PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha di sektor hilir, PT Pertamina Patra Niaga, menggerakkan sejumlah program pemulihan pasca banjir bandang yang melanda sejumlah nagari di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bantuan difokuskan pada penyediaan air bersih, distribusi bahan bakar, pemulihan fasilitas publik, serta dukungan logistik bagi warga yang terdampak. Langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan di wilayah operasionalnya.
Banjir Bandang Melanda Sejumlah Nagari
Banjir bandang yang dipicu curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Batang Lolo, Batang Sumani, serta sejumlah anak sungai di kawasan lereng Gunung Talang menyebabkan kerusakan di beberapa nagari. Kawasan yang terdampak antara lain Nagari Salayo, Nagari Kacang, Nagari Tanjung Bingkung, dan beberapa nagari lain di Kecamatan Kubung serta Kecamatan Gunung Talang. Material lumpur, batu, dan kayu hanyut menerjang permukiman, sawah, dan jalan penghubung antar nagari.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, ribuan jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ratusan unit rumah dilaporkan rusak ringan hingga berat, sejumlah jembatan mengalami kerusakan, dan akses jalan nasional maupun provinsi sempat terputus. Fasilitas publik seperti sekolah, masjid, dan puskesmas pembantu turut terdampak, sementara lahan pertanian warga tertimbun lumpur yang mengeras setelah air surut.
Respons Cepat Pertamina
Pertamina Patra Niaga menyatakan bergerak cepat sejak hari pertama bencana. Tim tanggap darurat dikerahkan untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan operasional BPBD, TNI, Polri, relawan, serta alat berat yang digunakan membersihkan material lumpur. Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di jalur utama menuju lokasi bencana juga dijaga agar tetap beroperasi penuh meski akses logistik terganggu.
"Kami memastikan pasokan energi untuk kebutuhan evakuasi dan pemulihan tidak terhambat. Prioritas diberikan untuk kendaraan penanganan bencana, genset di posko pengungsian, serta fasilitas kesehatan," ujar perwakilan Pertamina Patra Niaga dalam keterangan resmi. Perusahaan menerjunkan mobil tangki cadangan dan menyiagakan layanan bahan bakar khusus untuk memenuhi kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian.
Selain bahan bakar, Pertamina menyalurkan bantuan berupa air bersih melalui mobil tangki, karena banyak sumber air warga tertutup lumpur dan instalasi perpipaan rusak. Bantuan tambahan mencakup kebutuhan pokok seperti selimut, tikar, paket makanan siap saji, obat-obatan, serta perlengkapan sanitasi. Penyaluran dilakukan bersama BPBD, pemerintah nagari, dan lembaga swadaya masyarakat setempat agar tepat sasaran.
Dukungan untuk Dunia Pendidikan dan Usaha Mikro
Pemulihan tidak hanya berhenti pada bantuan darurat. Pertamina melalui program tanggung jawab sosial menyiapkan dukungan jangka menengah, termasuk perbaikan sarana belajar dan rumah ibadah. Sejumlah sekolah yang terdampak akan menerima bantuan buku, meja, kursi, serta perangkat penunjang kegiatan belajar mengajar agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi bencana juga menjadi perhatian. Program pendampingan dan bantuan modal diarahkan untuk membantu pedagang kecil yang kehilangan barang dagangan akibat banjir. Sejumlah warung dan usaha rumahan yang rusak diharapkan dapat pulih lebih cepat sehingga roda perekonomian nagari kembali berputar.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Bupati Solok menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk Pertamina, dalam percepatan penanganan bencana. Pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan, lembaga negara, dan masyarakat dalam masa tanggap darurat hingga rehabilitasi. Koordinasi dilakukan melalui posko terpadu yang mencatat kebutuhan warga, distribusi bantuan, serta rencana perbaikan infrastruktur.
Kepala BPBD Kabupaten Solok menambahkan bahwa tantangan terbesar pasca-banjir adalah pembersihan material lumpur yang mengeras, pemulihan akses jalan, dan penyediaan air bersih berkelanjutan. Dukungan alat berat, bahan bakar, serta distribusi air dinilai sangat membantu mempercepat proses pemulihan di lapangan.
Pemulihan Jangka Panjang dan Mitigasi
Pemerintah daerah bersama instansi terkait menyusun langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir bandang di masa depan. Upaya yang disiapkan mencakup normalisasi aliran sungai, penataan kawasan sempadan sungai, penghijauan lereng, serta penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas. Edukasi kebencanaan bagi warga nagari juga dinilai penting agar kesiapsiagaan meningkat.
Pertamina menyatakan akan terus mendampingi proses pemulihan sesuai kebutuhan dan koordinasi dengan pemerintah. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk mendukung ketahanan energi sekaligus berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasinya, termasuk dalam situasi darurat bencana.
Harapan Warga
Warga terdampak berharap bantuan terus berlanjut hingga kondisi permukiman kembali normal. Sebagian warga masih mengungsi karena rumah belum layak ditempati, sementara yang lain mulai membersihkan lumpur secara swadaya. Bantuan air bersih, makanan, dan perlengkapan rumah tangga menjadi kebutuhan mendesak dalam beberapa pekan ke depan.
Dengan kolaborasi lintas pihak, proses pemulihan pasca banjir bandang di Kabupaten Solok diharapkan berjalan lebih cepat. Selain pemulihan fisik, penguatan kapasitas masyarakat dan mitigasi bencana menjadi kunci agar dampak serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.
Komentar (0)