28, 2026
Nasional

Menkomdigi Respons Ancaman Internet RI Diputus Singapura: Tak Perlu Geram

Menkomdigi Meutya Hafid merespons isu pemutusan internet RI oleh Singapura. Ia mengingatkan 80% konektivitas Singapura juga terancam lumpuh.]]>

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menkomdigi Respons Ancaman Internet RI Diputus Singapura: Tak Perlu Geram

Menkomdigi Respons Ancaman Internet RI Diputus Singapura: Tak Perlu Geram

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan respons terkait adanya ancaman pemutusan akses internet dari Singapura. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomdigi) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu geram atau panik terkait isu tersebut. Menurutnya, Indonesia telah memiliki persiapan yang matang jika benar-benar terjadi pemutusan akses internet dari negara tetangga tersebut.

Dalam konferensi pers yang digunakan di Jakarta beberapa waktu lalu, Budi Arie menjelaskan bahwa infrastruktur digital Indonesia telah dibangun dengan sangat robust dan mampu berdiri sendiri tanpa bergantung pada akses dari luar negeri. "Kami sudah memiliki jaringan komunikasi yang sangat kuat dan berbagai jalur akses alternatif. Jadi jika ada upaya pemutusan, sistem kami tetap akan berjalan dengan lancar," ujarnya.

Infrastruktur Digital yang Tangguh

Budi Arie menyoroti bahwa pemerintah telah menginvestasikan secara signifikan dalam pengembangan infrastruktur digital di Indonesia. Termasuk pembangunan jaringan serat optik nasional yang telah mencapai hampir seluruh wilayah di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga memiliki beberapa jalur kabel laut yang terhubung dengan berbagai negara, bukan hanya dengan Singapura.

"Kami memiliki beberapa jalur kabel laut yang terhubung dengan negara-negara lain seperti Australia, Amerika Serikat, dan Jepang. Jadi jika ada masalah dengan salah satu jalur, sistem akan otomatis beralih ke jalur lain yang tersedia. Ini adalah bagian dari desain sistem yang kami bangun untuk memastikan kelangsungan layanan internet," tambahnya.

Kerja Sama Internasional

Meski menegaskan tidak perlu geram, Budi Arie tidak menutup kemungkinan adanya dialog bilateral dengan Singapura terkait isu tersebut. Menurutnya, kerja sama internasional dalam bidang digital sangat penting untuk menjaga stabilitas jaringan global.

"Kami tetap terbuka untuk berdialog dengan Singapura atau negara lain terkait isu ini. Namun pada intinya, kami sudah punya rencana cadangan yang matang. Ancaman pemutusan justru akan semakin menguatkan tekad kami untuk mengoptimalkan infrastruktur digital di tanah air," jelasnya.

Respon dari Pihak Singapura

Sementara itu, pihak Singapura juga telah memberikan klarifikasi terkait adanya isu ancaman pemutusan akses internet. Menteri Komunikasi dan Informatika Singapura, S. Iswaran, menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk memutus akses internet ke Indonesia. Menurutnya, isu tersebut hanyalah spekulasi tanpa dasar.

"Kami tidak memiliki rencana untuk memutus akses internet ke atau dari Indonesia. Hubungan bilateral kami dalam bidang digital sangat erat dan saling menguntungkan. Kami percaya bahwa isu ini mungkin muncul dari salah tafsir atau disebarkan dengan tujuan tertentu," ujar Iswaran dalam pernyataan resminya.

Pandangan Ahli Teknologi

Ahli teknologi dari Universitas Indonesia, Dr. Ahmad Fauzi, menilai bahwa ancaman pemutusan akses internet antara negara-negara adalah hal yang jarang terjadi dalam konteks hubungan bilateral yang normal. Menurutnya, pemutusan akses internet biasanya terjadi dalam situasi konflik atau ketegangan politik yang sangat tinggi.

"Pemutusan akses internet antar negara yang memiliki hubungan baik seperti Indonesia dan Singapura sangat tidak mungkin terjadi. Namun, hal ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mengembankan infrastruktur digital yang independen dan resilient. Kita tidak boleh bergantung sepenuhnya pada satu jalur atau satu negara," papar Dr. Ahmad.

Persiapan Indonesia

Budi Arie menambahkan bahwa pemerintah juga telah mempersiapkan berbagai skenario jika terjadi gangguan layanan internet yang berskala besar. Termasuk penggunaan sistem alternatif seperti satelit komunikasi dan jaringan radio amatur yang dapat diaktifkan jika diperlukan.

"Kami juga bekerja sama dengan berbagai penyedia layanan internet di dalam negeri untuk memastikan mereka memiliki rencana kontinuitas bisnis yang solid. Jika ada gangguan, mereka harus siap dengan sistem cadangan untuk memastikan layanan tetap tersedia bagi pengguna," tegasnya.

Kesimpulan

Dengan demikian, ancaman pemutusan akses internet dari Singapura dinilai tidak perlu menimbulkan kecemasan berlebihan bagi Indonesia. Dengan infrastruktur digital yang telah dibangun secara matang dan berbagai rencana cadangan yang tersiap, Indonesia diyakini mampu menghadapi berbagai skenario gangguan jaringan yang mungkin terjadi. Pemerintah tetap terbuka untuk dialog namun pada saat yang sama menunjukkan kepercayaan diri atas kesiapan sistem yang dimiliki.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter