30, 2026
Hiburan

Raksasa 7,22 Meter dari Belantara Sulawesi Pecahkan Rekor Ular Liar

Akhir 2025, jauh di pedalaman daerah Maros, Sulawesi, sebuah penemuan mengejutkan para ahli satwa liar dan konservasionis.]]>

Eka Kusuma
Eka Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 2 dibaca

Raksasa 7,22 Meter dari Belantara Sulawesi Pecahkan Rekor Ular Liar

Raksasa 7,22 Meter dari Belantara Sulawesi Pecahkan Rekor Ular Liar

Penemuan luar biasa terjadi di tengah belantara Sulawesi ketika seekor ular sanca raksasa dengan panjang mencapai 7,22 meter berhasil diamankan oleh tim peneliti. Ular ini berhasil memecahkan rekor sebagai ular liar terpanjang yang pernah tercatat di Indonesia, menarik perhatian dunia ilmiah dan konservasi.

Penemuan yang Mengejutkan

Tim peneliti dari Universitas Hasanuddin dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara sedang melakukan survei ekosistem di kawasan hutan lindung Kabupaten Konawe Selatan ketika menemukan ular tersebut pada bulan lalu. Menurut Dr. Andi Pratama, kepala tim peneliti, penemuan ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah penelitian herpetologi di Indonesia.

"Kami hampir tidak percaya ketika melihat ukuran ular tersebut. Dalam pengalaman kami selama puluhan tahun bekerja di lapangan, ini adalah pertama kalinya kami menemukan ular liar dengan ukuran seperti ini," ujar Dr. Andi dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Makassar, Kamis (15/9).

Karakteristik Ular Raksasa

Ular sanca yang diberi nama lokal "Tete Rante" oleh masyarakat setempat ini termasuk dalam spesies Python reticulatus atau sanca retikulasi. Ular betina ini memiliki berat sekitar 90 kg dan lingkar tubuh mencapai 90 cm. Tim peneliti mengamati bahwa ular ini dalam kondisi sehat dan menunjukkan tanda-tanda telah mencapai usia dewasa.

"Analisis awal menunjukkan bahwa ular ini berusia sekitar 15-20 tahun. Ukurannya yang luar biasa kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi habitat yang masih terjaga dan ketersediaan mangsa yang melimpah di kawasan tersebut," jelas Dr. Andi.

Konservasi dan Status Kepunahan

Sanca retikulasi termasuk dalam spesies dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. P.20/MENLHK/SETjen/KUM.1/3/2018. Penemuan ini menunjukkan pentingnya konservasi habitat alami untuk menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia.

"Kehadiran individu berukuran luar biasa seperti ini menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan tersebut masih relatif sehat. Namun, kita juga harus waspada karena habitat ini terancam oleh deforestasi dan perburuan liar," tambah Kepala BKSDA Sulawesi Tenggara, Ir. H. Muhammad Yusuf.

Rencana Penelitian Lanjutan

Setelah diamankan, ular sanca raksasa ini akan dipindahkan ke Pusat Rehabilitasi Satwa Liar (PRSL) di Maros untuk observasi lebih lanjut. Tim peneliti berencana melakukan studi komprehensif tentang biologi, genetika, dan perilaku ular ini untuk memahami faktor-faktor yang memungkinkan tumbuhnya ukuran yang luar biasa.

"Kami akan mengumpulkan data tentang pola makan, siklus hidup, dan respons terhadap perubahan lingkungan. Data ini sangat berharga untuk program konservasi spesies ini di masa depan," ujar Dr. Andi.

Implikasi bagi Konservasi

Penemuan ini memiliki implikasi yang signifikan bagi upaya konservasi reptil di Indonesia. Menurut Dr. Siti Nurhaliza, herpetologis dari LIPI, "Ukuran ekstrem yang dicapai oleh ular ini menunjukkan bahwa spesies ini memiliki potensi adaptasi yang tinggi. Namun, tanpa perlindungan habitat yang tepat, populasi sanca retikulasi terancam punah."

Pemerintah daerah setempat berencana menetapkan kawasan tersebut sebagai zona konservasi khusus. Selain melindungi habitat sanca, langkah ini juga bertujuan untuk melindungi ekosistem yang menjadi tempat hidup berbagai spesies lainnya.

Tanggapan Masyarakat Lokal

Masyarakat adat di sekitar kawasan penemutan menyambut baik langkah konservasi yang diambil. Menurut Kepala Adat Suku Moronene, La Ode Muhammad, "Kami sudah lama menjaga hutan ini karena bagi kami, hutan adalah tempat suci. Ular besar ini adalah bukti bahwa hutan kami masih sehat dan harus terus kita jaga."

Penemuan ular sanca raksasa ini menunjukkan pentingnya sinergi antara peneliti ilmiah, pemerintah, dan masyarakat lokal dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Dengan perlindungan yang tepat, harapannya spesies ini dapat terus bertahan dan memberikan kontribusi bagi ekosistem yang seimbang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eka Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter