30, 2026
Teknologi

Produk Halal RI Diincar Dunia, Nilai Pesanan Naik 151,42% di MIHAS

Produk halal Indonesia mencuri perhatian masyarakat global dalam Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Produk Halal RI Diincar Dunia, Nilai Pesanan Naik 151,42% di MIHAS

Pameran produk halal internasional Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2025 menjadi bukti nyata bahwa produk halal Indonesia semakin diperhitungkan di pasar global. Nilai pesanan atau trade inquiry yang diraih delegasi Indonesia pada ajang tersebut mengalami lonjakan signifikan, yakni mencapai 151,42 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan pasar internasional terhadap produk halal Tanah Air terus menguat. Berbagai kategori produk, mulai dari makanan dan minuman olahan, kosmetik, hingga produk farmasi dan gaya hidup syariah, menjadi incaran pembeli dari sejumlah negara. Lonjakan ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem industri halal dunia.

Pendorong Utama Lonjakan Nilai Pesanan

Sejumlah faktor disebut menjadi pendorong utama kenaikan nilai pesanan produk halal Indonesia di MIHAS. Pertama, meningkatnya kesadaran pasar global terhadap pentingnya sertifikasi halal, khususnya di kawasan Timur Tengah, Asia Tenggara, dan sebagian Eropa. Konsumen di negara-negara tersebut tidak hanya menuntut kehalalan produk, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan dalam proses produksinya.

Kedua, kualitas produk halal Indonesia yang semakin kompetitif. Pelaku usaha dalam negeri dinilai telah mampu memenuhi standar internasional, baik dari sisi keamanan pangan, kebersihan, kemasan, maupun inovasi rasa dan formulasi produk. Hal ini membuat produk Indonesia mampu bersaing dengan produk dari negara lain yang lebih dulu dikenal di pasar halal global.

Ketiga, peran aktif berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga terkait, dalam memfasilitasi pelaku usaha untuk tampil di ajang internasional. Keikutsertaan dalam pameran seperti MIHAS membuka akses langsung kepada pembeli potensial, distributor, dan mitra bisnis dari berbagai negara.

Produk yang Paling Banyak Dicari

Berdasarkan catatan penyelenggaraan, kategori makanan dan minuman olahan masih mendominasi permintaan. Produk seperti bumbu dan rempah, makanan siap saji, camilan, serta minuman berbahan dasar alami menjadi beberapa yang paling banyak diminati. Selain itu, produk kosmetik halal, perawatan tubuh, dan parfum juga menarik perhatian pembeli, sejalan dengan tren gaya hidup halal yang semakin meluas.

Tidak hanya itu, produk farmasi dan suplemen kesehatan berbasis bahan halal turut memperoleh respons positif. Permintaan dari negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Turki, tercatat cukup tinggi. Sejumlah pembeli dari negara non-Muslim juga menunjukkan minat, terutama untuk produk yang mengedepankan aspek alami dan etis.

Peluang dan Tantangan di Pasar Global

Lonjakan nilai pesanan ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekspor produk halal Indonesia. Namun, pelaku usaha tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah konsistensi pasokan dan kapasitas produksi untuk memenuhi pesanan dalam jumlah besar dan berkelanjutan. Pembeli internasional umumnya menuntut kepastian pengiriman, standar kualitas yang stabil, serta dokumentasi yang lengkap.

Tantangan lain adalah persaingan dengan negara-negara yang telah lebih dulu membangun reputasi sebagai produsen halal, seperti Malaysia dan Uni Emirat Arab. Selain itu, aspek logistik dan biaya pengiriman juga menjadi pertimbangan tersendiri, terutama untuk pasar yang jaraknya jauh dari Indonesia.

Meski demikian, momentum ini dinilai harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Pemerintah dan pelaku usaha perlu memperkuat ekosistem industri halal, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk pengembangan kawasan industri halal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan sertifikasi halal yang diakui secara internasional.

Dampak bagi Perekonomian Nasional

Kenaikan nilai pesanan produk halal di MIHAS berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Peningkatan ekspor akan mendorong pertumbuhan industri pengolahan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat devisa negara. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga berpeluang besar untuk terlibat dalam rantai pasok global, terutama jika didukung pembinaan dan akses pembiayaan yang memadai.

Selain itu, keberhasilan ini dapat memperkuat citra Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki basis konsumen yang besar sekaligus potensi produksi yang tidak kecil. Kombinasi keduanya menjadi modal penting untuk bersaing di pasar halal global yang nilainya terus tumbuh setiap tahun.

Langkah Lanjutan yang Diperlukan

Untuk mempertahankan tren positif ini, sejumlah langkah lanjutan perlu dilakukan. Pertama, memperluas akses pasar melalui perjanjian dagang dan kerja sama ekonomi dengan negara-negara tujuan ekspor. Kedua, memperkuat sistem jaminan produk halal agar diakui secara luas oleh mitra dagang internasional. Ketiga, mendorong inovasi produk dan pengembangan merek agar produk halal Indonesia tidak hanya dikenal sebagai bahan baku, tetapi juga sebagai produk bernilai tambah tinggi.

Keempat, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan lembaga sertifikasi. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa peluang yang terbuka di ajang internasional dapat ditindaklanjuti dengan kesepakatan dagang yang nyata, bukan sekadar penjajakan.

Dengan lonjakan nilai pesanan sebesar 151,42 persen di MIHAS, produk halal Indonesia menunjukkan daya saing yang semakin matang. Jika mampu dikelola dengan baik, momentum ini dapat menjadi pijakan kuat bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai industri halal global, sekaligus memperkuat posisi ekonomi nasional di kancah internasional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter