30, 2026
Politik

Menkomdigi Temui CEO Roblox di Silicon Valley, Minta Patuhi PP Tunas

Menkomdigi Meutya Hafid bertemu CEO Roblox David Baszucki. Pemerintah meminta perlindungan anak diperketat hingga mendorong kantor Roblox di Jakarta.]]>

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menkomdigi Temui CEO Roblox di Silicon Valley, Minta Patuhi PP Tunas

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menemui jajaran pimpinan eksekutif Roblox Corporation di kantor pusat perusahaan tersebut di Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Pertemuan itu membahas kepatuhan platform permainan dalam jaringan terhadap regulasi perlindungan anak yang berlaku di Indonesia, khususnya Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau yang dikenal sebagai PP Tunas.

Agenda Pertemuan dan Kehadiran Pihak Terkait

Dalam pertemuan tersebut, Meutya diterima langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Roblox David Baszucki bersama sejumlah petinggi perusahaan. Delegasi Indonesia juga melibatkan perwakilan dari kementerian yang menangani urusan perlindungan anak serta sejumlah pemangku kepentingan lain yang mendampingi kunjungan kerja itu. Forum ini menjadi salah satu rangkaian lawatan kementerian ke pusat industri teknologi Amerika Serikat.

Kunjungan itu bertujuan menyampaikan secara langsung konsekuensi dari kebijakan baru Indonesia yang menempatkan keselamatan anak sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan sistem elektronik. Roblox merupakan salah satu platform dengan basis pengguna anak-anak terbesar di dunia, dan Indonesia tercatat sebagai salah satu pasar yang signifikan bagi perusahaan itu. Karena itu, pembahasan mengenai mekanisme pengawasan orang tua, verifikasi usia, dan moderasi konten menjadi bagian penting dalam pertemuan tersebut.

Isi PP Tunas yang Diminta Dipatuhi

PP Tunas mengatur sejumlah kewajiban bagi penyelenggara sistem elektronik yang menyediakan layanan kepada anak. Regulasi itu mencakup kewajiban melakukan verifikasi usia pengguna, menyediakan fitur pengawasan orang tua, membatasi fitur-fitur tertentu berdasarkan kelompok umur, menerapkan mekanisme pelaporan konten yang cepat, serta menyusun kebijakan perlindungan anak yang transparan. Pemerintah menekankan bahwa platform digital tidak dapat lagi mengandalkan persetujuan umum pengguna tanpa membedakan usia dan tingkat kerentanan.

Kementerian meminta Roblox menyesuaikan operasionalnya di Indonesia agar sejalan dengan ketentuan tersebut. Penyesuaian itu meliputi aspek teknis maupun kebijakan internal perusahaan, termasuk penyediaan menu pengaturan yang mudah diakses orang tua, pembatasan interaksi antar-pengguna untuk akun anak, serta penguatan sistem deteksi konten yang berpotensi membahayakan. Pemerintah juga menyoroti pentingnya kerja sama dengan otoritas lokal dalam menangani laporan yang berkaitan dengan keamanan anak.

Respons Roblox dan Posisi Perusahaan

Pihak Roblox menyatakan komitmennya untuk mematuhi peraturan yang berlaku di setiap negara tempat layanannya beroperasi, termasuk Indonesia. Perusahaan mengklaim telah memiliki sejumlah fitur keselamatan, seperti pengaturan kontrol orang tua, pembatasan komunikasi untuk pengguna di bawah usia tertentu, dan sistem moderasi konten berbasis kecerdasan buatan. Namun, pemerintah menilai implementasi di lapangan masih perlu disesuaikan dengan konteks regulasi nasional.

Roblox juga memiliki pengalaman menghadapi tekanan regulasi di beberapa yurisdiksi lain. Beberapa negara telah meminta perusahaan memperketat verifikasi usia dan membatasi fitur komunikasi bagi anak-anak. Kondisi ini membuat diskusi dengan pemerintah Indonesia menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga kepatuhan lintas negara sekaligus mempertahankan pangsa pasar di kawasan Asia Tenggara.

H2. Dampak bagi Pengguna dan Industri

Bagi pengguna di Indonesia, penerapan PP Tunas berpotensi mengubah pengalaman bermain di platform seperti Roblox. Fitur obrolan, pertemanan, dan transaksi dalam aplikasi dapat dibatasi sesuai kelompok umur. Orang tua akan memperoleh kendali lebih besar atas aktivitas anak, sementara pengembang konten di dalam ekosistem Roblox perlu menyesuaikan diri dengan kebijakan baru.

Dari sisi industri, langkah pemerintah ini menegaskan arah kebijakan digital Indonesia yang semakin menempatkan perlindungan anak sebagai prasyarat, bukan pelengkap. Platform global yang gagal menyesuaikan diri berisiko menghadapi sanksi administratif, pembatasan akses, hingga pencabutan izin operasi. Sebaliknya, kepatuhan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah, termasuk dalam program literasi digital dan keamanan daring.

Langkah Lanjutan dan Pengawasan

Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan akan terus memantau implementasi komitmen Roblox melalui mekanisme evaluasi berkala. Pemerintah membuka ruang dialog lanjutan dengan perusahaan untuk memastikan penyesuaian teknis berjalan sesuai tenggat yang ditetapkan. Pengawasan juga akan melibatkan laporan masyarakat, organisasi perlindungan anak, dan hasil audit independen terhadap sistem moderasi platform.

Pertemuan di Silicon Valley itu menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak hanya mengandalkan regulasi domestik, tetapi juga melakukan pendekatan langsung kepada perusahaan induk platform digital global. Dengan cara itu, diharapkan kepatuhan terhadap PP Tunas tidak berhenti pada dokumen kebijakan, melainkan tercermin dalam fitur, kebijakan, dan praktik operasional sehari-hari yang melindungi anak Indonesia di ruang digital.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter