28, 2026
Nasional

Penyebab KRL Berasap hingga Terdengar Ledakan di Stasiun Jakarta Kota

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penyebab KRL Berasap hingga Terdengar Ledakan di Stasiun Jakarta Kota

Insiden mengejutkan terjadi di Stasiun Jakarta Kota pada Rabu (15/3) siang ketika sebuah Kereta Rel Listrik (KRL) mengeluarkan asap tebal dan didampingi suara ledakan yang cukup keras. Kejadian ini mengejutkan penumpang dan warga sekitar stasiun yang sedang beraktivitas. Menurut informasi yang dihimpun, kereta bernomor polisi 88 tersebut sedang melintasi jalur menuju Stasiun Jakarta Kota dari arah Manggarai ketika insiden itu terjadi.

Saksi mata, Budi (45), seorang pedagang kaki lima di sekitar stasiun, mengungkapkan bahwa asap mulai muncul dari bagian bawah kereta saat kereta melambat sebelum berhenti di stasiun. "Tiba-tiba ada asap tebal keluar dari bawah kereta, lalu terdengar suara ledakan seperti ban meledak. Warga di sekitar sini langsung panik dan mencari tempat aman," ujarnya.

Kronologi Kejadian

Kronologi kejadian dimulai sekitar pukul 13.30 WIB saat KRL jurusan Bogor sedang melintasi jalur menuju Stasiun Jakarta Kota. Saat kereta melintasi tikungan dekat perlintasan sebidang Jl. Pos, bagian bawah kereta mengeluarkan asap putih tebal yang kemudian semakin pekat.

Kereta akhirnya berhasil berhenti tepat di depan peron Stasiun Jakarta Kota sekitar pukul 13.35 WIB. Segera setelah berhenti, terdengar suara ledakan yang berasal dari bagian bawah kereta. Suara ledakan tersebut cukup keras dan membuat sejumlah penumpang panik. Beberapa penumpang langsung melompat dari kereta meski ketinggiannya cukup signifikan.

Tim Penanggulangan Darurat (Garda) PT KAI Commuter Indonesia segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat. "Kami langsung melakukan evakuasi penumpang dengan aman. Seluruh penumpang sudah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini," jelas Kepala Divisi Humas PT KAI Commuter Indonesia, Eva Chairunisa dalam keterangannya.

Penyebab Insiden

Berdasarkan hasil investigasi sementara dari tim teknis PT KAI, insiden tersebut disebabkan oleh rem bagian bawah (underframe) yang mengalami overheat atau panas berlebih. "Awalnya, rem bagian bawah mengalami gesekan yang berlebihan sehingga menghasilkan panas ekstrem. Panas inilah yang menyebabkan rem menjadi memanas dan mengeluarkan asap," jelas Kepala Divisi Teknik PT KAI Commuter Indonesia, Ahmad Fauzi.

Fauzi menjelaskan bahwa kereta tersebut telah menjalani perawatan rutin sesuai jadwal. Namun, terdapat kemungkinan ada komponen rem yang mengalami keausan lebih cepat dari perkiraan. "Kami masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui pastinya apakah ada kesalahan dalam proses perawatan atau memang ada komponen yang mengalami kerusakan secara tiba-tiba," tambahnya.

Untuk mencegah insiden serupa, PT KAI Commuter Indonesia telah menginstruksikan seluruh unit kereta untuk menjalani inspeksi mendadak (spot check) terhadap sistem rem. "Kami juga akan meningkatkan frekuensi pemeriksaan terhadap komponen-komponen kritis di kereta, terutama sistem rem," jelas Fauzi.

Dampak dan Tindakan Lanjutan

Insiden ini menyebabkan gangguan pada operasional KRL lintas Bogor-Jakarta Kota. Sebanyak tiga perjalanan KRL dialihkan melalui rute lain sambil menunggu jalur dibersihkan dari sisa-sisa insiden. "Kami meminta maaf atas gangguan ini. Tim kami sedang bekerja keras untuk memulihkan operasional normal secepat mungkin," ujar Eva.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah membentuk tim investigasi khusus untuk menyelidiki insiden ini lebih mendalam. "Kami akan memeriksa seluruh aspek mulai dari perawatan hingga operasional kereta untuk memastikan tidak ada kesalahan yang berulang," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian, Budi Hermansyah.

Untuk sementara waktu, KRL bernomor polisi 88 yang terlibat insiden telah ditarik dari jalur operasional dan akan diperiksa secara menyeluruh di bengkel kereta PT KAI. "Kami akan melakukan perbaikan atau penggantian komponen yang bermasalah sebelum kereta dioperasikan kembali," pungkas Fauzi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter