24, 2026
Teknologi

Pesawat Asian One Tergelincir di Bandara Bilorai Papua, Semua Penumpang Selamat

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pesawat Asian One Tergelincir di Bandara Bilorai Papua, Semua Penumpang Selamat

Sebuah pesawat milik maskapai Asian One mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Bilorai, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Insiden terjadi pada Rabu (15/3) sekitar pukul 14.30 WIT. Pesawat jenis Twin Otter dengan nomor penerbangan AO-1027 ini tergelincir saat mencoba mendarat di landasan pacu yang kondisinya kurang optimal.

Kepala Kantor Kepala Basarnas Jayapura, Jamaruli, mengkonfirmasi bahwa seluruh 12 penumpang dan 3 awak pesawat selamat dari kecelakaan tersebut. "Semua penumpang dan awak pesawat dalam kondisi selamat. Mereka langsung dievakuasi oleh tim SAR dan dibawa ke puskesmas setempat untuk pemeriksaan kesehatan," ujar Jamaruli saat dikonfirmasi.

Menurut informasi yang diperoleh, pesawat ini membawa 12 penumpang, terdiri dari 10 penumpang dewasa dan 2 anak-anak. Sementara itu, jumlah awak pesawat terdiri dari 2 pilot dan 1 pramugari. Semua korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Bilorai untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan.

Kondisi Bandara Bilorai

Bandara Bilorai yang berlokasi di Kabupaten Boven Digoel, Papua, memiliki landasan pacu dengan panjang 1.200 meter dan lebar 23 meter. Bandara ini kategori 2C dan hanya mampu menangani pesawat dengan kapasitas kecil seperti Twin Otter. Kondisi landasan pacu di bandara ini sering kali kurang optimal akibat curah hujan yang tinggi di wilayah Papua.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Boven Digoel, Yohanis Korwa, menjelaskan bahwa saat kejadian, kondisi cuaca di sekitar bandara sedang tidak baik. "Cuaca di Bandara Bilorai saat kejadian sedang hujan deras dan kondisi landasan pacu basah. Ini mungkin menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pesawat tergelincir saat mendarat," ujarnya.

Menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan Basarnas untuk menangani situasi ini. "Kami akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. Selain itu, kami juga akan memastikan bahwa semua penumpang dan awak pesawat mendapatkan perawatan yang memadai," tambahnya.

Tanggapan Maskapai Asian One

Dalam keterangannya, Direktur Utama Asian One, Bambang Susanto, menyatakan bahwa pihaknya menyesalkan kejadian ini. "Kami mohon maaf atas kejadian yang menimpa penumpang dan awak pesawat Asian One. Keselamatan penumpang dan awak pesawat adalah prioritas utama kami. Kami telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kejadian ini," kata Bambang.

Menurutnya, Asian One akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. "Kami akan berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi. Selain itu, kami juga akan memberikan bantuan kepada para penumpang yang terkena dampak dari insiden ini," jelasnya.

Respons Pemerintah Daerah

Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengungkapkan prihatinnya terhadap kejadian ini. "Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim SAR yang telah bekerja cepat dalam mengevakuasi para penumpang dan awak pesawat. Seluruh korban selamat, ini adalah berita baik bagi kami," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah akan memastikan bahwa fasilitas transportasi udara di Papua selalu dalam kondisi aman dan layak. "Kami akan memeriksa kembali semua bandara di Papua untuk memastikan bahwa semua fasilitas memenuhi standar keselamatan. Kejadian ini mengingatkan kami untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi di Papua," tambah Gubernur.

Investigasi Keselamatan Penerbangan

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kecelakaan ini. "Tim kami sudah tiba di lokasi dan mulai mengumpulkan data serta bukti untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. Kami akan melihat faktor cuaca, kondisi pesawat, dan prosedur operasional penerbangan," kata Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono.

Menurutnya, KNKT akan menerbitkan laporan investigasi secara lengkap setelah proses penyelidikan selesai. "Investigasi ini membutuhkan waktu yang cukup untuk memastikan semua data diperiksa dengan cermat. Kami akan memberikan update berkala mengenai perkembangan investigasi ini," tambahnya.

Insiden ini menambah daftar kecelakaan pesawat yang terjadi di Papua dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, sebuah pesawat kecil juga tergelincir di Bandara Wamena, Papua, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Pemerintah berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap operasional penerbangan di wilayah Papua untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter