26, 2026
Ekonomi

Pramono: JRF 2026 dan Konser Kanye West Beri Dampak Ekonomi Rp 625 Miliar

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/19/6ad5d0b4513b5-gubernur-dki-jakarta-pramono-anung-wibowo_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pramono: JRF 2026 dan Konser Kanye West Beri Dampak Ekonomi Rp 625 Miliar

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan bahwa penyelenggaraan Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 dan konser internasional Kanye West akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi provinsi tersebut. Menurutnya, kedua acara tersebut diperkirakan mampu menggerakkan perekonomian hingga Rp 625 miliar.

Pramono mengungkapkan bahwa JFW 2026 akan menjadi platform penting bagi para desainer lokal untuk memamerkan karya mereka kepada pasar global. "Jakarta Fashion Week bukan hanya sekadar acara fashion, tetapi juga merupakan jembatan bagi industri kreatif Indonesia untuk bersaing di panggung internasional," ujar Pramono dalam konferensi pers yang diadakan di Balai Kota Jakarta, Rabu (18/10/2026).

Dampak Ekonomi dari Jakarta Fashion Week 2026

Direncanakan akan berlangsung selama sepuluh hari, JFW 2026 akan menarik sekitar 50.000 pengunjung, termasuk 5.000 pembeli internasional dari 30 negara. Acara ini akan melibatkan 200 desainer lokal dan 100 brand internasional yang akan memamerkan koleksi terbarunya.

Menurut data yang disampaikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta, JFW 2026 diperkirakan menghasilkan pendapatan langsung sebesar Rp 375 miliar. Angka ini mencakup pendapatan dari penjualan tiket, ruang pameran, dan kerjasama dengan brand-partner.

"Selain pendapatan langsung, JFW juga akan meningkatkan aktivitas di sektor pariwisata, akomodasi, dan kuliner. Para peserta dan pengunjung dari luar kota maupun luar negeri akan menginap dan berbelanja selama berada di Jakarta," tambah Pramono.

Untuk memaksimalkan dampak ekonomi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Asosiasi Industri Mode Indonesia (APMI). Kerjasama ini bertujuan untuk memastikan bahwa JFW tidak hanya menjadi acara fashion, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi jangka panjang bagi industri kreatif lokal.

Konser Kanye West: Daya Tarik Global untuk Jakarta

Selain JFW 2026, konser Kanye West yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Desember 2026 juga diharapkan memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Konser yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini diperkirakan akan menarik 80.000 penonton.

"Kanye West adalah salah satu artis berpengaruh di dunia musik. Kehadirannya di Jakarta tidak hanya akan menarik perhatian penggemar lokal, tetapi juga akan menampilkan Jakarta sebagai destinasi hiburan internasional," ujar Pramono.

Dampak ekonomi dari konser Kanye West diperkirakan mencapai Rp 250 miliar. Angka ini mencakup pendapatan dari penjualan tiket, merchandise, serta peningkatan aktivitas di sektor pariwisata dan ritel. Hotel, restoran, dan tempat hiburan lainnya diharapkan akan mengalami peningkatan kunjungan selama periode konser.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mempersiapkan berbagai langkah untuk memastikan keberhasilan kedua acara ini. Termasuk peningkatan infrastruktur transportasi, keamanan, dan pelayanan publik agar pengunjung merasa nyaman dan aman selama berada di Jakarta.

Peningkatan Citra Internasional Jakarta

Selain dampak ekonomi, kedua acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan citra Jakarta sebagai kota global yang dinamis dan kreatif. "Dengan menyelenggarakan acak-acak kelas dunia seperti JFW dan konser internasional, kita menunjukkan bahwa Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat industri kreatif dan hiburan di Asia Tenggara," jelas Pramono.

Untuk mendukung visi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memfasilitasi dan memperkuat industri kreatif lokal. Termasuk memberikan pelatihan, akses pembiayaan, dan ruang berbagi bagi para pelaku industri kreatif agar dapat bersaing di tingkat internasional.

Pramono menambahkan bahwa investasi dalam industri kreatif dan pariwisata merupakan bagian penting dari strategi ekonomi jangka panjang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Industri kreatif dan pariwisata sektor yang memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kita akan terus mengembangkan sektor ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter