30, 2026
Internasional

Proyek Sampah Jadi Listrik Libatkan Perusahaan China, Danantara Pasang Syarat Ini untuk Mitra Asing

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/02/06/6985dc6c49ded-ceo-danantara-rosan-roeslani_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Proyek Sampah Menjadi Listrik Libatkan Perusahaan China, Danantara Tetapkan Syarat untuk Mitra Asing

Perusahaan Indonesia Danantara menegaskan komitmennya dalam mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi listrik melalui teknologi gasifikasi. Dalam kerjasama dengan perusahaan asal China, PT Danantara Nusantara menetapkan syarat-syarat ketat bagi mitra asing untuk memastikan proyek berjalan sesuai dengan standar dan kebutuhan Indonesia.

Direktur Utama Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya Indonesia mengatasi masalah sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan. "Kami melihat potensi besar dalam mengubah sampah menjadi energi listrik. Dengan teknologi yang tepat, kita bisa mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) sambil menghasilkan listrik yang bisa digunakan masyarakat," ujar Rosan dalam konferensi pers yang diadakan baru-baru ini.

Proyek ini direncanakan akan dibangun di beberapa lokasi strategis di Indonesia, dengan kapasitas pengolahan sampah mencapai ribuan ton per hari. Teknologi gasifikasi yang akan digunakan dianggap lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan dengan metode pembakaran konvensional. Proses gasifikasi mengubah sampah menjadi gas syngas yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik.

Kerjasama dengan Perusahaan China

Dalam mengembangkan proyek ini, Danantara menjalin kerjasama dengan perusahaan teknologi asal China yang memiliki pengalaman dalam bidang pengolahan sampah dan pembangkit listrik. "Kami memilih mitra dari China karena teknologi mereka telah terbukti efektif dalam mengolah berbagai jenis sampah dan menghasilkan listrik dengan efisiensi tinggi," jelas Rosan.

Kerjasama ini mencakup transfer teknologi, pelatihan tenaga kerja lokal, serta pendanaan untuk pembangunan infrastruktur. Perusahaan China akan menyediakan peralatan dan teknologi inti, sementara Danantara bertanggung jawab atas pengelolaan operasional dan penyesuaian teknologi dengan kondisi lokal Indonesia.

Syarat untuk Mitra Asing

Meski terbuka untuk kolaborasi internasional, Danantara menetapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh mitra asing. Pertama, teknologi yang digunakan harus memenuhi standar lingkungan Indonesia dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem sekitar.

Kedua, mitra asing diwajibkan melakukan transfer teknologi secara menyeluruh kepada pihak Indonesia. "Kami tidak ingin hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkannya sendiri di masa depan. Transfer teknologi ini penting untuk membangun kapasitas lokal," tambah Rosan.

Ketiga, perusahaan mitra harus menunjukkan komitmen dalam mengembangkan sumber daya manusia Indonesia. Hal ini mencakup pelatihan intensif bagi teknisi dan engineer Indonesia untuk menguasai teknologi tersebut.

Keempat, semua proyek harus memprioritikan penggunaan bahan dan komponen yang dapat diproduksi di Indonesia. "Kami ingin mendorong industri dalam negeri untuk ikut terlibat dalam proyek ini, baik dalam hal penyediaan bahan maupun komponen," jelas Rosan.

Dampak Positif bagi Indonesia

Proyek pengolahan sampah menjadi listrik ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia. Secara lingkungan, proyek ini akan mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, sehingga mengurangi pencemaran tanah dan air. Selain itu, teknologi gasifikasi juga menghasilkan energi terbarukan yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Secara ekonomi, proyek ini akan menciptakan lapangan kerja baru mulai dari tenaga kerja di lokasi pengolahan hingga teknisi yang mengoperasikan pembangkit listrik. Selain itu, penurunan volume sampah juga akan mengurangi biaya operasional pemerintah dalam mengelola sampah.

Rencananya, proyek pilot akan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini di salah satu provinsi di Jawa. Jika berhasil, proyek ini akan dikembangkan ke daerah lain di Indonesia. Danantara berharap dengan adanya proyek ini, Indonesia dapat menjadi contoh dalam mengintegrasikan manajemen sampah dan energi terbarukan secara efektif.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter