PB POSSI Tuntas Gelar CMAS World Championship Underwater Photo & Video
Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) telah berhasil menyelenggarakan kejuaraan dunia CMAS World Championship Underwater Photo & Video dengan sangat sukses. Acara bergengsi ini berlangsung selama lima hari, dari tanggal 15 hingga 19 November 2023 di kawasan wisata bawah laut yang terkenal di Indonesia. Kejuaraan ini menjadi ajang penting bagi para fotografer dan videographer bawah laut dari seluruh dunia untuk menunjukkan keterampilan dan kreativitas mereka dalam menangkap keindahan bawah laut.
Skala dan Peserta Global
CMAS World Championship Underwater Photo & Video ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari 45 negara di seluruh dunia. Para peserta merupakan para profesional dan amatir terbaik dalam bidang fotografi dan videografi bawah laut. Mereka bersaing dalam berbagai kategori, termasuk foto makro, foto luas (wide angle), video, dan kategori khusus untuk pemula. Keikutsertaan peserta internasional ini menunjukkan bahwa Indonesia diakui sebagai tuan rumah yang ideal untuk kejuaraen bawah laut sekaligus sebagai destinasi dengan kekayaan laut yang luar biasa.
Ketua Umum PB POSSI, Dr. Ir. Joko Purwanto, M.M., menyatakan kebanggaannya atas berhasilnya penyelenggaraan kejuaraan ini. "Kami senang bisa menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini. Indonesia memiliki kekayaan laut yang tak tertandingi, dan kami ingin memperkenalkannya kepada dunia melalui lensa para fotografer dan videografer terbaik," ujar Joko dalam konferensi pers usai penutupan kejuaraan.
Proses Penilaian dan Kualitas Kompetisi
Proses penilaian dalam kejuaraan ini dilakukan secara ketat dan transparan oleh para dewan juri yang terdiri dari para ahli fotografi bawah laut internasional yang telah berpengalaman. Para juri menilai karya peserta berdasarkan kriteria teknis, komposisi, kreativitas, dan dampak konservasi yang ditampilkan. Setiap kategori memiliki persyaratan dan standar khusus yang harus dipenuhi peserta.
Seorang juri asal Prancis, Marie Dubois, mengapresiasi tingkat keterlibatan peserta dan kualitas karya yang ditampilkan. "Saya terkesan dengan standar kompetisi di sini. Peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis yang tinggi, tetapi juga pemahaman mendalam tentang ekosistem laut dan pentingnya konservasi. Ini adalah kombinasi yang langka dan sangat dihargai," kata Marie.
Prestasi Indonesia dan Penghargaan
Tim Indonesia berhasil meraih prestasi gemilang dalam kejuaraan ini. Dari total 12 medali yang diperebutkan, atlet Indonesia berhasil meraih 3 medali emas, 4 medali perak, dan 5 medali perunggu. Pencapaian terbaik diraih oleh Alif Rahman dalam kategori foto makro dengan karyanya yang menangkap keindahan ikan kuda laut di perairan Raja Ampat. Karya Alif berhasil mengalahkan peserta dari negara-negara dengan tradisi fotografi bawah laut yang lebih mapan.
Sementara itu, dalam kategori video, tim Indonesia yang terdiri dari Budi Santoso dan Maya Putri berhasil meraih perak dengan dokumentasi mereka tentang kehidupan terumbu karang di perairan Sulawesi. Video mereka berhasil menggambarkan keindangan dan kerentanan ekosistem laut sekaligus memberikan pesan kuat tentang pentingnya pelestarian lingkungan.
Dampak Positif bagi Pariwisata dan Konservasi
Kejuaraan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi dunia fotografi bawah laut, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi pariwisata Indonesia. Dengan adanya liputan media internasional yang luas, destinasi bawah laut Indonesia semakin dikenal dunia. Banyak peserta dan official yang mengaku terkesan dengan keindahan bawah laut Indonesia dan berencana kembali untuk berlibur atau bahkan mengadakan proyek dokumentasi lainnya.
Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi ajang untuk mempromosikan kesadaran konservasi laut. Banyak karya peserta yang mengangkat isu-isu lingkungan seperti dampak perubahan iklim, polusi plastik, dan pentingnya pelestarian terumbu karang. Melalui lensa mereka, peserta berharap dapat membangun kesadaran global akan perlindungan laut yang merupakan aset berharga bagi umat manusia.
Rencana Masa Depan
Berhasilnya penyelenggaraan CMAS World Championship Underwater Photo & Video ini mendorong PB POSSI untuk merencanakan kejuaraan serupa di masa depan. Direktur Teknik PB POSSI, Siti Nurhaliza, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan agenda untuk menyelenggarakan kejuaraan regional Asia Tenggara tahun depan. "Kami ingin membangun ekosistem fotografi bawah laut yang lebih kuat di kawasan ini. Dengan keberhasilan kali ini, kami yakin dapat menjadi pusat kegiatan olahraga selam dan fotografi bawah laut di Asia," kata Siti.
Kejuaraan ini juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam mempromosikan keberlanjutan pariwisata melalui pendekatan yang bertanggung jawab. Dengan menggabungkan olahraga, seni, dan konservasi, PB POSSI berhasil menciptakan sebuah model yang dapat ditiru oleh negara lain dalam memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan.
Komentar (0)