17, 2026
Nasional

Prabowo Perluas Akses Pendidikan, Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Perluas Akses Pendidikan, Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengumumkan ekspansi program Sekolah Rakyat yang kini telah berhasil menyentuh 44.000 anak di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, terutama di daerah terpencil dan terpencil.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Prabowo menjelaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama untuk membangun generasi yang unggul dan cerdas. "Pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau lokasi geografis. Melalui Sekolah Rakyat, kami berupaya memastikan tidak ada seorang pun anak Indonesia yang terpinggirkan dalam mengakses pendidikan berkualitas," ujarnya.

Program Sekolah Rakyat: Akses Pendidikan Tanpa Batas

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah yang didukung oleh berbagai pihak untuk membangun sekolah-sekolah dengan biaya terjangkau namun tetap mempertahankan standar pendidikan yang tinggi. Sekolah-sekolah ini tersebar di 34 provinsi Indonesia, dengan mayoritas berlokasi di daerah pedalaman, pesisir, dan pulau-pulau terpencil.

Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan di Sekolah Rakyat tidak kalah dengan sekolah-sekolah elite di kota. "Kami menerapkan kurikulum nasional yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Selain mata pelajaran wajib, kami juga memberikan pelajaran keterampilan dan budaya daerah untuk menjaga identitas lokal," terangnya.

Infrastruktur dan Tenaga Pendidik Berkualitas

Untuk menunjang program ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun untuk pembangunan infrastruktur sekolah, pengadaan perabotan, serta pelatihan bagi para guru. Sebanyak 5.000 guru telah direkrut dan mendapat pelatihan intensif selama tiga bulan sebelum ditempatkan di sekolah-sekolah tersebut.

"Kualitas pendidikan tidak hanya tergantung pada kurikulum, tetapi juga pada kualitas tenaga pendidik. Oleh karena itu, kami memberikan gaji yang kompetitif dan fasilitas yang memadai bagi para guru di Sekolah Rakyat," tambah Prabowo.

Dampak Positif di Masyarakat

Program ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Di Desa Sukamaju, Kabupaten Bogor, misalnya, program ini telah berhasil menurunkan angka buta huruf hingga 70% dalam kurun waktu dua tahun. "Sekarang anak-anak di desa kami tidak lagi harus berjalan jauh untuk bersekolah. Sekolah Rakyat yang berdiri di tengah desa telah membuat pendidikan menjadi lebih mudah diakses," ujar Kepala Desa Sukamaju, Budi Santoso.

Di sisi lain, di Pulau Seram, Maluku, program ini membuka peluang baru bagi anak-anak suku pedalaman untuk mendapatkan pendidikan formal. "Sebelumnya, hanya sedikit anak dari suku kami yang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan adanya Sekolah Rakyat, harapan mereka untuk menjadi orang sukses semakin besar," kata seorang tokoh adat setempat, Yopie Rumberay.

Tantangan dan Masa Depan

Meski telah meraih kesuksesan signifikan, program ini masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan akses internet di daerah terpencil yang mempengaruhi proses pembelajaran jarak jauh selama pandemi. Selain itu, terdapat juga masalah ketersediaan listrik di beberapa lokasi sekolah.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana memperluas program pendukung seperti pembangunan infrastruktur digital dan energi terbarukan di daerah terpencil. "Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan program ini. Tujuan akhir kami adalah melihat setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang cerah," pungkas Prabowo.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter