14, 2026
Internasional

Potret Korea Utara Pamer Rudal Mematikan

Korea Utara menguji rudal balistik taktis pada Senin, menjadi peluncuran keempat dalam sebulan terakhir di tengah pengembangan persenjataan negara itu.]]>

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Potret Korea Utara Pamer Rudal Mematikan

Korea Utara Tampilkan Rudal Baru dalam Latihan Militer Skala Besar

Korea Utara menggelar latihan militer skala besar yang menampilkan berbagai jenis rudal, termasuk rudal balistik jarak jauh dan rudal jelajah baru. Latihan ini dianggap sebagai respons terhadap latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang dianggap sebagai ancaman oleh Pyongyang. Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengonfirmasi bahwa Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal, termasuk rudal balistik jarak pendek, dalam latihan militer yang dilakukan pada akhir pekan lalu.

Detil Tentang Rudal yang Ditampilkan

Menurut laporan dari media resmi Korea Utara, Rodong Sinmun, latihan tersebut melibatkan pemanfaatan rudal balistik taktis baru yang dinamai "Pulhwasal-3-31". Rudal ini diklaim mampu membawa hulu ledak nuklir dan memiliki kemampuan manuver tinggi untuk mengelak pertahanan musuh. Selain itu, Korea Utara juga menampilkan rudal jelajah yang dilengkapi dengan sistem panduan yang ditingkatkan, mampu terbang pada ketinggian rendah untuk menghindari deteksi radar.

Latihan ini juga melibatkan penggunaan sistem rudal anti pesawat dan sistem pertahanan udara yang ditingkatkan. Korea Utara menegaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan operasional pasukan dan menguji kemampuan sistem senjata yang dikembangkan secara mandiri. Kepala Staf Gabungan Korea Utara, Panglima Ri Yong-gil, mengawasi langsung latihan ini dan menyatakan bahwa pasukan siap menghadapi segala bentuk ancaman dari musuh.

Respons Internasional

Latihan militer Korea Utara ini memicu kecaman dari Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pihak AS mengutuk peluncuran rudal Korea Utara sebagai pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB dan menegangkan situasi di semenanjung Korea. Sementara itu, Korea Selatan mengadakan rapat dewan keamanan darurat untuk membahas situasi dan memperkuat pengawasan militer di perbatasan.

Jepang juga menyatakan keprihatinannya atas peluncuran rudal Korea Utara, dengan sejumlah rudal diduga jatuh di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. Kementerian Pertahanan Jepang mengonfirmasi bahwa tidak ada kerusakan akibat jatuhnya rudal-rudal tersebut. Pihak berwenang di Jepang telah meningkatkan kewaspadaan dan memantau situasi dengan cermat.

Analisis Dampak pada Keamanan Regional

Para ahli analisis keamanan mengamati bahwa Korea Utara terus mengembangkan program senjata pemusnah massalnya meski menghadapi sanksi internasional. Pengembangan rudal baru menunjukkan bahwa Korea Utara secara konsisten meningkatkan kemampuan militernya, terutama dalam hal teknologi rudal dan hulu ledak nuklir.

Latihan militer Korea Utara ini juga dianggap sebagai upaya untuk menunjukkan kekuatan militer kepada masyarakat domestik dan sebagai alat tekanan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan. Korea Utara sering menggunakan demonstrasi militer sebagai cara untuk menarik perhatian dunia dan mencapai tujuan politiknya.

Sementara itu, latihan militer gabungan AS-Korea Selatan juga terus berlangsama, dianggap sebagai respons langsung terhadap aktivitas Korea Utara. Kedua negara menekankan bahwa latihan mereka bersifat defensif, namun Korea Utara menganggapnya sebagai persiapan invasi. Kondisi ini menciptakan siklus ketegangan yang berkelanjutan di semenanjung Korea.

Konteks Hubungan Antar-Korea

Hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan terus memburuk sejak pembicaraan tingkat tinggi terhenti pada tahun 2019. Korea Utara secara resmi mengakhiri semua hubungan resmi dengan Korea Selatan pada tahun 2020 dan menutup kantor perwakilan di kota perbatasan Kaesong.

Korea Utara juga mengumumkan kebijakan baru yang menyatakan bahwa Korea Selatan tidak lagi dianggap sebagai mitra atau saudara, melainkan sebagai "musuh terbesar" yang harus dihancurkan. Kebijakan ini menandai pergeseran signifikan dalam retorika Korea Utara terhadap Korea Selatan dan memperburuk hubungan antar-korea yang sudah tegang.

Dalam situasi semacam ini, latihan militer Korea Utara yang menampilkan rudal canggih hanya akan menambah ketegangan di semenanjung Korea. Komunitas internasional terus mendorong dialog damai antara kedua Korea, namun upaya tersebut terhambat oleh sikap keras dari kedua belah pihak.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter