02, 2026
Nasional

Pemprov Papua Pegunungan Usulkan 4 Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemprov Papua Pegunungan ajukan pembangunan empat Sekolah Rakyat di daerah 3T. Dukungan penuh dari Kemensos untuk percepat proses administratif dan kelayakan.]]>

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pemprov Papua Pegunungan Usulkan 4 Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemprov Papua Pegunungan Usulkan 4 Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengusulkan empat lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan di daerah terpencil. proposal ini diajukan dalam rapat koordinasi antara pemerintah provinsi dengan kementerian terkait yang digelar beberapa waktu lalu.

Target Penyelesaian pada 2024

Kepala Dinas Pendidikan Papua Pegunungan, Yohanes Kobak, mengatakan bahwa pembangunan empat sekolah rakyat ini ditargetkan selesai pada tahun 2024. "Kami fokus pada empat lokasi yang menjadi prioritas karena tingkat akses pendidikan yang masih rendah," ujarnya dalam konferensi pers di kantor gubernur.

Empat lokasi yang diusulkan berada di distrik-distrik terpencil, yaitu Distrik Kurima, Distrik Eipomek, Distrik Bokondini, dan Distrik Kelila. Keempat daerah ini memiliki tantangan geografis yang signifikan yang menyulitkan akses pendidikan bagi masyarakat setempat.

Memenuhi Kebutuhan Pendidikan Dasar

Pembangunan sekolah rakyat ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dasar yang belum terpenuhi di daerah-daerah terpencil. "Banyak anak-anak di pedalaman Papua Pegunungan masih kesulitan mengakses pendidikan formal karena jarak yang jauh dan infrastruktur yang memadai," jelas Kobak.

Menurut data yang dihimpun dinas pendidikan, tingkat partisipasi anak usia sekolah di daerah terpencil Papua Pegunungan masih di bawah rata-rata nasional. Beberapa faktor yang menyebabkan antara lain jarak ke sekolah yang terlalu jauh, kondisi geografis yang sulit, serta keterbatasan sarana dan prasarana.

Sekolah Rakyat sebagai Solusi Inovatif

Konsep sekolah rakyat yang akan dibangun ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan daerah terpencil. Sekolah ini akan menggunakan kurikulum yang disesuaikan dengan konteks lokal, serta dilengkapi dengan asrama bagi siswa yang berasal dari jauh.

"Kami tidak hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga menyediakan tempat tinggal bagi guru dan siswa yang datang dari luar daerah. Ini penting untuk memastikan keberlanjutan pendidikan di pedalaman," tambah Kobak.

Anggaran dan Pendanaan

Untuk merealisasikan proyek ini, pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar dari APBD Papua Pegunungan. Selain itu, pemerintah pusat juga akan memberikan bantuan melalui program nasional peningkatan infrastruktur pendidikan.

"Anggaran ini akan digunakan untuk pembangunan fisik sekolah, pengadaan perabotan dan alat pelajaran, serta pelatihan guru-guru lokal yang akan mengajar di sekolah rakyat tersebut," jelas Kobak.

Respons Positif dari Masyarakat

Usulan pembangunan sekolah rakyat ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Kepala suku di Distrik Kurima, Yulius Wonda, menyatakan dukungannya penuh terhadap program ini.

"Kami sangat terbantu dengan adanya sekolah di daerah kami. Anak-anak kami tidak perlu lagi berjalan jauh untuk bisa sekolah. Ini adalah mimpi kami yang kini menjadi kenyataan," ujarnya dengan penuh harap.

Tantangan yang Akan Dihadapi

Meski demikian, pembangunan sekolah rakyat ini tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah masalah transportasi untuk mengirim bahan bangunan ke lokasi pembangunan yang terpencil.

"Kami perlu persiapan yang matang dalam hal logistik. Cuaca yang tidak menentu dan medan yang sulit akan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan," tandas Kobak.

Target Jangka Panjang

Pembangunan empat sekolah rakyat ini hanya awal dari rencana lebih besar pemerintah provinsi dalam meningkatkan akses pendidikan di Papua Pegunungan. "Target jangka panjang kami adalah membangun 20 sekolah rakyat di seluruh daerah terpencil provinsi ini dalam lima tahun ke depan," papar Kobak.

Program ini sejalan dengan visi pemerintah provinsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di pedalaman Papua, khususnya generasi muda yang merupakan aset masa depan daerah.

Harapan untuk Pendidikan Berkualitas

Dengan adanya sekolah rakyat ini, diharapkan akses pendidikan berkualitas bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Papua Pegunungan, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil. "Pendidikan adalah hak setiap anak, tidak peduli di mana mereka tinggal. Itulah yang kami ciptakan," pungkas Kobak.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter