Pengaturan Turunan Perpres Ojol soal Pengantaran Barang dan Makanan Harus Hati-hati, Ini Risikonya
Pemerintah sedang menyiapkan peraturan turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 108 Tahun 2021 tentang Transportasi Online. Peraturan ini diharapkan memberikan kejelasan terkait layanan pengantaran barang dan makanan yang semakin marak digunakan oleh platform ojek online (ojol). Namun, para pelaku usaha di sektor ini perlu waspada akan potensi risiko yang muncul seiring implementasinya.
Kepala Badan Pengaturan Transportasi Online (BPTO), Noni Pudjiastuti, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyusun rambu-rambu operasional bagi para pengemudi dan mitra platform dalam mengelola pengantaran barang dan makanan. "Kami ingin memastikan bahwa semua kegiatan berjalan aman, terukur, dan memberikan perlindungan bagi semua pihak," ujar Noni dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu.
Isi Utama dari Peraturan Turunan
Berdasarkan draf yang sedang dibahas, peraturan turunan ini akan mengatur beberapa aspek penting dalam operasional pengantaran barang dan makanan. Pertama, kewajiban bagi platform untuk melakukan verifikasi terhadap pengemudi yang akan melakukan pengantaran barang. Verifikasi ini tidak hanya meliputi identitas, tetapi juga kesehatan dan keahlian dalam menangani barang-barang tertentu.
Kedua, peraturan ini akan membatasi jenis barang yang boleh diangkut oleh para pengemudi ojol. Beberapa barang berbahaya seperti bahan kimia, gas, atau bahan peledak dilarang untuk diangkut melalui platform ojek online. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan keamanan publik.
Ketiga, akan ada standar khusus untuk pengantaran makanan. Platform diwajibkan memastikan bahwa pengemudi yang menangani pengantaran makanan telah memiliki sertifikat kesehatan dan mematuhi protokol kebersihan. Selain itu, wadah untuk mengangkut makanan juga harus memenuhi standar keamanan pangan.
Risiko yang Mungkin Timbul bagi Para Pelaku Usaha
Meskipun bertujuan untuk memberikan kejelasan, implementasi peraturan ini berpotensi menimbulkan beberapa risiko bagi para pelaku usaha di sektor ojol. Risiko pertama adalah kenaikan biaya operasional. Platform ojol mungkin harus mengalokasikan anggaran lebih untuk memenuhi persyaratan verifikasi, pelatihan, dan perlengkapan yang memenuhi standar baru.
Risiko kedua adalah potensi penurunan jumlah pengemudi yang aktif. Beberapa pengemudi mungkin tidak mau atau tidak mampu memenuhi persyaratan yang semakin ketat, terutama terkait verifikasi kesehatan dan pelatihan khusus. Hal ini dapat menyebabkan penurunan jumlah pengemudi yang tersedia, terutama di daerah-daerah terpencil.
Risiko ketiga adalah potensi konflik hukum antara platform dengan pengemudi. Dengan adanya aturan yang lebih kompleks, kemungkinan timbulnya perselisihan mengenai tanggung jawab, kompensasi, dan sanksi jika terjadi pelanggaran akan meningkat. Platform perlu mempersiapkan mekanisme penyelesaian sengketa yang jelas dan adil.
Persiapan yang Perlu Dilakukan oleh Platform dan Pengemudi
Untuk menghadapi peraturan yang akan segera diterapkan, platform ojol perlu mempersiapkan diri secara matang. Pertama, melakukan audit terhadap seluruh basis pengemudi untuk mengetahui siapa saja yang memenuhi kualifikasi baru dan yang tidak. Kedua, menyediakan pelatihan dan sertifikasi bagi pengemudi yang membutuhkan untuk memenuhi persyaratan.
Ketiga, menyusun ulang kebijakan internal terkait operasional pengantaran barang dan makanan. Platform juga perlu menyiapkan sistem pemantauan dan evaluasi untuk memastikan seluruh pengemudi mematuhi aturan yang berlaku.
Bagi pengemudi, persiapan yang perlu dilakukan termasuk memastikan kelengkapan dokumen kependudukan dan izin mengemudi. Mereka juga perlu mempertimbangkan untuk mengikuti pelatihan tambahan jika diperlukan, terutama jika ingin terlibat dalam pengantaran barang atau makanan yang membutuhkan keahlian khusus.
Dengan adanya peraturan ini, diharapkan industri transportasi online menjadi lebih terstruktur dan aman. Namun, tantangan dalam implementasinya tidak bisa diremehkan. Kerjasama yang baik antara pemerintah, platform, dan pengemudi menjadi kunci untuk memastikan keberhasilan peraturan ini dalam mencapai tujuannya.
Komentar (0)