10, 2026
Ekonomi

Momen MotoGP Mandalika Dijadikan Pertamina Buat Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/10/6ac9d1f5bc8f6-corporate-secretary-pertamina-arya-dwi-paramita-meninjau-bank-sampah-putri-nyale-di-desa-kuta-lombok_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Momen MotoGP Mandalika Dijadikan Pertamina untuk Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

PT Pertamina (Persero) memanfaatkan momentum penyelenggaraan MotoGP Mandalika untuk mendorong program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di sekitar sirkuit Mandalika, Lombok. Perusahaan BUMN minyak dan gas tersebut melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) turut serta dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung pemerintah daerah dalam mengatasi masalah sampah khususnya di kawasan wisata Mandalika. "MotoGP Mandalika menjadi ajang internasional yang menaruh perhatian dunia pada Indonesia, khususnya Lombok. Kita ingin memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan bahwa Indonesia juga peduli terhadap lingkungan," ujarnya saat meninjau Bank Sampah Putri Nyale di Desa Kuta Lombok.

Program Bank Sampah sebagai Solusi Lokal

Salah satu program unggulan yang dijalankan Pertamina adalah penguatan Bank Sampah Putri Nyale. Bank sampah ini menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang melibatkan langsung warga sekitar. Pendekatan ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat dari menganggap sampah sebagai masalah menjadi sumber pendapatan tambahan.

Bank Sampah Putri Nyale berdiri sejak tahun 2019 dan telah berhasil mengubah pola pengelolaan sampah di Desa Kuta Lombok. Masyarakat didorong untuk mengumpulkan sampah organik dan anorganik yang kemudian diolah menjadi produk bernilai ekonomis. "Sampah yang biasanya menjadi masalah kini menjadi sumber inspirasi dan mata pencaharian baru bagi masyarakat," kata Ketua Bank Sampah Putri Nyale, Siti Aminah.

Pertamina memberikan dukungan berupa pendanaan, pelatihan, serta peralatan pengolahan sampah. Perusahaan juga membantu dalam pemasaran produk hasil olahan sampah sehingga nilai ekonominya dapat maksimal. "Kami tidak hanya memberikan dana, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan dan jaringan pasar," tambah Arya Dwi Paramita.

Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal

Program ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar kawasan Mandalika. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, program ini juga turut serta menjaga kebersihan lingkungan. Menurut data dari Bank Sampah Putri Nyale, rata-rata pendapatan anggota bank sampah meningkat hingga 30% sejak program ini diperkuat oleh Pertamina.

"Sebelumnya, kami hanya bisa menjual sampah dengan harga murah. Sekarang, dengan bantuan Pertamina, kami dapat mengolah sampah menjadi berbagai produk seperti kompos, kerajinan tangan, dan bahkan pupuk organik yang berkualitas," ujar salah satu anggota bank sampah, Ahmad, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

Tidak hanya itu, program ini juga memberikan dampak lingkungan yang signifikan. Volume sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) berkurang drastis sejak program bank sampah berjalan. "Sekarang, sampah plastik yang biasanya mengotori pantai dan sungai dapat dikumpulkan dan diolah menjadi produk berguna," tambah Siti Aminah.

Jejak Lingkungan MotoGP Mandalika

MotoGP Mandalika yang diselenggarakan pada Maret lalu menjadi ajang Pertamina untuk menunjukkan komitmen dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Selain program bank sampah, Pertamina juga mendukung program daur ulang helm bekas yang menjadi ciri khas acara balap motor tersebut.

Pertamina bekerja sama dengan pihak penyelenggara MotoGP untuk mengumpulkan helm bekas yang digunakan oleh pembalap dan penggemar. Helm tersebut kemudian didaur ulang menjadi berbagai produk seperti tas, dompet, dan aksesoris lainnya. "Program ini tidak hanya mengurangi limbah helm, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dari barang yang sudah tidak terpakai," jelas Arya.

Program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang digelarkan Pertamina di Mandalika diharapkan dapat menjadi model yang bisa dikembangkan di daerah lain. Dengan dukungan teknologi dan pendekatan yang tepat, pengelolaan sampah bukan lagi menjadi beban, melainkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup NTB, I Made Sudana, mengapresiasi langkah Pertamina dalam mendukung program pengelolaan sampah di Mandalika. "Program ini sangat relevan dengan visi pemerintah daerah dalam menciptakan NTB yang bersih dan sehat. Kita butuh lebih banyak mitra seperti Pertamina untuk mewujudkan visi ini," ujarnya.

Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung program pengelolaan sampah di Mandalika bahkan setelah acara MotoGP berakhir. Perusahaan berencana untuk memperluas jangkauan program ke lebih banyak desa di sekitar kawasan wisata Mandalika serta meningkatkan kapasitas produksi produk olahan sampah agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter