15, 2026
Nasional

Penembakan Dekat Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Proyektil

Polisi akan uji balistik proyektil peluru yang ditemukan di lapak-lapak yang diratakan petugas di dekat Kampung Ambon, Cengkareng, Jakbar.]]>

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penembakan Dekat Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Proyektil

Penembakan Dekat Kampung Ambon, Polisi Uji Balistik Proyektil

Polisi melakukan pemeriksaan balistik terhadap proyektil yang ditemukan di lokasi penembakan di dekat Kampung Ambon, Jakarta. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi senjata yang digunakan dalam peristiwa penembakan yang menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya pada Rabu (15/3) malam.

Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan bahwa tim forensik telah mengambil beberapa proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian. "Kami telah mengambil tiga proyektil untuk diperiksa di laboratorium forensik Polri," ujar Argo dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Pusat, Kamis (16/3).

Identifikasi Senjata dan Pelaku

Menurut Argo, hasil pemeriksaan balistik diharapkan dapat mengidentifikasi jenis senjata yang digunakan dalam penembakan tersebut. "Dengan hasil uji balistik, kami bisa mengetahui jenis dan merek senjata yang digunakan pelaku," jelasnya.

Arus penembakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Mangga Besar Raya, dekat Kampung Ambon. Korban tewas adalah seorang pria berinisial R (35), yang ditemukan tewas dengan luka tembak di dada. Dua korban lainnya, berinisial S (28) dan T (30), mengalami luka tembak di kaki dan sedang dirawat di rumah sakit.

Saksi mata mengatakan bahwa pelaku berjumlah tiga orang yang menggunakan sepeda motor. Mereka datang secara tiba-tiba dan melakukan penembakan kepada korban yang sedang berkumpul di depan warung makan.

Keterangan Saksi dan Penyelidikan

"Korban sedang nongkrong bersama teman-temannya ketika tiga orang bersenjata api datang dan menembak mereka secara acak," kata seorang saksi yang tidak mau disebutkan namanya.

Polisi telah memeriksa beberapa saksi dan sedang mengumpulkan informasi tentang latar belakang penembakan tersebut. "Kami masih menyelidiki motif di balik penembakan ini. Apakah ini berasal dari konflik pribadi atau gangguan keamanan umum," ujar Argo.

Polisi juga telah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. "Dari rekaman CCTV, kita bisa melihat pelaku menggunakan jaket hitam dan helm penuh. Mereka datang dan pergi dengan cepat," tambahnya.

Tindakan Polisi dan Permintaan Keterangan

Polisi telah mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim forensik masih bekerja di lokasi untuk mengumpulkan barang bukti lainnya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Dedi Prasetyo mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan pelaku. "Kami meminta masyarakat untuk membantu penyelidikan ini. Jika ada informasi tentang keberadaan pelaku, segera hubungi polisi," kata Dedi.

Penembakan ini menjadi kejadian kekerasan senjata api terbaru di Jakarta. Pihak berwenang telah berjanji untuk menindak tegas pelaku dan menghentikan aksi kekerasan yang terus terjadi di ibu kota.

Korban dan Dampak Sosial

Keluarga korban tewas masih berduka atas kepergian R. "R adalah tulang punggung keluarga. Kehilangannya sangat berat bagi kami," kata saudara korban.

Dua korban yang selamat masih dalam perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati. "Kondisi S masih kritis, sedangkan T mulai stabil," ucap juru bicara RS.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan akan meningkatkan keamanan di fasilitas kesehatan setelah insiden ini. "Kami akan memastikan semua rumah sakit aman dari ancaman kekerasan," kata Kadinkes.

Reaksi Publik dan Pemerintah

Insiden penembakan ini menuai reaksi kritis dari masyarakat. Banyak warga mengungkapkan kekhawatiran akan meningkatnya kasus kekerasan di Jakarta.

"Saya takut berada di luar malam hari. Keamanan di Jakarta semakin buruk," kata warga setempat.

Pemerintah pusat berjanji akan mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah kekerasan senjata api. "Kami akan memperketsa pengawasan terhadap peredaran senjata api ilegal," ujar Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia meminta pemerintah untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif kekerasan. "Anak-anak tidak boleh tumbuh dalam lingkungan yang penuh kekerasan," kata Ketua KPAI.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter