02, 2026
Internasional

Pemanasan Global Bikin Kekeringan Makin Parah, Ini 5 Kejadian Terparah

Perubahan iklim dan El Nino mempengaruhi cuaca Indonesia, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan kekeringan. Dampak global termasuk krisis pangan dan migrasi.]]>

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pemanasan Global Bikin Kekeringan Makin Parah, Ini 5 Kejadian Terparah

Pemanasan Global Bikin Kekeringan Makin Parah, Ini 5 Kejadian Terparah

Perubahan iklim akibat pemanasan global terus membawa dampak serius bagi berbagai wilayah di dunia. Salah satu konsekuensi paling nyata adalah meningkatnya frekuensi dan intensitas kekeringan yang melanda berbagai belahan bumi. Fenomena ini tidak hanya mengancam sumber air tawar tetapi juga mengancam keamanan pangan dan stabilitas sosial ekonomi masyarakat. Berikut adalah lima kejadian kekeringan terparah yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir yang terkait erat dengan pemanasan global.

1. Kekeringan di Tanduk Afrika (2010-2012)

Kekeringan yang melanda Tanduk Afrika antara tahun 2010 hingga 2012 menjadi salah satu bencana alam terburuk dalam sejarah modern wilayah tersebut. Kekeringan ini berdampak parah pada Somalia, Etiopia, Kenya, dan Djibouti, menyebabkan kelaparan yang meluas dan krisis kemanusiaan. Menurut data Badan Pangan Pertahanan PBB (WFP), sekitar 260.000 orang tewas di Somalia akibat krisis ini, dengan mayoritas korban adalah anak-anak. Curah hujan yang sangat rendah selama dua musim berturut-turut mengeringkan sumber-sumber air alami dan menyebabkan kegagalan panen secara masif. Para ahli mengaitkan kekeringan ini dengan pola perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global, yang semakin meningkatkan variabilitas curah hujan di wilayah tersebut.

2. Kekeringan di California, Amerika Serikat (2012-2016)

California mengalami kekeringan terparah dalam sejarah modernnya selama periode 2012 hingga 2016. Kondisi ini mengakibatkan kekeringan ekstrem yang berdampak pada pertanian, industri, dan kehidupan sehari-hari. Sistem reservoir air di negara bagian ini mencapai level terendahnya dalam sejarah, menyebabkan pemerintah memberlakukan pembatasan penggunaan air yang ketat. Menurut penelitian, kekeringan ini diperparah oleh suhu udara yang lebih tinggi akibat perubahan iklim, yang meningkatkan evaporasi dan mengurangi jumlah salju di pegunungan Sierra Nevada yang menjadi sumber utama air bagi negara bagian tersebut. Diperkirakan kerugian ekonomi akibat kekeringan ini mencapai miliaran dolar Amerika Serikat.

3. Kekeringan di Australia Tenggara (2017-2020)

Australia Tenggara mengalami periode kekeringan yang berkepanjangan antara tahun 2017 hingga 2020, yang dikenal sebagai " Millennium Drought". Kondisi ini menyebabkan kekeringan sungai Murray-Darling, sungai terbesar di Australia, mencapai level kritis. Kekeringan ini menyebabkan kebakaran hutan yang meluas pada tahun 2019-2020 yang menghanguskan jutaan hektar lahan dan mengakibatkan kematian ratusan juta hewan. Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan risiko dan intensitas kekeringan di Australia, dengan suhu rata-rata negara ini yang terus naik lebih cepat daripada rata-rata global.

4. Kekeringan di Sahel, Afrika (2012-2014)

Wilayah Sahel di Afrika Barat mengalami kekeringan parah antara tahun 2012 hingga 2014 yang memperburuk krisis pangan dan ketidakstabilan politik di wilayah tersebut. Kekeringan ini mengancam keamanan pangan lebih dari 20 juta orang di negara-negara seperti Mali, Niger, Chad, dan Nigeria. Sumber air permukaan yang menyusut dan degradasi lahan menjadi masalah serius, memaksa banyak keluarga meninggalkan rumah mereka dan menjadi pengungsi. Para ahli lingkungan menghubungkan kekeringan ini dengan perubahan pola curah hujan akibat pemanasan global, yang semakin tidak dapat diprediksi dan ekstrem.

5. Kekeringan di Cina Utara (2010-2011)

Cina Utara mengalami kekeringan terparah dalam 60 tahun terakhir antara tahun 2010 hingga 2011. Wilayah yang menjadi pusat produksi pertanian di Cina ini terkena dampak keras dengan kurangnya hujan selama berbulan-bulan. Sungai-sungai utama seperti Kuning dan Haihe mengering sebagian besar, menyebabkan kelangkaan air yang parah. Lebih dari 4 juta orang dan 2 juta hewan mengalami kesulitan akses terhadap air bersih. Kekeringan ini diperkirakan menyebabkan kerugian pertanian senilai miliaran dolar dan memicu kekhawatiran akan ketahanan pangan nasional. Penelitian menunjukkan bahwa pemanasan global telah meningkatkan risiko kekeringan di Cina Utara, dengan suhu musim panas yang terus meningkat.

Dari kelima kejadian di atas, jelas terlihat bagaimana pemanasan global menjadi pemicu utama bagi meningkatnya frekuensi dan intensitas kekeringan di berbagai belahan dunia. Dampaknya tidak hanya terbatas pada lingkungan alam tetapi juga meresap dalam aspek sosial ekonomi masyarakat. Para ahli memperingatkan bahwa tanpa tindakan drastis untuk menguruti emisi gas rumah kaca, kekeringan akan semakin parah dan menjadi ancaman eksistensial bagi banyak wilayah di dunia. Upaya mitigasi dan adaptasi klimatik menjadi semakin mendesak untuk mengurangi risiko bencana kekeringan di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter