07, 2026
Politik

Pemkot Tata Setu Babakan Jaksel, Lapak di Atas Saluran Air Dibongkar

Pemerintah Kota Jakarta Selatan membongkar lapak-lapak di Setu Babakan untuk penataan. Lapak yang berada di atas saluran air dibongkar.]]>

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pemkot Tata Setu Babakan Jaksel, Lapak di Atas Saluran Air Dibongkar

Pemkot Jakarta Selatan Tertibkan Setu Babakan, Lapak di Atas Saluran Air Dibongkar

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan penataan kawasan wisata budaya Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa. Penertiban menyasar sejumlah lapak pedagang yang berdiri di atas saluran air di kawasan tersebut. Pembongkaran dilakukan karena bangunan dinilai mengganggu fungsi drainase serta tata ruang kawasan yang ditetapkan sebagai cagar budaya Betawi.

Kegiatan penertiban melibatkan petugas gabungan dari kecamatan, kelurahan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sumber Daya Air, serta aparat keamanan setempat. Petugas menurunkan bangunan semi permanen berupa lapak dagang yang selama ini menempati bagian atas saluran air di sekitar area perkampungan Betawi. Proses pembongkaran berlangsung tertib dan dibagi dalam beberapa tahap agar tidak mengganggu aktivitas pengunjung.

Alasan Penertiban: Drainase dan Tata Ruang

Menurut penjelasan pemerintah kota, lapak-lapak tersebut berdiri di atas saluran air yang berfungsi sebagai jalur pembuangan dan resapan kawasan. Keberadaan bangunan di atas saluran menghambat aliran air sehingga berisiko memicu genangan, terutama pada musim hujan. Selain itu, bangunan itu dinilai tidak sesuai dengan peruntukan ruang karena kawasan Setu Babakan diarahkan sebagai pusat pelestarian budaya Betawi, bukan area permukiman atau perdagangan liar.

Penataan ini juga dikaitkan dengan upaya menjaga estetika kawasan wisata. Pemerintah ingin memastikan kawasan Setu Babakan tetap nyaman bagi pengunjung, bersih, dan tertata, sekaligus melindungi keberadaan danau serta area sekitarnya dari tekanan pembangunan yang tidak terkendali.

Pedagang Diberi Sosialisasi Sebelum Pembongkaran

Sebelum eksekusi, aparat setempat mengaku telah melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada para pedagang. Pemerintah menawarkan relokasi ke lokasi yang lebih layak, antara lain ke area yang telah disediakan di sekitar kawasan wisata. Relokasi diarahkan agar pedagang tetap dapat menjalankan usahanya tanpa menempati lahan yang berfungsi sebagai saluran air.

Sejumlah pedagang mengaku menerima penataan tersebut, meski sebagian menyampaikan kekhawatiran soal berkurangnya pembeli pascarelokasi. Pemerintah menyatakan akan mendampingi pedagang selama proses perpindahan, termasuk memastikan lokasi baru memiliki akses yang memadai bagi pengunjung.

Dampak bagi Pengunjung dan Warga

Setu Babakan merupakan salah satu ikon wisata Jakarta Selatan. Kawasan ini dikenal sebagai pusat perkampungan budaya Betawi dengan danau, panggung seni, kuliner khas, serta kegiatan budaya yang rutin digelar. Penataan diharapkan membuat kawasan lebih tertib, bebas genangan, dan lebih ramah bagi pengunjung.

Warga sekitar menyambut baik langkah tersebut, terutama karena kekhawatiran terhadap banjir dan tersumbatnya saluran air. Namun, sebagian warga juga berharap pemerintah konsisten melakukan pemeliharaan pascapenertiban agar tidak muncul kembali bangunan serupa di masa mendatang.

Penertiban Akan Berlanjut Bertahap

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyatakan penertiban di kawasan Setu Babakan akan dilanjutkan secara bertahap. Fokus berikutnya adalah penataan kawasan sekitar danau, jalur pedestrian, serta area pedagang agar lebih tertata. Penertiban juga akan disertai pengawasan rutin guna mencegah pendirian bangunan baru di atas saluran air dan area terlarang lainnya.

Selain penertiban fisik, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan saluran air, penataan ruang terbuka hijau, serta penguatan kawasan sebagai destinasi wisata budaya. Dengan begitu, Setu Babakan diharapkan tetap menjadi wajah pelestarian budaya Betawi yang bersih, aman, dan nyaman bagi seluruh warga Jakarta.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter