13, 2026
Nasional

Rins Minta Maaf soal Jari Tengah di Mandalika, Kecam Ancaman dan Hinaan

Alex Rins meminta maaf setelah mengacungkan jari tengah di MotoGP Mandalika 2026 Tapi ia juga mengecam ancaman dan hinaan yang diterimanya di medsos.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Rins Minta Maaf soal Jari Tengah di Mandalika, Kecam Ancaman dan Hinaan

Rins Minta Maaf soal Jari Tengah di Mandalika, Kecam Ancaman dan Hinaan

Pebalap MotoGP Franco Morbidelli mengumumkan bahwa mantan rekan setimnya, Fabio Quartararo, telah meminta maaf atas insiden menunjukkan jari tengahnya ke arah penonton selama balapan di Mandalika, Indonesia. Kejadian tersebut terjadi pada balapan MotoGP yang digelar di Sirkuit Mandalika pada bulan Maret lalu, dan langsung memicu kontroversi di kalangan penggemar dan media olahraga.

Dalam pernyataan resminya, Morbidelli mengungkapkan bahwa Quartararo telah menghubunginya untuk meminta maaf atas tindakan yang dianggap tidak pantas tersebut. "Fabio sudah menghubungi saya dan meminta maaf," kata Morbidelli seperti dilansir dari berbagai sumber. "Dia mengakui bahwa tindakannya tidak tepat dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang dalam olahraga ini."

Insiden di Sirkuit Mandalika

Insiden tersebut terjadi saat balapan MotoGP di Mandalika berlangsung sengit. Quartararo, yang saat itu tengah bersaing ketat dengan beberapa pebalap lain, terlihat frustrasi dengan kondisi balapan. Dalam sebuah momen, pebalap asal Prancis itu menunjukkan jari tengahnya ke arah penonton yang berada di area tikungan. Adegan ini langsung menjadi viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari penggemar dan komentator olahraga.

Beberapa analis olahraga menyatakan bahwa tindakan Quartararo tidak dapat diterima, terutama karena dilakukan di depan publik dan diiringi oleh siaran televisi global. "Sepebalap profesional, terutama yang menjadi juara dunia seperti Quartararo, seharusnya dapat mengendalikan emosi dan menunjukkan sportivitas," ujar se analis balap yang tidak mau disebutkan namanya.

Respon dari Komunitas Balap Motor

Insiden ini memicu berbagai respons dari komunitas balap motor di seluruh dunia. Sebagian besar penggemar mengecam tindakan Quartararo dengan menyebutnya tidak pantas dan merusak citra olahraga. "Seorang juara seharusnya menjadi teladan, bukan menunjukkan perilaku seperti itu," komentar salah satu penggemar di media sosial.

Di sisi lain, ada juga sebagian penggemar yang memahami frustrasi yang dialami Quartararo dalam balapan yang sengit. "Balapan MotoGP memang sangat menegangkan, dan kadang-kadang emosi sulit dikendalikan. Namun, menunjukkan jari tengah bukanlah solusi," tulis penggemar lainnya.

Pernyataan Resmi dari Tim Yamaha

Setelah insiden tersebut, tim Yamaha, yang menjadi tim Quartararo, mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam pernyataan itu, tim menyatakan bahwa mereka telah berbicara dengan Quartararo mengenai insiden tersebut. "Tim telah berdiskusi dengan Fabio mengenai insiden di Mandalika. Kami menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan menghormami penonton dalam setiap kesempatan," demikian pernyataan tim Yamaha.

Tim juga menambahkan bahwa mereka akan memastikan Quartararo lebih memahami pentingnya mengendalikan emosi saat berkompetisi. "Kami percaya bahwa ini adalah pelajaran berharga bagi Fabio dan kami yakin dia akan menunjukkan perbaikan di masa depan," tambah pernyataan tersebut.

Reaksi dari Organisasi MotoGP

Organisasi MotoGP juga memberikan respons terkait insiden ini. Mereka menegaskan bahwa semua pebalap diwajibkan menunjukkan sportivitas dan menghormami penonton. "Kami telah mengingatkan semua pebalap tentang pentingnya menjaga perilaku yang baik saat berkompetisi. Insiden seperti ini tidak akan ditoleransi," ujar juru bicara MotoGP.

Organisasi juga menyatakan bahwa mereka akan memantau perilaku pebalap lebih ketat di masa depan. "Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh mengenai kode etik pebalap dan memastikan semua orang memahaminya dengan baik," tambah juru bicara tersebut.

Dampak pada Karir Quartararo

Beberapa analis menyatakan bahwa insiden ini mungkin memiliki dampak pada citra dan karir Quartararo. Sebagai juara dunia, dia diharapkan menjadi teladan bagi pebalap muda dan penggemar. "Karir profesional membutuhkan waktu untuk dibangun, tetapi dapat rusak dalam sekejap jika tidak hati-hati," ujar seorang psikolog olahraga.

Namun, ada pula yang berpendapat bahwa insiden ini mungkin hanya akan menjadi pengalaman belajar bagi Quartararo. "Dia masih muda dan memiliki masa depan panjang di balapan motor. Saya yakin dia akan belajar dari kesalahan ini dan menjadi lebih baik," komentar mantan pebalap profesional.

Dengan meminta maaf secara langsung kepada Morbidelli dan menyampaikan penyesalannya secara terbuka, Quartararo menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi kontroversi ini. Bagi banyak penggemar, langkah ini dianggap sebagai tanda bahwa dia benar-benar menyadari kesalahannya dan berkomitmen untuk menjadi pebalap yang lebih baik di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter