30, 2026
Olahraga

Pria Bawa Golok yang Bubarkan Ibadah GKPI Minta Maaf

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pria Bawa Golok yang Bubarkan Ibadah GKPI Minta Maaf

Seorang pria yang diduga membawa golok dan mengganggu kebaktian di Gereka Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Pematang Siantar telah meminta maaf atas perbuatannya. Kejadian ini terjadi pada Minggu (15/10) lalu dan menimbulkan kepanikan di antara jemaat yang sedang beribadah.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pematang Siantar, AKBP Dolly Sitorus mengatakan bahwa pelaku bernama Maruli Siahaan (32) telah meminta maaf secara langsung kepada jemaat dan pengurus gereja. "Pelaku sudah meminta maaf dan diterima oleh jemaat serta pengurus gereja," kata Dolly Sitorus, Rabu (18/10).

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan saksi, Maruli Siahaan tiba di lokasi gereka sekitar pukul 09.00 WIB pada Minggu (15/10) lalu. Saat itu, jemaat sedang melaksanakan ibadah rutin. Maruli yang membawa golok dengan panjang sekitar 50 centimeter itu langsung masuk ke dalam ruang ibadah dengan wajah marah.

Pelaku kemudian meminta untuk berbicara di depan jemaat. Ia menyampaikan beberapa kata yang tidak jelas dan mengancam akan membunuhi dirinya sendiri jika ada yang menghentikannya. Kejadian ini membuat jemaat panik dan sebagian dari mereka melarikan diri dari gereja.

"Saat itu suasana di gereja sangat kacau. Banyak jemaat yang ketakutan dan mencari tempat persembunyian. Beberapa pria mencoba menenangkan pelaku, namun pelaku tetap memegang golok dengan erat," ujar salah seorang jemaat yang tidak mau disebutkan namanya.

Tanggapan Polisi

Setelah menerima laporan, polisi langsung datang ke lokasi dan berhasil mengamankan pelaku tanpa ada perlawanan. Polisi juga menyita golok yang dibawa pelaku sebagai barang bukti.

"Kami menangani kasus ini dengan serius. Meskipun pelaku tidak menyakati siapa pun, tetapi tindakannya telah menciptakan kepanikan dan mengganggar ketertiban umum," jelas Dolly Sitorus.

Menurut Dolly, pelaku mengaku sedang mengalami gangguan jiwa saat melakukan aksinya. Pelaku mengaku sedang bermasalah dengan keluarganya dan merasa tertekan sehingga tidak bisa mengendalikan emosinya.

Reaksi Gereja

Pengurus GKPI Pematang Siantar menyatakan bahwa mereka sudah memaafkan pelaku atas perbuatannya. Ketua Majelis Jemaat GKPI Pematang Siantar, Pdt. Haposan Sitorus mengatakan bahwa gereka mengajak jemaat untuk memaafkan pelaku.

Kami sebagai gereja mengajak jemaat untuk memaafkan pelaku. Meskipun tindakannya sangat tidak terpuji, namun kita harus memahami bahwa pelaku sedang mengalami masalah kesehatan mental," kata Pdt. Haposan Sitorus.

Ia juga menambahkan bahwa gereka akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu pelaku mendapatkan perawatan yang layak. "Kami akan bekerja sama dengan dinas kesehatan dan pihak kepolisian untuk memastikan pelaku mendapatkan bantuan psikologis," ujarnya.

Status Hukum

Saat ini, pelaku masih ditahan di Mapolres Pematang Siantar untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih menyelidiki motif pasti di balik perbuatan pelaku.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi untuk mengungkap motif pasti dari perbuatannya. Pelaku akan kita jerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan atau Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan jika terbukti," kata Dolly Sitorus.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing emosi dan selalu mencari jalan damam dalam menyelesaikan masalah. "Jika ada masalah, sebaiknya mencari bantuan dari pihak terkait seperti keluarga, teman, atau pihak berwajib daripada mengambil jalan kekerasan," tutupnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter