07, 2026
Nasional

Nenek di Tulungagung Tewas Terbakar saat Bakar Daun Kering di Ladang

Polisi menyelidiki kematian nenek 74 tahun yang terbakar saat membakar daun jati di Tulungagung. Tidak ada indikasi penganiayaan, keluarga menerima musibah ini.]]>

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Nenek di Tulungagung Tewas Terbakar saat Bakar Daun Kering di Ladang

Seorang nenek berusia 72 tahun di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ditemukan tewas terbakar saat sedang membakar daun kering di ladang miliknya. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin sore dan langsung menarik perhatian warga sekitar serta aparat kepolisian setempat.

Korban diketahui bernama Painem, warga Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban tengah melakukan aktivitas rutin membersihkan ladang dengan cara membakar tumpukan daun kering dan ranting yang telah dikumpulkan. Api yang semula menyala kecil diduga tiba-tiba membesar akibat embusan angin sehingga korban tidak sempat menghindar.

Kronologi Kejadian

Kapolsek Boyolangu menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban pergi ke ladang seorang diri pada sore hari. Saksi yang merupakan warga sekitar sempat melihat korban sedang menyalakan api di tumpukan daun kering. Tidak lama berselang, api dilaporkan menyebar dengan cepat ke area sekitar tempat korban berdiri.

Menurut keterangan saksi, korban diduga tersandung atau terjatuh saat berusaha menjauh dari kobaran api. Kondisi ladang yang kering serta banyaknya bahan bakar alami berupa dedaunan dan rumput membuat api dengan cepat melahap area tersebut. Warga yang menyadari kejadian itu segera berupaya memberikan pertolongan, namun kobaran api dinilai terlalu besar untuk dijangkau tanpa peralatan memadai.

Setelah api berhasil dipadamkan oleh warga dan petugas, jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Petugas medis yang datang ke lokasi memastikan korban meninggal dunia di tempat kejadian. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun unsur kesengajaan dalam peristiwa ini.

Hasil Pemeriksaan Sementara

Kepolisian menyatakan bahwa berdasarkan olah tempat kejadian perkara, penyebab kematian korban murni akibat luka bakar serius. Sejumlah barang bukti berupa alat pembersih ladang dan sisa pembakaran telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran lahan atau sampah, terutama pada musim kemarau ketika angin bertiup kencang dan vegetasi mudah terbakar. Aktivitas membakar daun kering di area terbuka dinilai memiliki risiko tinggi, khususnya bagi lansia yang bekerja sendirian tanpa pengawasan.

Peringatan Bahaya Pembakaran Lahan

Peristiwa serupa bukan pertama kali terjadi di wilayah Jawa Timur. Data dari berbagai instansi menunjukkan bahwa insiden kebakaran akibat pembakaran lahan dan sampah meningkat pada musim kemarau. Selain menimbulkan korban jiwa, praktik pembakaran terbuka juga berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.

Sejumlah pihak mendorong agar masyarakat beralih ke metode pengelolaan limbah organik yang lebih aman, seperti pengomposan, alih-alih membakar. Pemerintah desa diimbau aktif memberikan edukasi kepada warga, terutama kelompok lanjut usia, mengenai bahaya dan risiko pembakaran terbuka.

Warga setempat menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya korban. Almarhumah dikenal sebagai sosok yang rajin menggarap ladangnya. Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai prosesi keagamaan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana yang dilakukan sehari-hari dapat berubah menjadi tragedi apabila diabaikan aspek keselamatannya. Kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan dan mengawasi, khususnya terhadap anggota keluarga lanjut usia yang masih aktif bekerja di ladang maupun kebun.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter