30, 2026
Olahraga

NasDem Setuju Usulan Pileg Digelar Lebih Dulu: Sempat Dikaji di Internal

Kapoksi NasDem Komisi II DPR Ujang Bey menanggapi usulan Golkar agar pileg digelar lebih dulu sebagai tiket pilpres. Semua opsi pemilu masih bisa dibahas.]]>

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

NasDem Setuju Usulan Pileg Digelar Lebih Dulu: Sempat Dikaji di Internal

NasDem Setuju Usulan Pileg Digelar Lebih Dulu: Sempat Dikaji di Internal

Partai NasDem menyatakan sikap setuju terhadap usulan agar pemilihan legislatif (Pileg) digelar lebih dahulu dibandingkan pemilihan presiden (Pilpres). Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, mengungkapkan bahwa usulan tersebut sebelumnya telah dikaji secara mendalam di internal partainya sebelum akhirnya diadopsi sebagai sikap resmi.

Menurut Hermawi, wacana pemisahan jadwal Pileg dan Pilpres bukanlah hal baru bagi NasDem. Partai yang didirikan oleh Surya Paloh itu telah lama mendiskusikan kemungkinan penataan ulang tahapan pemilu, dengan pertimbangan utama pada kualitas demokrasi dan efektivitas penyelenggaraan pemilu itu sendiri.

Alasan NasDem Mendukung Pileg Digelar Lebih Dulu

Hermawi menjelaskan sejumlah pertimbangan yang mendasari sikap partainya. Pertama, pengalaman pelaksanaan pemilu serentak pada 2019 dan 2024 dinilai menunjukkan beban penyelenggaraan yang sangat berat. Pemilu serentak lima kotak suara—Pileg DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, ditambah Pilpres dan Pilkada yang digelar di tahun yang sama—menimbulkan kompleksitas logistik dan risiko tinggi bagi penyelenggara.

Kedua, NasDem menilai pemisahan jadwal memungkinkan proses kaderisasi partai berjalan lebih optimal. Dengan Pileg digelar lebih dahulu, partai politik memiliki ruang lebih luas untuk menyiapkan kader terbaiknya tanpa harus terganggu oleh dinamika koalisi presidensial yang biasanya mendominasi perhatian publik.

Ketiga, menurut Hermawi, pemisahan tahapan juga berpotensi meningkatkan kualitas kontestasi. Pileg yang digelar lebih dulu akan mendorong partai-partai menyusun platform kebijakan yang lebih substantif, sementara Pilpres yang digelar setelahnya tetap menjadi panggung utama pergulatan gagasan kebangsaan.

Respons Terhadap Kritik dan Pro-Kontra

Usulan ini, seperti halnya wacana perubahan sistem pemilu lainnya, tidak lepas dari pro-kontra. Sejumlah kalangan menilai pemisahan jadwal berpotensi menambah beban anggaran negara dan memperpanjang periode kampanye. Ada pula yang mengkhawatirkan munculnya kelelahan politik di masyarakat jika pemilu digelar dalam dua tahap terpisah.

Menanggapi hal ini, Hermawi menegaskan bahwa NasDem memahami aspirasi yang berkembang. Namun ia menilai justru pemilu serentak yang terlalu padat yang selama ini menimbulkan kelelahan. Dengan pemisahan jadwal, kata dia, masyarakat dapat mencermati setiap kontestasi secara lebih fokus.

Ia juga menyoroti bahwa sejumlah negara demokrasi besar memisahkan jadwal pemilu legislatif dan eksekutif. Amerika Serikat, misalnya, menggelar pemilu legislatif pada November setiap dua tahun sekali, sementara pemilu presiden dilakukan setiap empat tahun. Menurut Hermawi, model semacam itu tidak serta-merta buruk bagi Indonesia, asalkan dirancang dengan cermat.

Posisi NasDem di Antara Sikap Partai Lain

Sikap NasDem ini tercatat sebagai salah satu yang paling terbuka di antara partai-partai besar. Sebagian partai masih menimbang usulan tersebut dengan hati-hati, sementara yang lain menolak karena alasan stabilitas penyelenggaraan pemilu serentak. Beberapa fraksi di DPR RI menilai perubahan jadwal perlu melalui revisi undang-undang yang tidak mudah dilakukan dalam waktu dekat.

NasDem memandang revisi UU Pemilu sebagai jalan yang logis jika memang terjadi kesepakatan politik. Partai berlogo lingkaran bergaris hijau itu menyebut siap menjadi bagian dari diskusi di DPR bersama Komisi II, pemerintah, dan penyelenggara pemilu.

Implikasi Terhadap Tahapan Pemilu

Jika usulan digelar Pileg lebih dahulu benar-benar diterapkan, implikasinya cukup luas. Tahapan pemilu berikutnya perlu dirancang ulang, mulai dari jadwal pendaftaran partai, verifikasi, penetapan daftar calon tetap, sampai dengan masa kampanye. KPU sebagai penyelenggara akan menghadapi konsekuensi anggaran dan logistik yang berbeda.

Selain itu, sistem konversi suara menjadi kursi dan ambang batas parlemen juga berpotensi menjadi bahan pembahasan baru. Partai-partai kecil kerap menilai sistem yang berlaku saat ini tidak sepenuhnya adil. Dengan Pileg terpisah, ruang untuk meninjau ulang aspek-aspek teknis pemilu terbuka lebih lebar tanpa harus dibayangi langsung oleh tekanan elektoral Pilpres.

Posisi dalam Konteks Koalisi Pemerintahan

Sebagai partai yang saat ini berada di koalisi pemerintahan, sikap NasDem tidak dapat dilepaskan dari konteks politik nasional. Usulan ini muncul di tengah pembahasan agenda legislasi dan evaluasi pelaksanaan pemilu serentak. Namun Hermawi menegaskan bahwa sikap NasDem tidak dimaksudkan untuk menguntungkan posisi tertentu dalam konstelasi kekuasaan.

"Ini murni pertimbangan penyelenggaraan pemilu yang lebih baik. NasDem sejak awal dalam kajian internal memang melihat pemisahan jadwal sebagai salah satu opsi yang layak diperdebatkan," ujarnya.

Ia menambahkan, partainya membuka diri terhadap berbagai masukan, termasuk dari kalangan akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan penyelenggara pemilu. NasDem berharap wacana ini dibahas secara terbuka dan rasional, tanpa dibawa ke ranah kepentingan jangka pendek.

Langkah Selanjutnya

Ke depan, NasDem berencana terus menyuarakan pandangan ini di forum-forum resmi. Hermawi menyebut partainya akan mengikuti perkembangan pembahasan di DPR dan mendukung kajian mendalam yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

Yang jelas, kata dia, usulan Pileg digelar lebih dulu bukan sekadar wacana sesaat. Bagi NasDem, ini merupakan hasil kajian internal yang telah melalui pertimbangan panjang dan matang. Partai pun siap menjelaskan alasan dan dampaknya secara terbuka kepada publik.

Wacana ini diprediksi akan menjadi salah satu isu hangat dalam diskursus politik nasional dalam waktu dekat, terutama menjelang penyusunan agenda pemilu berikutnya. NasDem telah menempatkan diri di barisan depan sebagai partai yang secara terbuka mendukung penataan ulang tahapan pemilu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter