05, 2026
Politik

Prabowo Panggil Kepala dan Wakil Kepala Bakom, Minta Kritik Rakyat Ditampung

Presiden Prabowo memanggil Kepala Bakom untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat, menampung kritik, dan menjelaskan kebijakan pemerintah secara jelas.]]>

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Panggil Kepala dan Wakil Kepala Bakom, Minta Kritik Rakyat Ditampung

Prabowo Panggil Kepala dan Wakil Kepala Bakom Bahas Masukan Publik

Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Publik (Bakom) beserta wakilnya ke Istana Kepresidenan, Jakarta, guna membahas mekanisme penyerapan aspirasi dan kritik dari masyarakat. Pertemuan tersebut menegaskan posisi Bakom sebagai kanal resmi pemerintah dalam menjaring suara publik, sekaligus menindaklanjuti arahan kepala negara agar kritik yang berkembang di tengah masyarakat tidak diabaikan.

Dalam pertemuan itu, Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak boleh antipati terhadap kritik. Sebaliknya, seluruh jajaran harus mampu membedakan kritik yang membangun dari provokasi yang bertujuan memecah belah. Arahan tersebut disampaikan secara langsung kepada pimpinan Bakom agar diterjemahkan menjadi prosedur kerja yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Bakom Diminta Bangun Sistem Penyerapan Aspirasi

Presiden meminta Bakom tidak sekadar mencatat keluhan warga, tetapi juga mengelola masukan tersebut secara sistematis. Setiap kritik, saran, dan keluhan yang masuk harus diklasifikasikan berdasarkan sektor, tingkat urgensi, serta kementerian atau lembaga yang berwenang menanganinya. Dengan cara itu, respons pemerintah dapat diberikan secara cepat dan tidak berhenti pada tataran seremonial.

Menurut arahan tersebut, hasil penyerapan aspirasi mesti diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait sebagai bahan perbaikan kebijakan. Bakom juga diminta menyusun laporan berkala mengenai isu yang paling sering disuarakan masyarakat, sehingga pemerintah memiliki peta persoalan yang akurat ketika mengambil keputusan.

Langkah ini dipandang penting di tengah dinamika politik dan ekonomi yang cepat berubah. Pemerintah membutuhkan umpan balik dari bawah untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap relevan dengan kebutuhan warga, terutama pada sektor-sektor yang paling terdampak seperti pangan, energi, lapangan kerja, dan pelayanan publik dasar.

Kritik sebagai Bagian dari Demokrasi

Presiden menegaskan bahwa kritik merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Pemerintah yang sehat, kata dia, justru mampu menempatkan kritik sebagai instrumen koreksi, bukan ancaman. Karena itu, ia meminta jajarannya membuka ruang dialog seluas-luasnya, termasuk melalui kanal digital yang mudah diakses masyarakat di berbagai daerah.

Namun, pemerintah juga memberi batas yang jelas. Kritik yang disampaikan secara sah dan berbasis data akan ditampung dan ditindaklanjuti, sedangkan penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, serta provokasi yang mengancam persatuan akan ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pemerintah menekankan bahwa kebebasan berpendapat dan tanggung jawab sosial harus berjalan seiring.

Dalam konteks itu, Bakom diarahkan untuk memperkuat literasi publik agar masyarakat mampu membedakan informasi yang valid dari kabar menyesatkan. Koordinasi dengan kementerian komunikasi dan digital, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah menjadi bagian dari strategi tersebut.

Respons Cepat dan Akuntabilitas

Presiden juga meminta agar setiap masukan yang diterima memiliki jejak tindak lanjut yang jelas. Masyarakat berhak mengetahui apakah aspirasi mereka ditindaklanjuti, ditolak dengan alasan tertentu, atau membutuhkan proses lebih lanjut. Prinsip transparansi ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Bakom diminta menyiapkan mekanisme pelaporan yang mudah dipahami, termasuk ringkasan berkala mengenai isu dominan dan langkah yang telah diambil. Dengan demikian, publik dapat menilai kinerja pemerintah secara objektif berdasarkan data dan fakta, bukan sekadar narasi di ruang publik.

Pengamat menilai pemanggilan pimpinan Bakom ke Istana menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan komunikasi publik sebagai prioritas, bukan pelengkap. Dalam situasi ketika kepercayaan publik menjadi modal utama, kemampuan pemerintah mendengar dan merespons dengan cepat akan menentukan efektivitas kebijakan di lapangan.

Fokus pada Solusi, Bukan Sekadar Seremoni

Pemerintah menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar simbol kepedulian, melainkan bagian dari upaya membangun sistem komunikasi yang berkelanjutan. Bakom diharapkan menjadi jembatan antara kebijakan di pusat dan kebutuhan nyata masyarakat di daerah, termasuk kelompok yang selama ini kurang terdengar suaranya.

Ke depan, efektivitas langkah ini akan diukur dari seberapa banyak aspirasi yang berujung pada perbaikan nyata, bukan dari banyaknya pertemuan atau pernyataan resmi. Publik akan menilai melalui perubahan yang dirasakan langsung, seperti layanan yang lebih cepat, kebijakan yang lebih tepat sasaran, dan penanganan keluhan yang tidak berlarut-larut.

Dengan arahan tersebut, pemerintah menempatkan kritik sebagai bahan bakar perbaikan, bukan penghambat. Bakom kini memikul tanggung jawab besar untuk memastikan suara rakyat tidak berhenti di meja penerimaan, tetapi bergerak menjadi kebijakan yang berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat luas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter