20, 2026
Olahraga

Sassuolo Menderita Tanpa Jay Idzes

Performa Sassuolo menukik sejak absennya Jay Idzes akibat cedera. I Neroverdi belum menang lagi di Serie A semenjak ditinggal kapten Timnas Indonesia itu.]]>

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sassuolo Menderita Tanpa Jay Idzes

Kekalahan demi kekalahan yang menimpa Sassuolo dalam beberapa pekan terakhir memunculkan satu benang merah yang sulit dibantah: absennya Jay Idzes di jantung pertahanan. Bek tengah asal Indonesia itu selama ini menjadi tumpuan utama lini belakang Neroverdi, dan sejak ia tidak berada di lapangan, struktur pertahanan tim kehilangan keseimbangan yang selama ini menjadi ciri permainan mereka.

Persoalan bukan sekadar soal kehilangan satu pemain. Sassuolo dibangun dengan pendekatan yang sangat bergantung pada kemampuan bek tengah membaca ruang, memenangkan duel udara, dan memulai serangan dari belakang. Jay Idzes memenuhi ketiga syarat itu sekaligus. Tanpa dirinya, rantai permainan dari lini belakang ke tengah lapangan terputus, dan beban yang seharusnya dibagi merata justru menumpuk pada satu-dua pemain saja.

Retaknya Struktur Pertahanan

Dalam sejumlah pertandingan terakhir, Sassuolo tampak kesulitan menjaga jarak antarlini. Celah di antara bek tengah dan bek sayap kerap terbuka, terutama ketika lawan melakukan serangan balik cepat. Masalah ini sebenarnya sudah muncul sejak awal musim, tetapi intensitasnya meningkat drastis ketika sosok yang biasa menutup ruang tersebut tidak tersedia.

Data penguasaan bola Sassuolo juga menunjukkan pergeseran. Ketika Jay Idzes bermain, tim cenderung lebih tenang menguasai bola di area sendiri dan berani menekan lebih tinggi. Tanpa kehadirannya, garis pertahanan turun beberapa meter lebih dalam, sehingga jarak ke lini tengah melebar dan lawan mendapat ruang lebih luas untuk mengembangkan permainan.

Yang paling terasa adalah aspek duel udara. Idzes dikenal agresif dalam menyapu bola-bola panjang dan cukup dominan dalam situasi bola mati. Ketika ia absen, Sassuolo beberapa kali kehilangan momentum di kotak penalti sendiri, baik saat menghadapi sepak pojok maupun tendangan bebas. Gol-gol yang tercipta dari situasi semacam itu menjadi bukti paling kasatmata dari hilangnya sosok pengawal area.

Dampak pada Build-Up

Selain bertahan, peran Idzes dalam membangun serangan sering luput dari perhatian. Ia bukan tipe bek yang sekadar menyapu bola ke depan. Umpan-umpan diagonalnya ke sayap, serta keberaniannya membawa bola melewati lini pertama tekanan lawan, menjadi awal dari banyak serangan Sassuolo. Kemampuan itu membuat tim bisa melewati pressing tanpa harus selalu mengandalkan gelandang bertahan.

Tanpa Idzes, pola tersebut berubah menjadi lebih monoton. Bola lebih sering diputar ke samping, tempo melambat, dan lawan mendapat waktu untuk kembali ke posisi bertahan. Akibatnya, Sassuolo kesulitan menciptakan peluang dari permainan terbuka dan lebih bergantung pada situasi bola mati atau kesalahan individu lawan.

Opsi yang Tersedia

Pelatih Sassuolo sebenarnya memiliki beberapa alternatif. Sejumlah bek muda bisa dipasang mendampingi bek senior yang tersisa, dengan konsekuensi hilangnya pengalaman di lini belakang. Pilihan lain adalah mengubah formasi menjadi tiga bek, tetapi skema itu menuntut pemahaman taktis yang belum tentu sudah dikuasai seluruh pemain.

Uji coba di sesi latihan dilaporkan mengarah pada dua kemungkinan: mempertahankan empat bek dengan komposisi baru, atau menurunkan seorang gelandang bertahan sebagai pelapis tambahan di depan pertahanan. Kedua opsi memiliki risiko masing-masing. Opsi pertama mempertahankan keseimbangan formasi tetapi meninggalkan celah kualitas, sedangkan opsi kedua menambah kekuatan di lini tengah dengan mengorbankan daya gedor.

Tekanan Jadwal Padat

Masalah ini datang pada waktu yang tidak menguntungkan. Jadwal pertandingan yang padat membuat rotasi hampir tidak terhindarkan, sementara kedalaman skuad di posisi bek tengah tidak cukup memadai untuk bersaing di level tertinggi. Setiap kesalahan kecil di lini belakang langsung berujung pada gol, dan itu membuat kepercayaan diri pemain menurun dari pekan ke pekan.

Di sisi lain, absennya Idzes juga membuka ruang bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan. Beberapa di antaranya mencatat penampilan pertama dan memperlihatkan potensi, meski masih jauh dari kata stabil. Pengalaman bertanding di level ini bisa menjadi modal berharga bagi mereka dalam jangka panjang.

Kembalinya Sang Pengawal

Kabar mengenai kondisi Jay Idzes menjadi hal yang paling ditunggu publik Sassuolo. Kembalinya ia ke starting eleven diperkirakan tidak hanya memperbaiki aspek pertahanan, tetapi juga mengembalikan identitas permainan tim. Dengan bek tengah yang percaya diri membawa bola dan akurat dalam distribusi, Sassuolo bisa kembali menekan lebih tinggi dan menguasai pertandingan sesuai keinginan pelatih.

Namun, mengandalkan satu pemain untuk menyelesaikan seluruh masalah bukanlah solusi sehat. Manajemen Sassuolo perlu mempertimbangkan penambahan pemain di posisi bek tengah pada jendela transfer berikutnya, agar ketergantungan pada satu individu tidak lagi menjadi titik lemah yang mudah dieksploitasi lawan. Selama persoalan kedalaman skuad belum dijawab, Sassuolo akan terus rentan setiap kali pemain kuncinya tidak tersedia.

Hingga saat itu tiba, tugas pelatih adalah meracik komposisi yang mampu menutupi kekurangan tanpa mengubah filosofi permainan secara radikal. Hasil dalam beberapa laga ke depan akan menjadi ujian nyata, seberapa besar nilai Jay Idzes bagi Sassuolo dan seberapa siap tim ini bertahan tanpa dirinya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter