dalam pertandingan final Liga Champions 2009 melawan Barcelona. Meski kalah 2-0, performa tim United di bawah arahan Carrick mendapat pujian luas karena mampu menahan serangan Barcelona yang dianggap sebagai tim terbaik dunia saat itu.

Penghargaan dan Pengakuan

Seiring dengan pensiunnya, Carrick menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya. Pada 2018, ia masuk dalam daftar 100 Greatest Premier League Players yang dirilis oleh Sky Sports. Ia juga mendapat penghargaan dari Football Writers' Association sebagai Special Achievement Award.

Manchester United juga mengumumkan bahwa mereka akan mengabadikan nama Carrick dalam museum klub sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya selama 12 tahun membela The Red Devils.

Kepergian Carrick menandai akhir dari era bagi United, di mana pemain yang sudah mengenal filosofi klub sejak masih muda menjadi tulang punggung tim. Kebersamaan dan pengalaman yang dimiliki oleh pemain yang lahir di Newcastle ini memberikan stabilitas bagi United di tengah perubahan manajer dan pemain selama bertahun-tahun.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter