Penataan Stasiun Karet dan Sudirman Baru Rampung Akhir 2026
Proyek penataan stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru yang menjadi bagian dari pengembangan jalur kereta api lingkar luar Jakarta akan rampung pada akhir tahun 2026. Proyek ini merupakan bagian dari program percepatan peningkatan sistem transportasi massal di ibu kota yang diinisiasi oleh pemerintah pusat.
Kepala Divisi Humara PT KAI Daerah Operasi I Jakarta-Cikampto, Eva Lestari, mengatakan bahwa penataan kedua stasiun tersebut menjadi prioritas karena letaknya yang strategis. "Stasiun Karet dan Sudirman Baru merupakan titik penting dalam jaringan kereta api Jakarta. Setelah penataan, kedua stasiun ini akan menjadi pusat integrasi transportasi yang lebih baik," ujar Eva dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (15/3).
Detail Proyek dan Penataan
Proyek penataan stasiun Karet dan Sudirman Baru memiliki anggaran mencapai Rp 1,2 triliun. Anggaran ini berasal dari APBN dan dana kerjasama publik-swasta (KPBU). Proyek ini mencakup perluasan bangunan stasiun, penambahan fasilitas, serta integrasi dengan moda transportasi umum lainnya.
Untuk Stasiun Karet, rencananya akan dibangun gedung stasiun baru dengan empat lantai. Bangunan ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern seperti eskalator, lift, area waiting room yang nyaman, serta ruang komersial. Selain itu, stasiun ini juga akan diintegrasikan dengan TransJakarta, bus kota, dan taksi online.
Sementara itu, Stasiun Sudirman Baru yang terletak di kawasan bisnis Sudirman-Thamrin akan direnovasi secara menyeluruh. Stasiun ini akan memiliki enam jalur kereta api dengan empat jalur utama dan dua jalur belok. Bangunan stasiun akan dibangun dengan konsep modern yang mencerminkan karakteristik kawasan bisnis Jakarta.
"Kami berencana untuk mengembangkan kedua stasiun ini menjadi transit-oriented development (TOD). Artinya, sekitar stasiun akan dibangun pusat perbelanjaan, perkantoran, dan hunian vertikal. Tujuannya adalah menciptakan kawasan yang terintegrasi dan ramah pejalan kaki," jelas Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur PT KAI, Budi Santoso.
Dampak terhadap Sistem Transportasi Jakarta
Penyelesaian proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas angkutan kereta api di Jakarta. Menurut rencana, setelah penataan, Stasiun Karet dan Sudirman Baru mampu menampung hingga 50.000 penumpang per harinya.
"Kedua stasiun ini akan menjadi bagian dari jalur lingkar luar Jakarta yang menghubungkan kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Dengan demikian, penumpang tidak lagi harus melalui pusat kota Jakarta yang sudah padat," tambah Budi.
Selain itu, penataan stasiun ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan penggunaan transportasi massal. Menurut data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, saat ini hanya sekitar 18% masyarakat Jakarta yang menggunakan transportasi massal. Targetnya adalah meningkat menjadi 40% pada tahun 2030.
Tantangan dan Persiapan Penyelesaian
Meski rencananya rampung pada akhir 2026, proyek ini masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah masalah lahan yang terbatas di kawasan pusat Jakarta. "Kami harus berhati-hati dalam proses pembangunan agar tidak mengganggu aktivitas di sekitar stasiun. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan pihak terkait untuk merencanakan pembangunan yang efisien," jelas Eva.
Selain itu, proyek ini juga harus mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan penumpang selama proses pembangunan berlangsung. "Kami akan memastikan bahwa selama proses pembangunan, layanan kereta api tetap berjalan dengan lancar. Untuk itu, kami akan melakukan pembangunan secara bertahap," ujar Budi.
Pemerintah juga telah mempersiapkan berbagai langkah untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai jadwal. "Kami akan melakukan monitoring rutin terhadap perkembangan proyek. Jika ada kendala, kami akan segera mencari solusi agar tidak menunda penyelesaian," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa.
Harapan untuk Masa Depan Transportasi Jakarta
Dengan selesainya proyek penataan stasiun Karet dan Sudirman Baru, diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem transportasi massal di Jakarta. "Transportasi massal yang baik adalah kunci untuk mengurangi kemacetan dan polusi di Jakarta. Dengan infrastruktur yang memadai, kami yakin masyarakat akan lebih tertarik untuk menggunakan kereta api," ujar Suharso.
Pihak PT KAI juga berencana untuk meningkatkan frekuensi kereta api di jalur ini setelah penataan selesai. "Kami akan menambah jumlah perjalanan kereta api, terutama pada jam-jam sibuk. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada penumpang," tambah Eva.
Penyelesaian proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Jakarta, terutama dalam hal percepatan pergerakan dan kenyamanan dalam bertransportasi. "Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan solusi transportasi yang lebih baik bagi masyarakat Jakarta," pungkas Suharso.
Komentar (0)