12, 2026
Politik

RI Kecam Serangan Houti ke Bandara Riyadh, Desak Serangan Dihentikan

Pemerintah RI mengecam serangan Houthi ke Bandara Riyadh. RI mendesak serangan dihentikan dan semua pihak agar menahan diri.]]>

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

RI Kecam Serangan Houti ke Bandara Riyadh, Desak Serangan Dihentikan

RI Kecam Serangan Houti ke Bandara Riyadh, Desak Serangan Dihentikan

Pemerintah Republik Indonesia secara tegas mengutuk serangan yang dilakukan oleh kelompok Houti terhadap bandara internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan penolakan keras terhadap aksi yang mengancam stabilitas regional dan berpotensi membahayakan keselamatan warga sipil. Dalam pernyataan resminya, Kemenlu RI menegarkan bahwa serangan semacam ini tidak dapat diterima dan melanggar hukum internasional.

Posisi Tegas Indonesia

Dalam keterangannya pada Rabu (23 November), Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah, menyatakan bahwa Indonesia mengecam keras serangan tersebut. Menurutnya, aksi Houti yang menargetkan fasilitas sipil seperti bandara merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar humanitas. "Indonesia mengecam keras serangan yang dilakukan oleh Houti terhadap bandara internasional King Khalid di Riyadh," ujar Faizasyah.

Pemerintah Indonesia juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindari tindakan-tindakan yang dapat menambah ketegangan di kawasan. Indonesia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan Teluk, yang sangat strategis bagi kepentingan ekonomi global.

Dampak Serangan terhadap Stabilitas Regional

Serangan yang terjadi pada Selasa (22 November) ini menggunakan drone dan rudal balistik yang berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi. Meskipun tidak menyebabkan korban jiwa, serangan ini mengakibatkan gangguan operasional bandara sementara dan menimbulkan kecemasan di kalangan wisatawan dan masyarakat internasional.

Kepala Komunikasi dan Informasi Kementerian Luar Negeri, Sri Bebassari, menjelaskan bahwa Indonesia prihatin dengan situasi di kawasan Teluk. Menurutnya, ketegangan yang terus berlanjut berpotensi mengganggu stabilitas regional dan memengaruhi jalur perdagangan internasional yang melalui wilayah tersebut.

Desakan Penghentian Serangan

Pemerintah Indonesia dalam pernyataannya secara eksplisit mendesak agar serangan semacam ini dihentikan segera. Indonesia menyerukan dialog damai sebagai solusi untuk mengatasi konflik di kawasan Teluk. "Kami mendesak agar serangan terhadap fasilitas sipil dihentikan segera dan semua pihak kembali ke meja negosiasi untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan," ujar Faizasyah.

Indonesia juga menegankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara di kawasan Teluk. Pemerintah menyoroti bahwa konflik harus diselesaikan melalui jalur diplomasi dan tidak melibatkan tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas publik.

Konteks Hubungan Indonesia-Arab Saudi

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi telah terjalin secara erat sejak lama. Kedua negara memiliki kerjasama yang luas dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, perdagangan, dan agama. Arab Saudi merupakan salah satu mitra dagang terpenting Indonesia di Timur Tengah, sementara Indonesia memiliki populasi warga negara Indonesia (WNI) terbesar di luar negeri yang bekerja di Arab Saudi.

Indonesia secara konsisten menempuh kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif serta berusaha memainkan peran konstruktif dalam menyelesaikan konflik-konflik global. Posisi Indonesia dalam mengutuk serangan Houti ini sejalan dengan komitmen negara tersebut untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan internasional.

Reaksi Internasional

Selain Indonesia, berbagai negara dan organisasi internasional juga telah mengutuk serangan Houti terhadap bandara Riyadh. Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya menyatakan penolakan mereka terhadap aksi yang dianggap mengancam stabilitas kawasan. Dewan Keamanan PBB juga telah menggelar rapat darurat untuk membahas situasi di kawasan Teluk.

Koordinator PBB untuk Urusan Kemanusiaan di Yaman, David Gressly, mengungkapkan kecemasan atas meningkatnya kekerasan di kawasan. Menurutnya, situasi di Yaman yang sudah sulit kian memburuk dengan adanya serangan-serangan terhadap fasilitas sipil.

Implikasi bagi Hubungan Internasional

Serangan terhadap bandara Riyadh memiliki implikasi yang luas bagi hubungan internasional. Konflik di Yaman yang berlarut-larut telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah, dengan jutaan orang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Serangan terhadap fasilitas sipil seperti bandara hanya akan memperburuk situasi dan menghambup upaya penyelesaian konflik.

Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya komunitas internasional untuk bersatu dalam menekan pihak-pihak yang terlibat konflik untuk kembali ke jalur damai. Indonesia siap berperan aktif dalam setiap upaya diplomatik yang dilakukan untuk menyelesaikan konflik di Yaman dan memulihkan stabilitas di kawasan Teluk.

Kesimpulan

Pemerintah Indonesia secara tegas mengutuk serangan Houti terhadap bandara internasional King Khalid di Riyadh dan mendesak agar serangan dihentikan segera. Indonesia menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil melanggar hukum internasional dan berpotensi mengancam stabilitas regional. Pemerintah menyerukan dialog damai sebagai solusi untuk mengatasi konflik di kawasan Teluh dan meminta komunitas internasional untuk bersatu dalam upaya mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter