19, 2026
Nasional

Peneliti Bahtera Nuh Mengaku Diteror, Nyawanya Kini Terancam

Peneliti yang sedang berupaya mencari keberadaan Bahtera Nuh menghadapi hal menegangkan. Dirinya mengaku dapat ancaman pembunuhan dari orang tak dikenal.]]>

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Peneliti Bahtera Nuh Mengaku Diteror, Nyawanya Kini Terancam

Peneliti Bahtera Nuh Mengaku Diteror, Nyawanya Kini Terancam

Seorang peneliti terkemuka yang mengklaim telah menemukan artefak Bahtera Nuh mengungkap bahwa nyawanya terancam setelah menerima ancaman berulang kali. Dr. Armin Levi, seorang arkeolog asal Turki yang telah menghabiskan lebih dari 20 tahun mencari jejak Bahtera Nuh di wilayah Gunung Ararat, mengaku menjadi sasaran serangan verbal dan fisik sejak beberapa bulan terakhir.

Levi, yang dikenal kontroversial karena klaimnya menemukan reruntuhan Bahtera Nuh pada tahun 2019, mengatakan bahwa situasi telah memburuk dalam beberapa minggu terakhir. "Saya tidak bisa tidur dengan nyaman lagi. Setiap kali keluar dari rumah, saya merasa seperti sedang diawasi," ujar Levi dalam sebuah wawancara eksklusif.

Penemuan Kontroversial yang Memicu Kontroversi

Pada tahun 2019, Levi mengumumkan bahwa timnya telah menemukan struktur kayu besar di ketinggian 3.963 meter di Gunung Ararat, yang diyakini sebagai bagian dari Bahtera Nuh. Penemuan ini langsung memicu reaksi dari komunitas ilmiah dan agama di seluruh dunia. Meskipun beberapa peneliti mendukung klaim Levi, banyak juga yang mengkritik metodenya dan menyerukan bukti yang lebih kuat.

Artefak yang ditemukan termasuk potongan kayu yang telah diawetkan alami, fragmen logam, dan struktur yang menyerupai selubung. Levi menyatakan bahwa hasil penanggalan karbon menunjukkan usia artefak sekitar 4.800 tahun, yang sesuai dengan periode Bahtera Nuh dalam cerita agama Abrahamik.

Ancaman dan Intimidasi yang Meningkat

Mengklaim telah menerima puluhan pesan ancaman melalui media sosial dan email, Levi mengatakan bahwa beberapa di antaranya berasal dari kelompok ekstremis yang menentang penelitiannya. "Mereka mengatakan bahwa penemuan saya akan menghancurkan keyakinan mereka atau mengganggu kepercayaan global," jelasnya.

Levi mengungkap bahwa beberapa minggu lalu, rumahnya diserang oleh orang yang tidak dikenal. "Jendela depan rumah saya dibanting dan catnya di gores dengan simbol aneh. Saya tidak tahu apa artinya, tapi itu jelas bukan kebetulan," tambahnya sambil menunjukkan foto kerusakan yang disampaikannya kepada wartawan.

Autoritas setempat telah memulai penyelidikan atas insiden tersebut, namun belum menangkap siapa pun. Polisi lokal mengatakan mereka sedang mengumpulkan bukti dan kamera pengawas di sekitar rumah Levi untuk mengidentifikasi pelaku.

Reaksi Komunitas Ilmiah dan Agama

Komunitas ilmiah terbag mengenai penemuan Levi. Beberapa arkeolog dan sejarawan mendukung upaya Levi dan menyerang para penentangnya. "Dr. Levi adalah seorang peneliti yang berdedikasi dan metodenya tidak jauh berbeda dengan penelitian arkeologi lainnya," kata Prof. Elena Rodriguez, seorang arkeolog dari Universitas Barcelona.

Di sisi lain, banyak ilmuwan yang skeptis. "Klaim tentang Bahtera Nuh seringkali menjadi politis dan religius, bukan ilmiah. Tanpa bukti konklusif, sulit untuk menerima penemuan Levi," ujar Dr. Michael Chang, seorang pakar geologi dari Universitas Harvard.

Dunia agama juga punya reaksi beragam. Beberapa pemimpin agama menyambut baik penemuan Levi sebagai konfirmasi cerita suci mereka, sementara yang lain menolak klaim tersebut. "Kita harus berhati-hati dalam menafsirkan penemuan arkeologis. Mereka tidak selalu sesuai dengan interpretasi literal kitab suci," kata Kardinal Giovanni Rossi, seorang tokoh terkemuka dalam Gereja Katolik.

Langkah Keamanan dan Masa Depan Penelitian

Khawatir dengan keselamatan dirinya dan timnya, Levi telah meminta perlindungan polisi dan mempertimbangkan untuk menghentikan sementara waktu penelitiannya di Gunung Ararat. "Saya tidak ingin menyerah, tapi keamanan adalah prioritas utama sekarang," ujarnya.

Pemerintah setempat belum memberikan respons resmi mengenai ancaman yang dihadapi Levi, namun menteri budaya Turki mengumumkan akan membentuk tim khusus untuk melindungi peneliti warisan budaya yang menjadi sasaran ancaman.

Levi mengatakan bahwa dia tidak akan membiarkan kekerasan menghentikan pekerjaannya. "Pengetahuan harus terus dicari, apa pun harganya. Saya harap penemuan saya dapat membantu manusia memahami sejarah kita lebih baik," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter