Peringati 100 Tahun Frans Seda, IMDE Gelar Lomba Film Vertikal
Institut Musik dan Drama Edelweis (IMDE) menggelar lomba film vertikal untuk memperingati 100 tahun lahir Frans Seda, seorang pahlawan nasional dan mantan Menteri Keuangan Indonesia. Lomba yang bertema "Jejak Frans Seda: Inspirasi untuk Generasi Muda" ini ditujukan untuk para pecinta film dan mahasiswa yang ingin menelusuri warisan sosial dan ekonomi yang ditinggalkan oleh tokoh berpengaruh tersebut.
Ketua Pelaksana Lomba Film Vertikal, Budi Santoso, menjelaskan bahwa lomba ini merupakan bentuk upaya melestarikan nilai-nilai kebangsaan yang diwakili oleh Frans Seda. "Frans Seda bukan hanya seorang menteri, tetapi juga seorang pengusaha sukses dan filantropis yang mempunyai visi jangka panjang untuk Indonesia. Melalui film vertikal yang saat ini populer di kalangan milenial dan Gen Z, kami harap generasi muda dapat memahami dan terinspirasi dari perjalanan hidupnya," ujar Budi dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (15/3).
Frans Seda: Pahlawan Nasional dengan Visi Ekonomi Berkelanjutan
Frans Xaverius Seda lahir di Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, pada 4 November 1926. Ia dikenal sebagai menteri keuangan yang visioner pada era pemerintahan Presiden Soeharto. Selain itu, Seda juga merupakan sepengusaha sukses yang mendirikan berbagai perusahaan di bidang pertanian, perhotelan, dan transportasi. I aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan mendirikan Yayasan Pendidikan Edelweis yang kini berkembang menjadi Institut Musik dan Drama Edelweis (IMDE).
Kisah hidup Frans Seda penuh dengan dedikasi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan pemerataan kemakmuran. Ia dikenal sebagai menteri yang selalu mengutamakan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, terutama di daerah terpencil. Filosofi hidupnya "maju bersama" menjadi pilar utama dalam setiap kebijakan ekonomi yang dihasilkannya.
Detail Lomba Film Vertikal
Lomba film vertikal ini terbuka untuk umum, dengan kategori utama untuk mahasiswa dan umum. Peserta diminta membuat film berdurasi maksimal 3 menit dengan format vertikal (9:16) yang sesuai dengan standar platform media sosial seperti Instagram dan TikTok. Tema utama yang diangkat adalah "Jejak Frans Seda: Inspirasi untuk Generasi Muda", yang dapat diinterpretasikan secara bebas oleh peserta.
Syarat peserta dapat berupa individu atau tim maksimal 5 orang. Setiap peserta atau tim hanya boleh mengirimkan satu karya. Film yang diikutsertakan harus merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam kompetisi lain. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi IMDE.
Para pemenang akan mendapatkan total hadiah sebesar 100 juta rupiah, yang terbagi menjadi tiga juara utama. Juara I akan memperoleh hadiah uang tunai 50 juta rupiah, juara II 30 juta rupiah, dan juara III 20 juta rupiah. Selain itu, para pemenang juga akan mendapatkan piagam dan kesempatan untuk magang di industri perfilman Indonesia.
Jadwal dan Penjurian
Penyisihan lomba akan berlangsung dari bulan Maret hingga Mei 2023. Selama periode ini, panitia akan melakukan seleksi terhadap seluruh karya yang masuk. Para finalis akan diumumkan pada bulan Juni 2023. Finalis akan diundang untuk menghadapi sesi wawancara dengan dewan juri pada bulan Juli 2023.
Dewan juri lomba ini terdiri dari para ahli perfilman, akademisi, dan tokoh publik yang memiliki pengalaman dalam dunia perfilman dan pendidikan. Beberapa nama yang dikabulkan menjadi dewan juri antara lain sutradara ternama Riri Riza, produser film Mira Lesmana, dan akademisi dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Lomba ini diharapkan tidak hanya sebagai ajang kompetisi semata, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk meneladhi nilai-nil kepemimpinan dan dedikasi Frans Seda dalam membangun negeri.
Komentar (0)