Laga lanjutan Grup B Piala Asia 2023 antara Timnas Indonesia dan Malaysia berakhir imbang 0-0 di Stadion Jassim bin Hamad, Doha, Qatar. Hasil ini memicu beragam reaksi dari suporter Malaysia di media sosial, terutama menyoroti penampilan dua pemain kunci mereka, Arif Aiman Hanapi dan kiper Syihan Hazmi.
Jalannya Pertandingan
Sejak awal laga, kedua tim menampilkan permainan terbuka dengan tempo tinggi. Indonesia yang mengandalkan lini serang melalui Egy Maulana Vikri dan Rafael Struick beberapa kali menciptakan peluang, namun gagal memaksimalkan menjadi gol. Malaysia tidak tinggal diam, mengandalkan kecepatan Arif Aiman di sisi sayap kanan sebagai senjata utama untuk menekan pertahanan Garuda.
Babak pertama berjalan tanpa gol meski kedua tim memiliki peluang emas. Indonesia mendapat kans melalui sundulan Rizky Ridho yang masih melebar, sementara Malaysia mengancam lewat sepakan jarak jauh Faisal Halim yang bisa diamankan Ernando Ari. Kedudukan 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong, memasukkan Marselino Ferdinan dan Hokky Caraka untuk menambah daya gedor. Di sisi lain, Malaysia mempertahankan skema serangan balik cepat dengan mengandalkan umpan-umpan panjang ke arah Arif Aiman.
Reaksi Suporter Malaysia
Usai pertandingan, tagar terkait laga ini langsung membanjiri media sosial, khususnya platform X. Sejumlah penggemar Malaysia menilai hasil imbang ini sebagai peluang yang terbuang. Meski begitu, banyak yang mengapresiasi performa Arif Aiman Hanapi yang dianggap sebagai pemain paling menonjol di kubu Harimau Malaya.
Banyak warganet Malaysia menyebut aksi Arif Aiman sebagai bentuk "ayam-ayamin" terhadap para pemain Eropa di skuad Indonesia. Istilah tersebut merujuk pada gaya permainan Arif yang piawai menggiring bola melewati lawan, termasuk pemain-pemain berlabel Eropa seperti Sandy Walsh, Shayne Pattynama, dan Rafael Struick. Beberapa klip yang memperlihatkan Arif melewati bek Indonesia dengan mudah viral di media sosial.
"Arif Aiman main like Messi," tulis salah satu pengguna X. Pengguna lain menambahkan, "Arif Aiman ayam-ayamin pemain Eropa Indonesia. Kelas dia."
Meski demikian, sejumlah suporter Malaysia juga mengkritisi efektivitas serangan tim. Mereka menilai Arif Aiman kerap tampil gemilang di sepertiga lapangan akhir, tetapi minim dukungan dari rekan setim dalam penyelesaian akhir.
Syihan Hazmi Jadi Sorotan
Selain Arif Aiman, nama kiper Syihan Hazmi juga menjadi perbincangan. Penjaga gawang berusia 27 tahun itu tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk memblokir peluang emas dari Rafael Struick dan Egy Maulana Vikri. Aksi Syihan di bawah mistar membuat gawang Malaysia tetap bersih hingga peluit panjang.
Warganet Malaysia menjuluki penampilan Syihan dengan istilah "ngopi", menggambarkan ketenangannya dalam mengantisipasi serangan Indonesia. Ungkapan itu menjadi sindiran sekaligus pujian atas mentalitas Syihan yang tidak panik menghadapi tekanan pemain-pemain Indonesia, termasuk mereka yang berkiprah di liga Eropa.
"Syihan Hazmi ngopi je depan pemain Eropa," cuit salah satu akun. "Ketenangan dia luar biasa. Indonesia serang bertubi-tubi tapi dia chill," tulis akun lainnya.
Kritik terhadap Lini Depan Malaysia
Meski penampilan individu Arif Aiman dan Syihan Hazmi mendapat pujian, banyak suporter Malaysia menyoroti kelemahan lini depan. Mereka menilai tim asuhan Kim Pan-gon kurang tajam dalam memanfaatkan peluang. Beberapa peluang yang didapat dari serangan balik tidak mampu dikonversi menjadi gol.
Salah satu akun menulis, "Arif Aiman kerja keras sendirian. Penyerang kita tumpul." Pengguna lain menambahkan, "Kita punya peluang, tapi finishing tetap masalah lama. Kalau begini terus, susah menang."
Kritik serupa juga mengarah pada pilihan taktik Kim Pan-gon yang dianggap terlalu bergantung pada serangan sayap. Sejumlah penggemar berharap ada variasi serangan, terutama melalui lini tengah, agar tim tidak mudah dibaca lawan.
Peluang ke Fase Berikutnya
Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup B semakin ketat. Malaysia dan Indonesia sama-sama mengumpulkan poin dari laga ini, sementara dua laga tersisa akan menentukan siapa yang berhak lolos ke fase gugur. Malaysia dijadwalkan menghadapi Bahrain dan Korea Selatan, sedangkan Indonesia akan melawan Vietnam dan Irak.
Bagi Malaysia, laga melawan Bahrain menjadi kunci. Kemenangan wajib diraih jika ingin menjaga asa lolos ke babak 16 besar. Sementara Indonesia, yang sebelumnya kalah dari Irak, juga berada di posisi sulit dan harus memetik hasil positif di dua pertandingan tersisa.
Respons Media Malaysia
Media-media Malaysia menyoroti penampilan Arif Aiman dan Syihan Hazmi sebagai dua pemain terbaik di laga ini. Ulasan pertandingan mencatat bahwa keduanya menjadi pembeda di saat tim kesulitan mencetak gol. Beberapa analis menilai hasil imbang ini lebih menguntungkan Malaysia dibanding Indonesia, mengingat tekanan yang harus dihadapi sepanjang pertandingan.
Di sisi lain, publik Indonesia menilai timnya mendominasi penguasaan bola, tetapi gagal memaksimalkan peluang. Pertandingan ini menjadi pengingat bahwa efektivitas di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kedua tim.
Dampak bagi Kedua Tim
Reaksi suporter Malaysia menunjukkan ekspektasi tinggi terhadap tim nasional mereka. Meski gagal menang, penampilan Arif Aiman dan Syihan Hazmi memberi harapan bahwa Malaysia mampu bersaing di level Asia. Namun, kritik terhadap lini depan dan taktik pelatih tetap menjadi sorotan.
Bagi Indonesia, hasil ini memperpanjang catatan belum pernah menang atas Malaysia di laga resmi terakhir. Tekanan pun meningkat menjelang laga berikutnya melawan Vietnam, yang selama ini menjadi rival berat di kawasan Asia Tenggara.
Pertandingan ini menegaskan bahwa rivalitas Indonesia-Malaysia selalu menyajikan cerita menarik, baik di dalam maupun di luar lapangan. Sorotan terhadap Arif Aiman dan Syihan Hazmi menjadi bukti bahwa sepak bola Asia Tenggara memiliki talenta-talenta yang layak diperhitungkan di panggung yang lebih besar.
Komentar (0)