21, 2026
Nasional

PSG Vs Barcelona: Blaugrana yang Loyo Bikin Banyak Kesalahan

Pelatih Barcelona Hansi Flick mengakui timnya kalah dari PSG karena bikin banyak kesalahan. Flick menyebut para pemain Barcelona tidak dalam kondisi fit.]]>

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

PSG Vs Barcelona: Blaugrana yang Loyo Bikin Banyak Kesalahan

PSG memastikan langkah ke semifinal Liga Champions setelah mengalahkan Barcelona 4-1 pada leg kedua perempat final di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Selasa (16/4/2024). Kemenangan itu membuat PSG unggul agregat 6-4 dan membalikkan keadaan setelah tertinggal 2-3 pada leg pertama di Paris. Bagi Barcelona, kekalahan ini menjadi pukulan berat karena mereka sempat memimpin lebih dulu sebelum kehilangan kendali pertandingan.

Awal Menjanjikan yang Berakhir Buruk

Barcelona memulai pertandingan dengan tekanan tinggi dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui Raphinha. Gol itu membuat tuan rumah unggul 1-0 dan memperbesar keunggulan agregat menjadi 4-2. Publik tuan rumah sempat melihat peluang Barcelona untuk menjaga momentum dan mengunci tiket semifinal.

Namun, situasi berubah drastis pada menit ke-29. Bek tengah Ronald Araujo diusir wasit setelah melanggar Bradley Barcola yang berusaha lolos ke ruang kosong. Kartu merah itu memaksa Barcelona bermain dengan sepuluh pemain dan mengubah rencana permainan. Xavi Hernandez terpaksa menarik keluar Lamine Yamal dan memasukkan Inigo Martinez untuk menambah kekuatan di lini belakang.

Sejak saat itu, PSG mengambil alih kendali. Barcelona yang semula menekan terpaksa bertahan lebih dalam dan kehilangan kemampuan untuk menguasai bola. PSG memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mengalirkan bola ke kedua sisi lapangan dan menciptakan ruang di antara lini pertahanan Barcelona.

Gol Dembele dan Vitinha Membalik Keadaan

PSG menyamakan kedudukan pada menit ke-40 melalui Ousmane Dembele. Gol itu menjadi titik balik karena Barcelona kehilangan keunggulan tepat sebelum turun minum. Dembele, yang pernah membela Barcelona, tidak memberi ruang bagi pertahanan tuan rumah untuk bergerak cepat.

Pada babak kedua, PSG tampil lebih agresif. Vitinha membawa Les Parisiens berbalik unggul pada menit ke-54 melalui tembakan dari luar kotak penalti. Gol itu memperlihatkan lemahnya lini tengah Barcelona dalam menutup ruang tembak. Barcelona berusaha merespons, tetapi tekanan PSG justru semakin besar.

Kesalahan Barcelona bertambah ketika Xavi dikartu merah tak lama setelah gol Vitinha. Pelatih Barcelona itu diusir karena protes berlebihan terhadap keputusan wasit. Absennya Xavi dari pinggir lapangan membuat Barcelona semakin sulit mengatur tempo dan menyusun respons taktis.

Penalti Mbappe dan Gol Penutup

PSG mendapat penalti pada menit ke-61 setelah Joao Cancelo melanggar Dembele di kotak terlarang. Kylian Mbappe yang menjadi eksekutor tidak membuang kesempatan dan membawa PSG unggul 3-1. Penalti itu menjadi bukti nyata kesalahan defensif Barcelona yang terlalu sering terlambat dalam mengantisipasi pergerakan pemain lawan.

Mbappe kembali mencatatkan namanya pada menit ke-89. Gol kedua pemain Prancis itu menutup pertandingan dengan skor 4-1 dan memastikan PSG melaju ke semifinal. Barcelona harus menerima kenyataan tersingkir setelah tampil tidak stabil sejak kartu merah Araujo.

Sepanjang pertandingan, Barcelona memang tidak mampu mempertahankan struktur permainan. Setelah bermain dengan sepuluh orang, jarak antarlini melebar, pressing menjadi tidak efektif, dan bola lebih sering dikuasai PSG. Serangan Barcelona yang semula mengandalkan kecepatan Raphinha dan pergerakan Lamine Yamal kehilangan daya dobrak setelah perubahan formasi.

Kesalahan yang Mahal

Kekalahan Barcelona tidak hanya disebabkan oleh satu keputusan wasit. Ada sejumlah kesalahan yang membuat mereka kehilangan kendali. Pertama, pelanggaran Araujo di area yang tidak terlalu berbahaya tetapi memaksa wasit mengeluarkan kartu merah. Kedua, Cancelo melakukan pelanggaran di kotak penalti yang berujung pada gol Mbappe. Ketiga, reaksi berlebihan Xavi di pinggir lapangan membuat Barcelona kehilangan pelatih pada fase krusial.

Selain itu, Barcelona gagal menjaga disiplin posisi. Lini tengah tidak mampu menutup ruang tembak Vitinha, sementara lini belakang terlalu mudah dilewati oleh kombinasi Dembele dan Mbappe. Ketika Barcelona berusaha mengejar ketertinggalan, PSG justru memanfaatkan ruang kosong untuk melancarkan serangan balik.

Di sisi lain, PSG tampil efektif. Luis Enrique mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mengubah tekanan menjadi gol. Dembele menjadi penghubung antara lini tengah dan serangan, Vitinha memberi keseimbangan di lapangan tengah, sedangkan Mbappe menjadi penyelesai peluang. Kualitas individu itu membuat PSG lebih tenang dalam menghadapi tekanan tuan rumah.

PSG ke Semif

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter