18, 2026
Teknologi

Ratusan Raja dan Sultan Meriahkan Pawai Budaya Nusantara di Bundaran HI

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ratusan Raja dan Sultan Meriahkan Pawai Budaya Nusantara di Bundaran HI

Pawai Budaya Nusantara yang digelar di Bundaran HI, Jakarta, pada Sabtu (15/7) menjadi sorotan utama. Acara yang menampilkan kekayaan budaya dari berbagai penjuru Nusantara ini dihadiri oleh ratusan raja, sultan, dan pemimpin adat dari seluruh Indonesia. Keramaian pawai ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat Jakarta, tetapi juga menjadi bukti nyata dari keberagaman budaya yang masih lestari di Tanah Air.

Acara yang dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini menghadirkan sekitar 50 kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia. Setiap kontingen membawa keunikan budaya daerah masing-masing, mulai dari pakaian adat, tarian tradisional, hingga alat musik khas. Pawai ini berlangsung sepanjang jalan Thamrin hingga Bundaran HI, dengan rute sepanjang 2,5 kilometer.

Kemeriahan Pawai Budaya

Pawai dimulai pukul 09.00 WIB dengan diaraknya barisan prajurit adat dari Jawa Barat yang mengenakan pakaian tradisional Sunda. Mereka membawa senjata tradisional seperti keris dan tombak yang menjadi simbol kejayaan kerajaan Sunda di masa lalu. Diikuti oleh kontingen dari Sumatera Utara yang menampilkan tarian Tor-Tor denganiringan gondang sambilan.

Menariknya, puluhan raja dan sultan ikut berjalan dalam pawai ini. Mereka mengenakan pakaian adat yang megah dan dihormati oleh masyarakat yang memadati pinggir jalan. Salah satu yang paling mencolok adalah kehadiran Sultan Ternate, Sultan Baabullah Malikul Nashir, yang mengenakan mahkota emas dan jubah putih dengan bordur emas.

"Kita hadir untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada dunia. Budaya kita tidak hanya warisan masa lalu, tetapi juga aset untuk masa depan," ujar Sultan Ternate saat diwawancarai di tengah pawai.

Kekayaan Budaya yang Ditampilkan

Setiap provinsi diwakili oleh kontingen yang menampilkan kekayaan budaya unggulannya. Provinsi Bali membarkan tarian Kecak yang dramatis dengan puluhan penari yang membentuk lingkaran sambil menyanyikan lagu tradisional. Di samping itu, kontenge Papua menampilkan tarian perang dengan lengkap dengan hiasan bulu burung cenderawasih.

Sulawesi Tenggara memamerkan tarian Kabasaran atau tarian prajurit besi dengan gerakan yang dinamis dan mengagumkan. Sementara itu, kontenge Jawa Tengah membarkan tarian Gambyong yang elegan dengan penari yang mengenakan kebaya Jawa dengan motif batik khas.

Tidak hanya tarian, pawai ini juga memamerkan berbagai busana adat dari seluruh Indonesia. Dari busana adat Minangkabau dengan hiasan tanduk sebagai simbol kebesaran, hingga busana adat Dayak dengan motif ukir yang rumit. Busana-busana ini menjadi sumber inspirasi bagi para perancang busana modern di Indonesia.

Tanggapan Positif dari Masyarakat

Pawai ini disambut sangat antusias oleh masyarakat Jakarta. Ribuan warga memadati pinggir jalan Thamrin hingga Bundaran HI hanya untuk menyaksikan kekayaan budaya yang ditampilkan. Banyak warga yang membawa kamera dan ponsel untuk mengabadikan momen berharga ini.

"Saya bangga bisa menyaksikan langsung kekayaan budaya kita yang begitu beragaman. Anak-anak saya juga ikut terpikat dan ingin belajar lebih dalam tentang budaya daerah," kata Bapak Ahmad, warga Jakarta Pusat yang datang bersama keluarganya.

Pawai Budaya Nusantara ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan menampilkan keberagaman budaya, diharapkan masyarakat Indonesia semakin menyadari bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu.

Kepala Dinas Pariwisata Jakarta, Dr. Siti Nurhaliza, menyatakan kepuasannya atas pelaksanaan pawai ini. "Pawai ini berhasil menampilkan kekayaan budaya Nusantara dengan sangat meriah. Kita akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya di Jakarta dan sekitarnya," ujarnya.

Acara ini ditutup dengan penampilan bersama seluruh peserta pawai di panggung utama Bundaran HI. Mereka menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka" sebagai bentuk cinta terhadap tanah air. Pawai Budaya Nusantara diharapkan menjadi acara tahunan yang dapat terus mempertahankan keberagaman budaya Indonesia di mata dunia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter