02, 2026
Nasional

Ribuan Lowongan Dibuka di Job Fair, Mengapa Mencari Kerja Tetap Sulit?

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ribuan Lowongan Dibuka di Job Fair, Mengapa Mencari Kerja Tetap Sulit?

Job fair yang digelar beberapa waktu lalu menampilkan ribuan lowongan kerja dari berbagai perusahaan ternama. Antusiasme pencari kerja terlihat sangat tinggi, dengan puluhan ribu peserta yang berbondong-bondong datang untuk mencari peluang karir baru. Namun di tengah kondisi semacam ini, banyak yang bertanya-tanya mengapa mencari kerja masih terasa sulit bagi sebagian besar pencaker.

Antusiasme Tinggi di Tengah Penawaran Banyak

Job fair yang diselenggarakan di gedung pameran internasional tersebut menghadirkan lebih dari 200 perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari teknologi, keuangan, hingga manufaktur. Setidaknya ada 5.000 lowongan kerja yang ditawarkan dengan berbagai posisi mulai dari staf hingga manajer tingkat menengah. Panitia menyatakan bahwa jumlah peserta melampaui ekspektasi dengan mencapai lebih dari 50.000 orang selama tiga hari acara berlangsung.

Antrian panjang terlihat di sejumlah booth perusahaan populer, terutama bagi fresh graduate yang berharap bisa langsung diterima tanpa melalui proses seleksi yang panjang. Banyak peserta yang membawa puluhan surat lamaran dan siap mengikuti tes seleksi langsung yang disediakan oleh beberapa perusahaan peserta.

Realitas di Balik Angka Menjanjikan

Di balik angka yang memuaskan tersebut, ternyata tidak semua peserta berhasil meraih kesempatan. Berdasarkan pantauan di lapangan, hanya sekitar 15% peserta yang berhasil lolos dalam tahap seleksi awal dan mendapatkan panggilan untuk wawancara lebih lanjut. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi banyak pencaker yang datang dengan harapan tinggi.

"Saya sudah mendaftar ke 15 perusahaan tapi baru 3 yang memanggil untuk wawancara," ujar Ahmad, salah satu peserta fresh graduate dari Universitas Indonesia. "Persaingannya sangat ketat, saya melihat banyak peserta lain dengan kualifikasi yang sama bahkan lebih baik."

Fenomena Underemployment dan Kualifikasi Tidak Sesuai

Salah satu penyebab utama kesulitan mencari kerja adalah fenomena underemployment, di mana para pekerja terpaksa bekerja di posisi yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau keahlian mereka. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa angka underemployment di Indonesia masih cukup tinggi, mencapai 8,7% pada kuartal pertama tahun ini.

Sementara itu, banyak perusahaan yang merasa kesulitan menemukan kandidat dengan kualifikasi yang tepat. "Kami mencari kandidat yang memiliki kemampuan teknis dan soft skill sekaligus, ternyata sulit menemukannya," kata Sarah, HR Manager dari salah satu perusahaan teknologi yang berpartisipasi dalam job fair.

Peran Teknologi dan Persaingan Global

Perkembangan teknologi juga turut memengaruhi dinamika pasar kerja. Beberapa posisi yang sebelumnya banyak dibutuhkan kini mulai digantikan otomatisasi atau kecerdasan buatan. Di sisi lain, persaingan tidak hanya datang dari dalam negeri melainkan juga dari kandidat internasional yang memiliki keunggulan dalam beberapa sektor.

Industri kreatif dan digital misalnya, menjadi sektor yang menjanjikan namun juga persaingannya sangat ketat. "Kandidat harus tidak hanya memiliki portofolio yang kuat, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat," menurut Budi, seorang profesional di bidang desain digital.

Harapan untuk Masa Depan

Meski menghadapi berbagai tantangan, para ahli optimis bahwa pasar kerja Indonesia akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Menteri Ketenagakerjaan menyatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi.

"Kami juga mendorong kolaborasi antara dunia usaha dan institusi pendidikan untuk memastikan kurikulum yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan industri," jelas Menteri tersebut. "Dengan cara ini, diharapkan para lulusan akan memiliki keahlian yang relevan dan mudah diterima di pasar kerja."

Sementara itu, bagi para pencaker, tantangannya tetap bagaimana mempersiapkan diri secara optimal dalam menghadapi persaingan yang semakin sengit. Mengembangkan keahlian spesifik, memperluas jaringan profesional, dan meningkatkan kemampuan adaptasi menjadi kunci untuk meraih kesuksesan di dunia kerja yang terus berubah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter