30, 2026
Nasional

Pramono Anung Targetkan Kabel Semrawut Tuntas Lima Tahun

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pramono Anung Targetkan Kabel Semrawut Tuntas Lima Tahun

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Pramono Anung menargetkan masalah kabel semrawut di seluruh Indonesia dapat dituntaskan dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Target ini disampaikan Pramono dalam rapat koordinasi terkait penanganan kabel semrawut yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pramono menegaskan bahwa penanganan kabel semrawut merupakan salah satu prioritas dalam program pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan memastikan keamanan masyarakat. Menurutnya, kabel semrawut tidak hanya mengganggu estetika kota tetapi juga menimbulkan berbagai risiko keamanan dan keselamatan masyarakat.

Dampak Negatif Kabel Semrawut

Kabel semrawut yang terlihat di berbagai sudut kota di Indonesia ternyata memiliki dampak negatif yang signifikan. Pertama, kabel yang tergantung sembarangan dapat menyebabkan kecelakaan listrik, terutama saat cuaca buruk seperti hujan deras atau angin kencang. Kedua, kondisi ini mengganggu pemandangan dan memberikan citra negatif terhadap kota. Ketiga, kabel semrawut menjadi sarang tikus dan hewan pengganggu lainnya yang dapat menularkan penyakit.

Selain itu, menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, kabel semrawut juga menghambat perkembangan teknologi digital di Indonesia. Kondisi ini menyulitkan pemasangan infrastruktur internet kecepatan tinggi yang diperlukan untuk mendukung program digitalisasi pemerintah dan ekonomi digital.

Strategi Penanganan

Untuk menyelesaikan masalah ini, Pramono Anung mengungkapkan bahwa pemerintah akan menerapkan strategi berkelanjutan dalam penanganan kabel semrawut. Strategi ini meliputi perbaikan infrastruktur existing, penerapan aturan yang lebih ketat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

"Kita akan mulai dengan inventarisasi menyeluruh mengenai kondisi kabel di seluruh Indonesia. Setelah itu, kita akan melakukan relokasi dan penataan ulang kabel sesuai standar keamanan dan estetika," ujar Pramono.

Pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap penyedia layanan telekomunikasi dan perusahaan listrik untuk memastikan mereka mematuhi peraturan yang berlaku. Sanksi administratif bahkan pidana akan diterapkan bagi perusahaan yang tidak mematuhi aturan penataan kabel.

Kolaborasi Multi Pihak

Pelaksanaan program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pramono menyebutkan bahwa keterlibatan perusahaan telekomunikasi, BUMN listrik, pemerintah daerah, serta masyarakat sangat diperlukan untuk kesuksesan program ini.

"Kita akan meminta dukungan dari seluruh operator telekomunikasi untuk melakukan konsolidasi jaringan. Selain itu, kita juga akan melibatkan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan penataan kabel di wilayahnya masing-masing," jelas Pramono.

Untuk memastikan program berjalan efektif, pemerintah juga akan membentuk tim khusus yang akan memantau pelaksanaan penataan kabel di seluruh Indonesia. Tim ini akan beranggotakan perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta kepolisian.

Tantangan yang Dihadapi

Meski memiliki target lima tahun, Pramono mengakui bahwa penanganan kabel semrawut tidak akan mudah. Berbagai tantangan dihadapi dalam pelaksanaan program ini, mulai dari keterbatasan anggaran, kompleksitas perizinan, hingga tantangan teknis dalam relokasi kabel.

"Kita harus siap menghadapi berbagai hambatan. Namun, dengan komitmen dan kolaborasi yang baik, saya yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini dalam lima tahun ke depan," ujar Pramono dengan penuh keyakinan.

Pemerintah juga berencana untuk menyiapkan anggaran khusus guna mendukung program penataan kabel semrawut ini. Anggaran ini akan digunakan untuk biaya inventarisasi, relokasi kabel, serta pemeliharaan infrastruktur jaringan setelah penataan.

Tujuan Jangka Panjang

Selain menuntaskan masalah kabel semrawut, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur digital di Indonesia. Pramono menegaskan bahwa penataan kabel yang baik akan memudahkan pemerintah dalam mengembangkan jaringan 5G dan infrastruktur digital lainnya.

"Dengan kabel yang teratur, kita bisa memastikan sinyal telekomunikasi lebih stabil dan akses internet lebih cepat di seluruh Indonesia. Ini penting untuk mendukung program digitalisasi yang sedang kita jalankan," tambahnya.

Pada akhir rapat, Pramono Anung meminta seluruh pihak terkait untuk segera memulai persiapan pelaksanaan program ini. Ia juga berjanji akan secara personal memantau perkembangan penanganan kabel semrawut untuk memastikan target lima tahun dapat tercapai.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter