26, 2026
Ekonomi

Nurdin Halid: Operasionalisasi Kopdes Merah Putih Harus Berbasis Kedaulatan Ekonomi Rakyat

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/26/6adf4790b415a-wakil-ketua-komisi-vi-dpr-ri-nurdin-halid_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Nurdin Halid: Operasionalisasi Kopdes Merah Putih Harus Berbasis Kedaulatan Ekonomi Rakyat

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menegaskan bahwa operasionalisasi Kopdes (Koperasi Desa) Merah Putih harus berlandaskan pada prinsip kedaulatan ekonomi rakyat. Menurutnya, koperasi desa seharusnya menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di tingkat desa yang berbasis pada kearifan lokal dan kebutuhan masyarakat setempat.

Dalam sebuah seminar nasional tentang peran koperasi desa dalam pembangunan ekonomi, Nurdin Halid menjelaskan bahwa koperasi desa merupakan lembaga ekonomi rakyat yang paling potensial untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan. Ia menekankan bahwa agar koperasi desa dapat berfungsi secara optimal, perlu adanya dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah pusat dan daerah.

Kopdes sebagai Pilar Ekonomi Rakyat

"Koperasi desa bukan sekadar lembaga formalitas, tetapi harus menjadi pilar utama dalam membangun ekonomi rakyat yang kuat dan berkelanjutan," tegas Nurdin. Menurutnya, koperasi desa memiliki keunggulan karena dekat dengan masyarakat dan memahami potensi serta kebutuhan lokal.

Ia mencontohkan beberapa koperasi desa yang telah berhasil mengembangkan usaha berbasis potensi lokal seperti pertanian, perikanan, dan industri kerajinan tangan. "Koperasi desa yang sukses biasanya mampu mengidentifikasi potensi unggulan di wilayahnya dan mengembangkannya secara kolektif," jelasnya.

Dukungan Kebijakan yang Strategis

Nurdin Halid menyoroti perlunya kebijakan yang lebih strategis dari pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang koperasi desa. Ia menilai bahwa banyak regulasi yang ada saat ini cenderung membebani koperasi desa daripada memfasilitasi pertumbuhannya.

"Perlu disederhanakan proses pendirian dan pembinaan koperasi desa. Birokrasi yang berbelit-belit menjadi hambatan utama bagi pengembangan koperasi desa, terutama di daerah terpencil," ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini juga menekankan pentingnya akses pembiayaan yang lebih mudah bagi koperasi desa. Menurutnya, koperasi desa seringkali kesulitan mendapatkan modal dari lembaga keuangan konvensional karena tidak memiliki jaminan yang cukup.

Peran Digitalisasi dan Inovasi

Walaupun berbasis pada nilai-nilai lokal, Nurdin Halid menekankan bahwa koperasi desa tidak boleh ketinggalan zaman. Ia mengajak koperasi desa untuk mengadopsi teknologi digital dalam mengelola operasional dan pemasaran produk.

"Digitalisasi tidak berarti meninggalkan nilai-nilai koperasi, tetapi justru menjadi alat untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efisiensi. Koperasi desa dapat memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas," jelasnya.

Ia mencontohkan beberapa koperasi desa yang telah berhasil mengembangkan aplikasi mobile untuk memudahkan transaksi dan memasarkan produk-produk lokalnya. "Inovasi seperti ini perlu didorong agar koperasi desa dapat bersaing di era digital," tambahnya.

Kolaborasi Multi Pihak

Nurdin Halid juga menyorosi pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam pengembangan koperasi desa. Menurutnya, pemerintah, swasta, dan lembaga civil society perlu bekerja sama secara sinergis.

"Pemerintah memberikan kebijakan dan infrastruktur, swasta membantu dalam hal teknologi dan pemasaran, sedangkan lembaga civil society dapat membantu dalam pembinaan dan kapasitas koperasi," ujarnya.

Ia berharap dengan dukungan yang komprehensif, koperasi desa dapat benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi rakyat di pedesaan. "Koperasi desa yang kuat akan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan pada akhirnya mengurangi disparitas ekonomi antara kota dan desa," pungkas Nurdin Halid.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter