Kepolisian mengungkap kronologi kericuhan yang melibatkan suporter dalam laga antara Persita Tangerang dan Persija Jakarta di Stadion BIS. Berdasarkan pemeriksaan saksi, rekaman kamera pengawas, dan laporan petugas di lapangan, insiden terjadi dalam beberapa tahap, mulai dari ketegangan di area tribun hingga bentrokan susulan di luar kawasan stadion setelah pertandingan berakhir.
Menurut keterangan pihak kepolisian, kericuhan tidak berlangsung serentak, melainkan berkembang secara bertahap sejak sebelum pertandingan dimulai. Petugas keamanan gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, steward klub, dan pengelola stadion telah disiagakan di sejumlah titik rawan, termasuk pintu masuk tribun, area pagar pembatas lapangan, serta jalur evakuasi.
Kronologi Kericuhan
Sebelum Pertandingan Dimulai
Polisi menyebut ketegangan mulai terasa saat suporter kedua tim tiba di kawasan stadion. Sejumlah kelompok pendukung sempat terlibat saling ejek di area parkir dan jalur masuk. Petugas melakukan pemeriksaan barang bawaan, termasuk mengamankan benda-benda yang dilarang masuk, seperti botol air minum, kembang api, dan perangkat suar. Meski demikian, sejumlah benda terlarang diduga tetap bisa dibawa masuk ke dalam stadion.
Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan penyisiran di tribun sebelum penonton masuk. Namun, kepadatan penonton yang tinggi membuat pengawasan tidak berjalan optimal di semua sektor tribun.
Jalannya Pertandingan
Saat pertandingan berlangsung, tensi di tribun meningkat seiring jalannya pertandingan. Polisi mencatat adanya penyalaan suar di salah satu sektor tribun, yang kemudian memicu protes dari suporter di sektor lain. Petugas steward berupaya memadamkan suar dan menenangkan kedua kelompok pendukung.
Kericuhan pertama terjadi ketika sejumlah penonton saling melempar benda ke arah tribun lawan. Wasit sempat menghentikan pertandingan sementara waktu untuk memastikan situasi di tribun kembali kondusif. Setelah kondisi dinilai cukup terkendali, pertandingan dilanjutkan.
Eskalasi di Babak Kedua
Ketegangan kembali memuncak pada babak kedua. Menurut polisi, sejumlah oknum berusaha menaiki pagar pembatas dan memprovokasi suporter lain. Aparat keamanan yang berada di ring dalam stadion bergerak memisahkan kedua kelompok. Pada fase ini, petugas mengeluarkan sejumlah penonton dari tribun untuk mencegah bentrokan lebih luas.
Polisi menegaskan bahwa tindakan pengamanan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan keselamatan penonton lain, termasuk keluarga dan anak-anak yang hadir di stadion. Gas air mata, menurut keterangan kepolisian, tidak digunakan di dalam tribun pada fase tersebut karena situasi masih dapat dikendalikan secara manual oleh steward dan aparat.
Setelah Pertandingan
Kericuhan susulan terjadi di luar kawasan stadion setelah pertandingan usai. Polisi menyebut sejumlah kelompok suporter masih saling kejar di jalan akses keluar stadion. Aparat kemudian melakukan pengalihan arus lalu lintas dan mendorong massa menjauh dari area perkumpulan. Sejumlah orang diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
Korban dan Kerusakan
Pihak kepolisian menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sejumlah orang mengalami luka ringan dan mendapat perawatan di pos kesehatan stadion maupun fasilitas kesehatan terdekat. Polisi juga mencatat kerusakan pada sejumlah fasilitas stadion, antara lain kursi tribun, pagar pembatas, dan beberapa titik pagar pembatas lapangan.
Hingga saat ini, kepolisian masih mendata nilai kerugian materiil bersama pengelola stadion dan klub tuan rumah. Pendataan dilakukan dengan mencocokkan rekaman kamera pengawas dan laporan petugas di lapangan.
Penyelidikan dan Langkah Hukum
Polisi menyatakan telah membentuk tim untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga menjadi pemicu kericuhan. Rekaman kamera pengawas di dalam dan di luar stadion menjadi bahan utama penyelidikan. Polisi tidak menutup kemungkinan menjerat pelaku dengan ketentuan pidana terkait pengrusakan dan perbuatan yang mengganggu ketertiban umum.
Selain proses pidana, kepolisian berkoordinasi dengan pengelola stadion, steward, dan pihak klub untuk mengevaluasi prosedur pengamanan. Evaluasi mencakup pemeriksaan barang bawaan di pintu masuk, penempatan steward di sektor tribun, serta jalur pemisahan suporter tamu dan tuan rumah.
Imbauan kepada Suporter
Kepolisian mengimbau seluruh suporter untuk menjaga ketertiban dan tidak membawa benda terlarang ke dalam stadion. Penonton diminta melaporkan kepada petugas apabila melihat potensi provokasi di tribun. Pihaknya juga menekankan pentingnya peran klub dan kelompok suporter dalam menertibkan anggotanya masing-masing.
Pengelola stadion menyatakan akan memperketat pemeriksaan di pintu masuk pada pertandingan berikutnya, termasuk penambahan titik pemeriksaan dan penempatan petugas di area rawan. Langkah itu diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa dan memastikan pertandingan berjalan aman bagi seluruh pihak.
Polisi menegaskan bahwa pertandingan tetap dapat berlangsung dengan pengamanan yang memadai, asalkan seluruh pihak mematuhi aturan yang berlaku. Proses penyelidikan akan terus berjalan, dan hasilnya akan disampaikan kepada publik setelah pemeriksaan saksi dan barang bukti rampung.
Komentar (0)