04, 2026
Internasional

Merinding, Potret Pria Berjalan di Atas Slackline Gedung Tinggi Seoul

Atlet Jaan Roose melakukan aksi slackline, Kamis (1/10/2026) waktu setempat di Seoul, Korea Selatan.]]>

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Merinding, Potret Pria Berjalan di Atas Slackline Gedung Tinggi Seoul

SEOUL — Sebuah potret seorang pria berjalan di atas tali keseimbangan atau slackline yang terbentang di antara dua gedung tinggi di Seoul, Korea Selatan, menjadi perhatian publik. Aksi tersebut menampilkan pemandangan menegangkan sekaligus memukau karena dilakukan di ketinggian ratusan meter di atas permukaan tanah, dengan latar belakang panorama kota yang padat.

Dalam rekaman dan foto yang beredar, seorang peslackline terlihat melangkah perlahan di atas tali tipis yang membentang di antara atap dua bangunan. Ia tidak menggunakan pengaman berupa tali penyelamat yang terlihat jelas, sehingga setiap gerakan tampak penuh risiko. Kaki-kakinya menapak hati-hati, sementara tubuh bagian atas sesekali menyesuaikan keseimbangan saat angin bertiup di ketinggian.

Pemandangan di bawahnya memperlihatkan jalan raya, kendaraan, dan bangunan-bangunan lain yang tampak kecil. Jarak antara kedua gedung cukup jauh, membuat tali yang digunakan tampak seperti garis tipis di antara garis langit kota. Aksi semacam ini dikenal sebagai highline, yaitu variasi slackline yang dilakukan di ketinggian dengan bentangan tali panjang di antara dua titik, umumnya gedung, menara, atau formasi bebatuan.

Highline dan Tantangan di Ruang Urban

Highline bukan sekadar atraksi visual. Aktivitas ini menuntut kombinasi konsentrasi, keseimbangan, kekuatan inti tubuh, serta pengendalian napas. Setiap getaran pada tali, embusan angin, dan perubahan titik berat tubuh harus diantisipasi secara cepat. Berbeda dengan berjalan di permukaan padat, peslackline harus membaca gerakan tali yang lentur dan terus berubah.

Seoul dengan lanskap perkotaan vertikalnya menjadi salah satu lokasi yang menarik bagi sebagian komunitas slackline. Gedung-gedung tinggi menawarkan ketinggian dan bentangan yang menantang, sekaligus menghadirkan latar visual khas kota modern. Namun, aktivitas di ruang urban seperti ini umumnya memerlukan izin dari pengelola gedung dan otoritas setempat, serta pertimbangan keselamatan yang ketat.

Di berbagai negara, highline di gedung atau menara sering dikategorikan sebagai kegiatan berisiko tinggi. Pelakunya biasanya berpengalaman, menggunakan perlengkapan khusus, dan melakukan pengecekan berlapis sebelum memulai aksi. Aspek keselamatan menjadi perhatian utama karena kesalahan kecil dapat berakibat fatal.

Respons Publik dan Aspek Keselamatan

Foto dan video aksi tersebut memicu beragam reaksi. Sebagian warganet mengaku merinding dan mengagumi keberanian serta ketenangan peslackline. Sebagian lain menyoroti aspek keselamatan, terutama jika aksi dilakukan tanpa pengaman atau tanpa izin resmi. Perdebatan semacam ini kerap muncul setiap kali aksi highline di ruang publik menjadi viral.

Dari sisi hukum dan tata kota, kegiatan di atas gedung biasanya terikat pada aturan izin, keselamatan kerja, dan ketertiban umum. Pengelola gedung memiliki kewenangan untuk mengizinkan atau melarang akses ke atap. Jika aksi dilakukan tanpa izin, pelaku berpotensi menghadapi sanksi administratif maupun pidana sesuai peraturan yang berlaku di Korea Selatan.

Meski demikian, tidak semua aksi highline dilakukan secara ilegal. Sejumlah komunitas bekerja sama dengan pemilik gedung dan otoritas untuk menggelar kegiatan yang memenuhi standar keselamatan. Mereka biasanya menyiapkan rencana darurat, memeriksa kondisi tali dan jangkar, serta memantau cuaca sebelum memulai.

Daya Tarik Visual dan Makna Simbolis

Secara visual, highline di gedung tinggi menghadirkan kontras antara tubuh manusia yang kecil dan struktur kota yang besar. Tali yang tipis di antara dua menara menjadi semacam garis penghubung di tengah ruang kosong. Bagi sebagian orang, aksi ini melambangkan keberanian, fokus, dan kemampuan mengendalikan rasa takut.

Bagi sebagian lainnya, pemandangan itu menjadi pengingat akan batas antara keberanian dan kecerobohan. Highline memang memiliki daya tarik tersendiri, tetapi risiko yang menyertainya tidak bisa diabaikan. Karena itu, pesan keselamatan sering ditekankan dalam setiap diskusi mengenai aktivitas ini.

Seoul sendiri dikenal sebagai kota yang dinamis dengan arsitektur modern dan ruang publik yang aktif. Aksi seperti ini menambah warna pada narasi kota, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang bagaimana ruang vertikal perkotaan digunakan, siapa yang boleh mengaksesnya, dan dengan aturan apa.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai identitas peslackline, lokasi pasti, maupun status izin kegiatan tersebut. Sejumlah pihak menyarankan agar publik tidak meniru aksi serupa tanpa pelatihan, perlengkapan, dan izin yang memadai. Aksi di ketinggian tetap merupakan kegiatan berisiko tinggi yang membutuhkan persiapan matang.

Terlepas dari pro dan kontra, potret pria berjalan di atas slackline di gedung tinggi Seoul telah menarik perhatian luas. Gambar itu menampilkan keberanian, ketenangan, dan ketegangan dalam satu bingkai, sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap aksi spektakuler selalu ada risiko yang harus dikelola dengan serius.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter