Pembacok Bobotoh di Bogor Bukan Suporter, tapi Orang yang Hobi Tawuran
Polisi menyatakan bahwa pelaku pembacok bobotoh di Bogor bukan merupakan bagian dari suporter atau kelompok pendukung tim manapun. Menurut Kepala Kepolisian Resor Bogor Kota, AKBP Andi Muhammad, pelaku yang membacok seorang bobotoh hingga tewas tersebut ternyata adalah orang yang memiliki riwayat suka tawuran dan bukan bagian dari suporter terorganisir.
Kejadian tragis ini terjadi pada Minggu (25/9/2022) malam di dekat Stadion Pajajaran, Bogor. Korban, identitasnya AR (25), seorang bobotoh setia Persib Bandung, menjadi korban pembacokan oleh beberapa orang yang diduga bukan suporter. AR tewas di lokasi kejadian setal diserang dengan senjata tajam.
Latar Belakang Kejadian
Menurut keterangan polisi, kejadian tersebut bermula ketika korban dan beberapa temannya sedang berkumpul di sebuah warung dekat Stadion Pajajaran. Kelompok pelaku yang terdiri dari lima orang tiba-tiba datang dan memulai provokasi.
"Awalnya hanya cekcok biasa, tapi kemudian berujung pada penyerangan massal," ujar Andi Muhammad dalam konferensi pers di Mapolres Bogor Kota, Senin (26/9/2022).
Pelaku yang saat ini telah diamankan polisi diketahui bukan merupakan anggota dari suporter manapun. Mereka bukan bagian dari suporter Persib atau tim lainnya. Polisi menemukan bahwa para pelaku memiliki riwayatan kekerasan dan tawuran sebelumnya.
Motif Kekerasan
Dari pengembangan yang dilakukan polisi, motif kekerasan ini bukanlah karena persaingan antar suporter. Para pelaku mengaku melakukan pembacokan karena ingin "mencari sensasi" dan "hobi" melakukan tawuran.
"Para pelaku mengaku senang bawa-bawa senjata tajam dan mencari kekerasan. Ini bukan motif suporter, tapi perilaku kriminal yang sengaja meresahkan masyarakat," jelas Andi Muhammad.
Polisi juga menyebutkan bahwa pelaku tidak memiliki afiliasi dengan organisasi suporter manapun. Mereka hanya sekumpulan pemuda yang suka bertengkar dan menggunakan kekerasan sebagai sarana mencari kepuasan pribadi.
Tanggapan Polisi
Kepolisian Daerah Jawa Barat telah memerintahkan jajarannya untuk mengantisipasi adanya aksi tawuran pasca kejadian ini. "Kami akan meningkatkan patroli di sekitar stadion dan area rawan tawuran," ujar Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Agung Budi Maryoto.
Polisi juga menegaskan bahwa akan mengusut tuntas kasus ini dan tidak akan membiarkan ada elemen yang mencoba mengaitkan kejadian ini dengan perseteruan antarsuporter. "Kami menegaskan ini bukan konflik suporter, tapi tindakan kriminal biasa yang harus ditindak tegas," tambah Agung.
Kondisi Korban
Korban AR dinyatakan tewas di lokasi setelah mengalami luka tusukan di bagian dada dan perut. Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Bogor untuk dilakukan otopsi.
Saksi mata yang berada di lokasi kejadian mengatakan, korban dan temannya sedang menikmati malam di warung ketika tiba-tiba didatangi oleh kelompok tak dikenal. "Mereka datang dengan membawa senjati tajam dan langsung menyerang," kata salah satu saksi yang enggan menyebutkan namanya.
Pengungkapan Pelaku
Polisi berhasil mengungkap pelaku pembacokan ini dalam waktu singkat. Dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan tiga dari lima pelaku utama. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.
Polisi juga menyita barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan dalam aksi pembacokan tersebut. Barang bukti tersebut akan digunakan sebagai alat bukti dalam proses pengadilan.
Respons Komunitas Suporter
Komunitas supector Persib Bandung, Bonek, menyatakan mengecam keras aksi kekerasan yang menewarkan seorang anggotanya. Mereka menegaskan bahwa kejadian ini tidak memiliki kaitan dengan suporter.
Para suporter juga berjanji akan tidak melakukan aksi balas dendam dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada pihak berwajib.
Langkah Pencegahan
Pihak kepolisian berencana untuk melakukan koordinasi dengan pihak stadion dan komunitas suporter untuk mencegah aksi kekerasan serupa di masa depan. "Kami akan melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan di sekitar stadion," tambah Andi Muhammad.
Polisi juga akan meningkatkan koordinasi dengan pihak sekolah dan komunitas pemuda untuk memberikan edukasi tentang bahaya kekerasan dan tawuran.
Kejadian pembacokan bobotoh di Bogor ini menunjukkan bahwa tidak semua aksi kekerasan yang terjadi di sekitar stadion merupakan konflik antarsuporter. Terkadang, kekerasan dilakukan oleh kelompok-kelompok kriminal yang sengaja mencari sensasi dan tidak memiliki tujuan lain selain menciptakan kekacauan.
Komentar (0)