01, 2026
Politik

Modal Suyudi Jadi Kapolri, Sejumlah Survei Kepuasan Masyarakat ke Polri Jadi Sorotan: Harus Jadi Bahan Evaluasi

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/01/6abdc587c56a7-komjen-pol-suyudi-ario-seto-dalam-uji-kelayakan-calon-kapolri-di-komisi-iii-dpr-ri_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Modal Suyudi Jadi Kapolri, Survei Kepuasan Masyarakat ke Polri Jadi Sorotan

Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto kembali mencuat dalam bursa calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Namun, pencalonan Suyudi tidak lepas dari sorotan publik, terutama terkait dengan sejumlah hasil survei kepuasan masyarakat terhadap institusi Polri yang dianggap perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi calon pemimpin Korps Bhayangkara ke depan.

Sejumlah lembaga survei independen dalam beberapa waktu terakhir merilis hasil pengukuran tingkat kepuasan dan kepercayaan publik terhadap Polri. Hasilnya bervariasi, namun secara umum menunjukkan adanya dinamika fluktuatif. Beberapa survei menempatkan tingkat kepuasan masyarakat pada angka yang cukup tinggi, sementara survei lain mencatat adanya penurunan kepercayaan pada aspek-aspek tertentu, seperti penegakan hukum, penanganan kasus besar, hingga perilaku oknum anggota di lapangan.

Prestasi dan Rekam Jejak Suyudi

Suyudi Ario Seto dikenal sebagai perwira tinggi Polri dengan rekam jejak panjang di bidang reserse dan intelijen. Sebelum menjabat sebagai Wakil Kepala BIN, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri dan Kapolda di beberapa wilayah. Pengalamannya dalam menangani kasus-kasus besar, termasuk kejahatan lintas negara dan terorisme, menjadi salah satu modal utama yang dianggap relevan untuk memimpin Polri.

Dalam berbagai kesempatan, Suyudi menekankan pentingnya pendekatan presisi dalam penegakan hukum, serta penguatan sumber daya manusia dan pengawasan internal. Ia juga kerap menyoroti perlunya Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan publik yang responsif terhadap keluhan warga.

Survei Kepuasan Sebagai Cermin Kinerja

Hasil survei kepuasan masyarakat terhadap Polri menjadi cermin sekaligus tantangan. Tingginya angka kepuasan pada beberapa aspek, seperti pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan penanganan laporan masyarakat di tingkat kepolisian sektor, menunjukkan adanya perbaikan di lini terdepan. Namun, catatan negatif terkait penanganan kasus yang melibatkan anggota, praktik pungutan liar, serta lambatnya respons dalam situasi darurat masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Pengamat kepolisian menilai bahwa calon Kapolri ke depan, termasuk Suyudi, harus menjadikan data survei sebagai dasar perencanaan kebijakan, bukan sekadar angka yang dipublikasikan. Evaluasi terhadap hasil survei perlu diterjemahkan menjadi langkah nyata, seperti reformasi pengawasan internal, penguatan Divisi Propam, serta transparansi dalam proses hukum terhadap anggota yang melanggar aturan.

Tantangan Kepercayaan Publik

Membangun kembali kepercayaan publik bukan pekerjaan mudah. Polri menghadapi tantangan besar di era keterbukaan informasi, di mana setiap tindakan anggota dapat dengan cepat tersebar dan menjadi sorotan. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi publik dan ketegasan dalam menindak pelanggaran menjadi indikator penting yang akan dinilai masyarakat terhadap calon Kapolri yang baru.

Sejumlah elemen masyarakat berharap Kapolri terpilih nanti mampu membawa perubahan budaya organisasi yang lebih humanis, profesional, dan akuntabel. Harapan tersebut sejalan dengan tuntutan reformasi Polri yang telah lama bergulir, namun masih menghadapi berbagai hambatan struktural dan kultural.

Proses Seleksi di DPR

Sesuai mekanisme, calon Kapolri diajukan oleh Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Dalam forum tersebut, para calon biasanya dimintai visi, misi, serta strategi menghadapi berbagai persoalan di tubuh Polri, termasuk menjawab hasil survei kepuasan masyarakat.

Uji kelayakan menjadi momen krusial bagi Suyudi atau kandidat lain untuk memaparkan komitmen mereka terhadap reformasi institusi. Anggota Komisi III DPR diperkirakan akan menyoroti isu-isu sensitif, mulai dari penanganan kasus korupsi besar, netralitas Polri dalam dunia politik, hingga upaya menekan angka pelanggaran oleh anggota.

Evaluasi Menyeluruh

Terlepas siapa yang akhirnya menjabat sebagai Kapolri, hasil survei kepuasan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi Polri. Data tersebut bukan hanya mencerminkan citra institusi, tetapi juga kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Jika kepercayaan publik rendah, maka legitimasi Polri sebagai penegak hukum dan pelindung masyarakat akan turut terpengaruh.

Dengan segala pengalaman dan kapasitasnya, Suyudi memiliki modal besar untuk memimpin Polri. Namun, modal tersebut baru akan bermakna jika mampu menjawab harapan masyarakat melalui langkah konkret: penguatan integritas, perbaikan pelayanan, dan penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu. Publik akan menilai bukan dari janji, melainkan dari tindakan nyata setelah mandat itu diemban.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter