06, 2026
Olahraga

Rizky Ridho Panik Asnawi Ledek Kekalahan Thailand dari Timnas Indonesia: Awas Dibegal Lu

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/06/6ac4da3264402-asnawi-dan-rizky-ridho_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ketegangan Pasca Laga Timnas Indonesia vs Thailand

Duel antara Timnas Indonesia dan Thailand dalam ajang beregu putra bulu tangkis Asia Mixed Team Championship 2025 di Qingdao, China, menyisakan cerita di luar lapangan. Kemenangan dramatis Indonesia atas Thailand dengan skor 3-2 membuat suasana semakin memanas, terutama setelah pemain timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, melontarkan sindiran kepada kubu Thailand melalui unggahan di media sosial. Sindiran tersebut berbuntut panjang hingga menyeret nama bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, yang dinilai menunjukkan reaksi panik.

Peristiwa ini bermula dari kemenangan Indonesia pada laga yang berlangsung sengit. Kemenangan tersebut memicu euforia di kalangan pemain dan pendukung Indonesia, tidak terkecuali Asnawi. Melalui akun media sosialnya, Asnawi mengunggah komentar bernada mengejek kekalahan Thailand. Unggahan itu dengan cepat viral dan memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk dari para penggemar sepak bola di kawasan Asia Tenggara.

Asnawi, yang dikenal sebagai pemain dengan karakter kuat dan sering menyuarakan pendapatnya, kali ini menyasar langsung kubu Thailand. Dalam unggahannya, ia menyinggung soal kekalahan dan menyindir dengan gaya bahasa khas anak muda. Namun, hal yang menjadi sorotan bukan hanya sindiran itu sendiri, melainkan tanggapan dari rekan setimnya, Rizky Ridho, yang dinilai berlebihan.

Reaksi Rizky Ridho dan Respons Publik

Menurut sejumlah tangkapan layar yang beredar, Rizky Ridho disebut-sebut terlihat panik setelah Asnawi melontarkan sindiran tersebut. Ridho disebut berusaha menenangkan situasi dan meminta Asnawi berhati-hati. Ada pula narasi yang menyebut Ridho mengingatkan Asnawi agar tidak memperkeruh keadaan, dengan kalimat yang kemudian menjadi bahan perbincangan, yakni peringatan agar tidak "dibegal" saat berada di Thailand.

Kata "dibegal" dalam konteks ini menjadi viral dan memicu beragam tafsir. Sebagian warganet menganggapnya sebagai lelucon yang berlebihan, sementara sebagian lain menilai itu sebagai bentuk kekhawatiran yang wajar mengingat rivalitas Indonesia-Thailand di dunia sepak bola kawasan cukup tinggi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Rizky Ridho maupun Asnawi Mangkualam terkait isi percakapan yang beredar.

Yang jelas, dinamika di media sosial ini menunjukkan bagaimana rivalitas di lapangan kerap merembet ke ranah digital. Para pemain, yang seharusnya fokus pada pertandingan, turut menjadi pusat perhatian karena perilaku di dunia maya. Pengamat sepak bola menilai hal ini sebagai konsekuensi dari era digital, di mana setiap unggahan pemain dapat dengan cepat menjadi konsumsi publik dan memicu polemik.

Sementara itu, pihak federasi belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Pelatih dan ofisial timnas Indonesia memilih untuk tidak mengomentari perdebatan di media sosial dan lebih menekankan pentingnya menjaga fokus menjelang laga-laga berikutnya. Mereka menegaskan bahwa konsentrasi utama adalah pada performa di lapangan, bukan pada drama di luar pertandingan.

Dampak pada Citra Timnas dan Persiapan Selanjutnya

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang pengelolaan media sosial para pemain timnas. Sejumlah pengamat menyarankan agar pemain lebih bijak dalam menggunakan platform digital, terutama saat berhadapan dengan rival yang sensitif. Mereka mengingatkan bahwa sikap pemain dapat mempengaruhi citra tim dan memicu ketegangan yang tidak perlu.

Di sisi lain, para pendukung Indonesia terbelah dalam menyikapi hal ini. Ada yang mendukung sikap Asnawi sebagai bentuk ekspresi kebanggaan, tetapi ada pula yang menilai sindiran tersebut tidak perlu dan bisa memicu konflik. Begitu pula dengan reaksi Rizky Ridho, yang sebagian dianggap sebagai bentuk kepemimpinan dan kepedulian terhadap rekan setimnya, sementara sebagian lain menilainya sebagai sikap berlebihan.

Yang pasti, rivalitas Indonesia dan Thailand di sepak bola Asia Tenggara bukan hal baru. Kedua tim sering bertemu dalam berbagai ajang, mulai dari Piala AFF hingga kualifikasi Piala Dunia. Setiap pertemuan selalu menyajikan tensi tinggi, baik di lapangan maupun di luar lapangan. Insiden seperti ini hanya menambah panjang daftar dinamika hubungan kedua negara di dunia sepak bola.

Bagi timnas Indonesia, fokus saat ini seharusnya tertuju pada persiapan menghadapi pertandingan berikutnya. Pelatih dan staf pelatih diharapkan mampu menjaga keharmonisan tim serta memastikan para pemain tetap berada dalam jalur yang benar. Pengalaman dari insiden ini bisa menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga sikap, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Sampai berita ini ditulis, belum ada tindakan lanjutan dari pihak berwenang terkait unggahan dan percakapan yang beredar. Publik menantikan klarifikasi dari para pemain yang terlibat, agar situasi tidak semakin memanas. Namun, yang terpenting, semangat sportivitas dan profesionalisme harus tetap dijunjung tinggi demi kemajuan sepak bola nasional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter