17, 2026
Ekonomi

Prabowo Perkuat Ekonomi Pesisir Lewat 100 Kampung Nelayan

Putri Anggraini
Putri Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Perkuat Ekonomi Pesisir Lewat 100 Kampung Nelayan

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan rencana strategis untuk mengembangkan 100 kampung nelayan di sepanjang pesisir Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat ekonomi pesisir melalui pendekatan komprehensif yang memadukan infrastruktur, teknologi, dan penguatan kapasitas masyarakat lokal.

Dalam sambutannya pada acara peresmian program ini, Prabowo menekankan pentingnya sektor perikanan bagi kehidupan jutaan nelayan di Indonesia. Menurutnya, program ini bukan hanya soal peningkatan ekonomi, tetapi juga upaya melestarikan budaya nelayan dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

Program Holistik untuk Nelayan

Program pengembangan 100 kampung nelayan ini akan berfokus pada empat pilar utama: infrastruktur penunjang, akses pasar yang lebih luas, pemberdayaan teknologi, dan pelestarian lingkungan laut. Prabowo menyatakan bahwa setiap kampung nelayan akan mendapat perhatian khusus sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerahnya.

"Kita akan membangun pelabuhan-pelabuhan kecil yang memadai, menyediakan alat tangkap ikan yang lebih modern dan ramah lingkungan, serta membantu nelayan mengakses pasar yang lebih luas melalui digitalisasi," jelas Prabowo.

Salah satu inovasi yang akan diterapkan adalah sistem e-fishing yang memungkinkan nelayan memasarkan hasil tangkapan langsung ke konsumen tanpa perlu melalui perantara. Diharapkan, mekanisme ini dapat meningkatkan pendapatan nelayan hingga 50% dari kondisi sebelumnya.

Peningkatan Infrastruktur dan Teknologi

Program ini juga akan meningkatkan infrastruktur pendukung di kawasan pesisir, termasuk pembangunan jalan akses, fasilitas penyimpanan hasil perikanan, serta sentra pengolahan ikan. Prabowo menekankan bahwa kualitas infrastruktur menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas nelayan.

"Infrastruktur yang baik akan memangkas biaya logistik dan memastikan hasil tangkapan tetap segar saat mencapai pasar," ujarnya.

Dalam hal teknologi, pemerintah akan memperkenalkan alat bantu navigasi dan pemetaan perikanan berbasis satelit. Teknologi ini diharapkan dapat membantu nelayan menemukan lokasi perikanan yang melimpah serta menghindari area larikan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya.

Pemberdayaan Masyarakat Lokal

Program ini tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Nelayan akan mendapatkan pelatihan keterampilan tambahan seperti pengolahan hasil perikanan, manajemen keuangan, dan kewirausahaan.

"Kita ingin mencetak nelayan baru yang tidak hanya sebagai penangkap ikan, tetapi juga sebagai pengusaha cerdas yang mampu mengelola usahanya secara profesional," jelas Prabowo.

Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah akan membentuk koperasi nelayan di setiap kampung yang dikembangkan. Koperasi ini akan berfungsi sebagai lembaga penunjang yang menghimpun dana, menyediakan alat produksi, dan membantu pemasaran hasil perikanan.

Pelestarian Lingkungan Laut

Prabowo menekankan bahwa pengembangan ekonomi pesisir harus sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan laut. Oleh karena itu, program ini akan mengintegrasikan konsep blue economy yang berkelanjutan.

"Kita akan membangun sistem pengelolaan sampah di kawasan pesisir, mengurusi polusi plastik, serta menanam mangrove untuk memulihkan ekosistem pesisir," ujarnya.

Program ini juga akan melarang praktik perikanan illegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU) yang merusak keberlanjutan sumber daya perikanan. Pemerintah akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan aturan perikanan dijalankan dengan baik.

Target dan Tantangan

Program pengembangan 100 kampung nelayan ini ditargetkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan hingga 40% dalam tiga tahun ke depan. Selain itu, program ini diharapkan dapat menciptakan 50.000 lapangan kerja baru di sektor perikanan dan industri terkait.

Meski begitu, program ini menghadapi beberapa tantangan, termasuk koordinasi antar kementerian, akses pembiayaan untuk nelayan, serta perubahan pola pikir masyarakat terkait pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

"Kami akan berkoordinasi erat dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Koperasi dan UKM untuk memastikan program berjalan sinergis," ujar Prabowo.

Dengan program ini, pemerintah berharap dapat mengubah wajah ekonomi pesisir Indonesia dari sektor yang terpinggirkan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter