22, 2026
Nasional

Pengakuan Jujur Calvin Verdonk Saat Hadapi Victor Osimhen, Akui Terpukau Sikap Bintang Galatasaray

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/22/6ad9a783a3e90-calvin-verdonk-kiri_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bek kiri timnas Indonesia Calvin Verdonk mengaku terpukau dengan sikap Victor Osimhen. Pengakuan itu muncul setelah Verdonk berhadapan langsung dengan striker Galatasaray tersebut dalam sebuah pertemuan yang mempertemukan timnya dengan klub raksasa Turki itu. Bagi pemain yang memperkuat NEC Nijmegen di Eredivisie Belanda, kesempatan menguji kemampuan melawan salah satu penyerang terbaik dunia sekaligus menjadi pelajaran berharga, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari cara Osimhen bersikap di dalam maupun di luar lapangan.

Verdonk menyebut duel melawan Osimhen sebagai pengalaman yang menuntut konsentrasi penuh selama pertandingan berlangsung. Striker asal Nigeria itu dikenal memiliki kombinasi kecepatan, kekuatan fisik, dan insting mencetak gol yang tinggi. Menurut Verdonk, menghadapi penyerang dengan karakter seperti Osimhen membuat seorang bek tidak bisa lengah sedetik pun, karena kesalahan kecil dapat langsung berubah menjadi peluang berbahaya.

Duel Langsung Melawan Striker Kelas Dunia

Dalam pertemuan tersebut, Verdonk dituntut bermain disiplin menjaga posisi, membaca pergerakan lawan, serta berani melakukan duel udara dan perebutan bola di area pertahanan. Ia mengakui bahwa Osimhen merupakan tipe penyerang yang sulit dijaga karena kerap bergerak ke ruang kosong dan mampu memanfaatkan celah sekecil apa pun di lini belakang.

Meski demikian, Verdonk menilai tantangan itu justru menjadi tolok ukur bagi kualitas seorang pemain. Menurutnya, berhadapan dengan striker yang memiliki rekam jejak di kompetisi Eropa memberi gambaran nyata tentang standar tertinggi yang harus dikejar oleh pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri. Pengalaman itu, kata dia, tidak bisa didapat hanya dari latihan, tetapi harus dialami langsung di lapangan.

Verdonk juga menyoroti kecerdasan Osimhen dalam memainkan posisi. Penyerang berusia 27 tahun itu disebut tidak hanya menunggu bola, tetapi aktif mencari peluang, menarik bek keluar dari zona nyaman, dan menciptakan ruang bagi rekan setimnya. Hal itu, menurut Verdonk, membuat tugas seorang bek menjadi jauh lebih rumit karena harus selalu berkomunikasi dengan pemain lain di lini pertahanan.

Kekaguman pada Sikap di Luar Lapangan

Yang paling membuat Verdonk terkesan bukan hanya kemampuan teknis Osimhen, melainkan sikapnya selama pertandingan berlangsung. Ia menilai striker Galatasaray itu tidak pernah mencari provokasi, tidak berlebihan merayakan gol di depan lawan, dan tetap menghormati pemain yang berhadapan dengannya. Sikap tersebut, menurut Verdonk, jarang ditonjolkan dalam pemberitaan, padahal menjadi bagian penting dari sosok seorang bintang.

Verdonk menuturkan bahwa Osimhen tetap berbicara dengan tenang kepada para pemain lawan, termasuk saat terjadi benturan atau perebutan bola keras. Ia juga disebut tidak segan memberi apresiasi ketika seorang bek berhasil merebut bola darinya. Bagi Verdonk, sikap semacam itu menunjukkan bahwa status bintang besar tidak harus membuat seorang pemain kehilangan rasa hormat terhadap lawan.

Etos Kerja dan Kerendahan Hati

Selain itu, Verdonk menyoroti etos kerja Osimhen yang tetap tinggi meski namanya sudah dikenal luas. Striker yang pernah memperkuat Napoli tersebut dinilai tidak enggan turun membantu pertahanan, menekan pemain belakang lawan, dan berlari mengejar bola yang dianggap sudah hampir hilang. Kerja keras itulah yang membuat Verdonk menilai Osimhen layak dijadikan contoh bagi pemain muda yang ingin menembus level tertinggi.

Menurut Verdonk, kerendahan hati seorang pemain besar tampak dari cara ia memperlakukan rekan setim dan lawan. Osimhen, kata dia, tetap berbicara kepada semua orang dengan nada yang sama, tidak membedakan pemain senior maupun junior, dan tidak menunjukkan sikap arogan meski menjadi pusat perhatian di klubnya. Hal tersebut dinilai Verdonk sebagai cerminan mentalitas juara yang sebenarnya.

Pelajaran bagi Sepak Bola Indonesia

Verdonk berharap pengalamannya berhadapan dengan Osimhen bisa menjadi bahan pembelajaran bagi sepak bola Indonesia, khususnya bagi pemain muda yang bercita-cita berkarier di Eropa. Menurutnya, kemampuan teknis memang penting, tetapi sikap dan mentalitas sama menentukan apakah seorang pemain mampu bertahan lama di kompetisi level atas.

Ia menilai pemain Indonesia memiliki potensi besar, terutama dari segi kecepatan dan keberanian dalam duel. Namun, Verdonk mengingatkan bahwa konsistensi, disiplin menjaga kondisi tubuh, dan cara bersikap terhadap lawan serta wasit menjadi faktor yang sering luput diperhatikan. Pengalaman melawan pemain sekelas Osimhen, menurutnya, memperlihatkan bahwa detail-detail kecil itulah yang membedakan pemain biasa dengan pemain kelas dunia.

Fokus Verdonk Bersama Klub dan Timnas

Setelah pertemuan tersebut, Verdonk kembali memusatkan perhatian pada agenda bersama NEC Nijmegen di Eredivisie serta persiapan memperkuat timnas Indonesia. Pemain yang memperkuat skuad Garuda sejak 2024 itu menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan performa, baik di level klub maupun di level internasional.

Verdonk menyadari bahwa posisinya di timnas Indonesia menuntut tanggung jawab besar, terutama karena ia menjadi salah satu pemain yang berkiprah di kompetisi Eropa. Ia ingin memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, termasuk dari pengalaman menghadapi pemain-pemain terbaik dunia, agar bisa memberikan kontribusi maksimal bagi tim nasional.

Kekaguman pada Osimhen, menurut Verdonk, tidak berarti ia gentar menghadapi penyerang mana pun. Justru sebaliknya, pengalaman tersebut menambah kepercayaan dirinya untuk tampil lebih baik di laga-laga berikutnya. Baginya, sepak bola selalu memberi ruang untuk berkembang, dan setiap duel melawan pemain kelas dunia adalah kesempatan untuk mengukur sejauh mana kemampuan diri sudah berkembang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter