16, 2026
Teknologi

Polda Banten Ungkap Banyak Siswa SMA Terindikasi Main Judol

Polda Banten mengingatkan siswa SMA tentang bahaya judi online dan kejahatan siber. Edukasi penting untuk bijak bermedia sosial.]]>

Citra Anggraini
Citra Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Polda Banten Ungkap Banyak Siswa SMA Terindikasi Main Judol

Polda Banten Ungkap Banyak Siswa SMA Terindikasi Main Judol

Polda Banten mengungkapkan bahwa banyak siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayahnya terindikasi terlibat dalam praktik perjudian online atau yang lebih dikenal dengan istilah "judol". Kepala Kepolisian Daerah Banten Irjen Pol. Arif Rachmad dalam konferensi pers mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan dan menemukan adanya tren menaik dalam partisipasi remaja dalam aktivitas perjudian ini.

"Berdasarkan hasil penyelidikan kami, ditemukan bahwa tidak sedikit siswa SMA di Banten yang terlibat dalam perjudian online. Bahkan, beberapa di antaranya menjadi agen atau bandar yang mengatur jalannya permainan," ujar Arif Rachmad di Mako Polda Banten, Selasa (15/11).

Modus Operandi yang Digunakan

Menurut Arif, modus operandi yang umum digunakan oleh para siswa ini adalah dengan memanfaatkan platform media sosial dan aplikasi pesan instan untuk mengakses situs perjudian. Mereka sering menggunakan akun palsu atau anonim untuk menghindari deteksi. Para siswa ini juga tidak segan menggunakan uang jajan atau bahkan uang hasil kejahatan kecil seperti mencuri untuk memenuhi kebutuhan berjudi mereka.

"Kami menemukan bahwa para siswa ini seringkali bermain judi melalui aplikasi yang bisa diunduh secara gratis di smartphone. Mereka menggunakan berbagai jenis permainan seperti poker, domino, atau bahkan taruhan olahraga online," jelas Arif.

Tim penyidik Polda Banten telah berhasil mengidentifikasi beberapa grup yang terdiri dari siswa SMA yang aktif dalam kegiatan perjudian ini. Grup-grup ini terorganisir dengan baik dan memiliki hierarki di dalamnya, dengan seorang pemimpin yang bertindak sebagai bandar utama.

Dampak Negatif bagi Siswa

Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa terlibatnya siswa dalam perjudian online memiliki dampak yang sangat buruk bagi perkembangan mereka. "Para siswa yang terlibat judi online rentan mengalami stres, depresi, dan bahkan masalah kesehatan mental lainnya. Selain itu, mereka juga bisa kecanduan judi yang pada akhirnya mengganggu proses belajar di sekolah," ujar Trunoyudo.

Ia menambahkan bahwa para siswa yang terlibat judi juga rentan terjerat masalah hukum jika tertangkap basah oleh pihak berwenang. "Banyak kasus yang kami temukan di mana siswa melakukan pencurian di rumah atau bahkan merampas barang teman sekelas hanya untuk memenuhi kebutuhan berjudi mereka," katanya.

Dampak lain yang ditimbulkan adalah penurunan prestasi akademis. Banyak siswa yang kehilangan fokus dalam belajar karena terus memikirkan perjudan. Beberapa bahkan membolos sekolah untuk bermain judi atau mengumpulkan uang untuk bertaruh.

Tindakan yang Dilakukan Pihak Kepolisian

Sebagai respons terhadap masalah ini, Polda Banten telah melakukan serangkaian tindakan preventif dan represif. Pihak telah menggelar operasi penangkapan terhadap beberapa bandar dan agen judi yang beroperasi di wilayah Banten. Hingga saat ini, puluhan orang telah diamankan dalam operasi ini.

"Kami juga bekerja sama dengan pihak sekolah dan orang tua untuk memberikan edukasi mengenai bahaya judi. Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam perjudian, terlepas dari usia atau profesi mereka," kata Arif Rachmad.

Polda Banten juga mengimbau kepada masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak mereka di dunia maya. "Orang tua harus memonitor penggunaan gawai oleh anak-anak mereka dan membuka komunikasi yang baik agar anak tidak terjerut masalah seperti ini," ujar Trunoyudo.

Komitmen Polda Banten

Polda Banten menegaskan akan terus berkomitmen memberantas praktik perjudian di wilayahnya, terutama yang melibatkan siswa sekolah. Pihak berencana untuk melakukan kerja sama lebih erat dengan pihak sekolah, dinas pendidikan, dan lembaga lainnya dalam memberikan edukasi dan pencegahan.

"Kami akan terus melakukan penindakan tegas, tidak hanya kepada pelaku utama tetapi juga kepada siapa pun yang membantu atau mendukung aktivitas perjudian ini. Kami berharap dengan tindakan ini, generasi muda di Banten dapat terhindar dari bahaya judi dan fokus pada pembangunan diri dan prestasi akademis," tutup Arif Rachmad.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Citra Anggraini

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter