31, 2026
Nasional

Polisi Ungkap Motif Kasus Penyerangan di Kampung Ambon

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Polisi Ungkap Motif Kasus Penyerangan di Kampung Ambon

Kepolisian Resor (Polres) Kota Besar mengungkap motif di balik penyerangan yang terjadi di wilayah Kampung Ambon pada Rabu (15/3) lalu. Kasus yang menewaskan dua orang dan melukai empat orang lainnya ini akhirnya terungkap setelah polisi berhasil mengamankan dua tersangka utama, yakni Ahmad (32) dan Budi (28).

Kasatreskrim Polres Kota Besar, AKBP Hendra Gunawan, mengatakan bahwa motif utama penyerangan tersebut adalah dendam jangka panjang yang terakumulasi selama bertahun-tahun. Menurut pengakuan para tersangka, konflik bermula pada tahun 2019 lalu ketika terjadi perselisihan antar kelompok warga mengenai penggunaan lahan kosong di sekitar permukiman setempat.

Kronologi Konflik yang Memanas

AKBP Hendra menjelaskan bahwa konflik awalnya hanya bersifat verbal antar dua kelompok warga yang berbeda pandangan mengenai penggunaan lahan tersebut. Namun, situasi memburuk pada tahun 2021 ketika salah satu kelompok memulai aktivitas pembangunan tanpa mendapat izin resmi.

"Pada bulan Januari 2023, terjadi insiden penyerangan terhadap seorang anggota kelompok Ahmad yang diduga melakukan provokasi. Kejadian ini memicu dendam yang semakin membesar hingga akhirnya berujung pada penyerangan massal pada Rabu lalu," ujar AKBP Hendra dalam konferensi pers yang diadakan di Mapolres Kota Besar, Kamis (16/3).

Tersangka Akui Dendam

Salah satu tersangka, Ahmad, mengakui bahwa dirinya merasa sangat dendam terhadap kelompok korban karena menurutnya, kelompok tersebut telah menghancurkan usahanya dan melukai saudaranya dalam insiden sebelumnya. Ahmad mengklaim bahwa dirinya terpaksa melakukan tindakan ekstrem karena merasa tidak adil.

"Saya sudah berusaha mencari keadilan secara hukum, tetapi tidak ada respon yang memuaskan. Mereka terus mengganggu hidup saya dan keluarga. Saya tidak punya pilihan lain," ucap Ahmad saat diperiksa polisi.

Sementara itu, tersangka Budi mengaku terlibat karena ingin membantu Ahmad. Menurut Budi, dirinya merasa bertanggung jawab karena sebelumnya sempat terlibat cekcok dengan salah satu korban di warung setempat.

Korban dan Dampak Psikologis

Dari korban yang tewas, identitas mereka adalah Rudi (45) dan Hendra (40). Keduanya warga setempat yang menjadi korban dalam penyerangan tersebut. Empat korban lainnya masih dirawat di rumah sakit dengan berbagai luka serius.

Dokter RS Umum Daerah, dr. Maya Sari, mengatakan kondisi empat korban yang masih dirawat masih dalam kondisi kritis. "Empat pasien kami masih dalam perawatan intensif. Mereka mengalami luka bacokan dan luka tembak di bagian tubuh vital. Kami masih berupaya memberikan perawatan terbaik," jelas dr. Maya.

Sementara itu, Kepala Kampung Ambon, Hasan, mengaku kaget dengan kejadian tersebut. Menurutnya, sebelumnya memang ada beberapa gesekan antar warga, namun tidak pernah separah ini.

"Saya sudah beberapa kali melakukan mediasi antar kedua belah pihak, namun sepertinya tidak ada hasil yang memuaskan. Kejadian ini sangat disayangkan dan kami akan berusaha untuk mencegah hal serangan terulang lagi," ujar Hasan.

Tindakan Polisi dan Langkah Pencegahan

Kepala Polres Kota Besar, AKBP Eko Prasetyo, memerintahkan jajarannya untuk mengamankan para tersangka dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat dalam penyerangan tersebut.

"Kami akan melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Jika ada pihak lain yang terlibak, kami akan tetap memproses sesuai hukum yang berlaku. Kekerasan tidak akan menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah," tegas AKBP Eko.

Untuk mencegah konflik kembali memanas, Polres Kota Besar akan meningkatkan patroli di wilayah Kampung Ambon. Selain itu, pihak kepolisian juga akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat untuk melakukan mediasi antar warga.

AKBP Hendra menambahkan bahwa pihaknya juga akan membuka posko darurat bagi warga yang merasa tidak aman akibat kejadian tersebut. "Kami ingin memberikan rasa aman bagi seluruh warga di Kampung Ambon agar situasi tidak kembali memanas," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter