Menhub Dudy Minta Ramp Check Kendaraan Jelang Natal dan Tahun Baru
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta seluruh jajaran untuk melakukan ramp check kendaraan jelang perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Permintaan ini disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan operasi jelang Natal dan Tahun Baru yang digelar di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (23/11/2022).
"Kita harus pastikan semua kendaraan yang akan mengangkut penumpang barang, terutama bus dan truk, dalam kondisi prima dan aman," ujar Budi Karya Sumadi dalam rapat yang dihadiri pejabat Kementerian Perhubungan dan jajaran.
Target Penumpang Naik 15 Persen
Budi Karya menjelaskan, proyeksi penumpang pada arus mudik Natal dan Tahun Baru 2022/2023 diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Kita perkirakan ada sekitar 83,9 juta penumpang yang akan menggunakan berbagai moda transportasi selama periode 17 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023," ujarnya.
Dengan proyeksi penumpang yang meningkat, Budi Karya menegaskan pentingnya melakukan pengawasan ketat terhadap kendaraan angkutan umum. "Ramp check ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang. Tidak ada kompromisi dalam hal keselamatan," tegasnya.
Operasi Keselamatan Lalu Lintas
Untuk mendukung operasi ini, Kementerian Perhubungan akan menggelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas (Lalin) Natal dan Tahun Baru 2022/2023. Operasi ini akan berlangsung mulai 17 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023.
"Operasi ini akan melibatkan 10.435 personel dari berbagai instansi, termasuk Kepolisian RI, Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Dinas Perhubungan, dan jajaran Kementerian Perhubungan itu sendiri," jelas Budi Karya.
Selain ramp check, operasi juga akan mengawasi pelaksanaan aturan lalu lintas, termasuk penerapan sistem satu arah, pengaturan lalu lintas, dan penindakan terhadap pelanggaran yang dapat mengancam keselamatan.
Persiapan Infrastruktur
Budi Karya juga menyampaikan bahwa persiapan infrastruktur telah dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. "Kami telah mempersiapkan 3.100 rute angkutan umum, termasuk rute reguler, rute tambahan, dan rute penyambung," ujarnya.
Untuk melayani penumpang di jalur udara, pihaknya telah memastikan 15 bandara siap melayani arus penumpang. "Kita juga telah mempersiapkan 24 terminal bus di seluruh Indonesia untuk mengakomodasi penumpang mudik," tambahnya.
Peningkatan Layanan Informasi
Untuk memudahkan penumpang, Kementerian Perhubungan meningkatkan layanan informasi. "Kita akan meningkatkan layanan informasi melalui aplikasi myTrans, call center 122, dan media sosial. Semua informasi mengenai jadwal, harga tiket, dan kondisi jalur akan selalu diperbarui," jelas Budi Karya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan jika dalam kondisi tidak prima. "Mari kita saling membantu menjaga keselamatan di jalan raya. Jika merasa tidak nyaman atau kendaraan dalam kondisi bermasalah, lebih baik tidak digunakan," pesannya.
Protokol Kesehatan
Mengingat masih ada potensi penyebaran COVID-19, Budi Karya juga menegaskan pentingnya mematuhi protokol kesehatan. "Meskipun situasi sudah membaik, kita tetap harus waspada. Masker tetap wajib digunakan di dalam kendaraan umum dan di area terminal," ujarnya.
Untuk mendukung hal ini, pihaknya akan menyediakan stok masker di berbagai terminal dan stasiun. "Kita juga akan menyediakan titik cuci tangan dan mengoptimalkan ventilasi di dalam kendaraan umum," tambahnya.
Tinjauan Lapangan
Budi Karya menyatakan bahwa dirinya akan melakukan tinjauan langsung ke beberapa titik yang dianggap rawan macet dan berisiko kecelakaan jelang Natal dan Tahun Baru. "Saya akan memantau langsung kondisi di lapangan, mulai dari terminal, pelabuhan, hingga bandara," katanya.
Ia juga meminta para pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mensukseskan operasi ini. "Kesuksesan operasi Natal dan Tahun Baru tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan, tapi juga seluruh pihak yang terkait," pungkasnya.
Komentar (0)