03, 2026
Nasional

Sebelum Jabat Kapolri, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy di Era 80-an, Begini Penampilannya

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/01/6abe829bcbfd0-kapolri-suyudi-ario-seto-sekarang-dan-potret-jadulnya_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Nama Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mencuat ke publik menjelang pelantikannya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Namun, di balik jejak kariernya di institusi kepolisian, tersimpan fakta menarik yang jarang diketahui banyak orang: pria kelahiran era 1960-an itu ternyata pernah menjadi model sampul atau cover boy pada dekade 1980-an.

Jejak Masa Muda di Dunia Model

Potret jadul Suyudi Ario Seto ketika masih berusia muda belia beredar luas di ruang digital menjelang pelantikannya. Dalam foto tersebut, ia tampil dengan gaya khas anak muda era 80-an, lengkap dengan tatanan rambut yang menjadi tren masa itu. Penampilannya sebagai model sampul majalah menunjukkan bahwa sebelum dikenal sebagai perwira tinggi Polri, ia sempat menekuni dunia modeling.

Karier sebagai cover boy pada era tersebut bukanlah hal yang umum bagi seseorang yang kemudian berkarier di lingkungan militer atau kepolisian. Namun, jejak itu justru memperlihatkan sisi lain dari perjalanan hidup Suyudi sebelum ia menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol).

Perjalanan Karier di Korps Bhayangkara

Setelah menyelesaikan pendidikan kepolisian, Suyudi Ario Seto meniti karier dari pangkat paling bawah hingga akhirnya dipercaya menduduki posisi tertinggi di institusi Polri. Berbagai jabatan strategis pernah ia emban, mulai dari level wilayah hingga posisi di lingkungan Markas Besar Polri.

Penunjukannya sebagai calon Kapolri menjadi puncak dari perjalanan panjang tersebut. Publik kemudian menaruh perhatian besar pada rekam jejaknya, termasuk latar belakang kehidupan sebelum berkarier di institusi negara.

Fenomena Cover Boy Era 1980-an

Pada dekade 1980-an, menjadi model sampul majalah merupakan pencapaian tersendiri bagi kalangan muda. Majalah remaja dan majalah keluarga saat itu menjadi media populer yang kerap menampilkan wajah-wajah baru. Mereka yang terpilih sebagai cover boy umumnya memiliki penampilan menarik dan dianggap mewakili gaya anak muda masa itu.

Industri media cetak di era tersebut memang mengalami masa kejayaan. Majalah menjadi salah satu sumber hiburan utama sebelum kehadiran internet dan media sosial. Menjadi model sampul berarti memperoleh eksposur yang cukup luas di kalangan pembaca.

Perhatian Publik dan Reaksi Warganet

Beredarnya foto masa muda Suyudi Ario Seto memicu beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang mengaku terkejut karena tidak menyangka sosoknya pernah berkecimpung di dunia model. Sebagian lainnya menilai fakta tersebut justru menambah daya tarik tersendiri bagi sosok calon orang nomor satu di Polri itu.

Meski demikian, sejumlah pengamat mengingatkan agar publik tidak hanya terpaku pada sisi sensasional semata. Menurut mereka, yang jauh lebih penting adalah menilai kapasitas, integritas, dan rekam jejak profesional seorang calon Kapolri dalam menjalankan tugasnya.

Fokus pada Tugas dan Tanggung Jawab

Terlepas dari sorotan terhadap masa lalunya, Suyudi Ario Seto kini dihadapkan pada tugas besar memimpin institusi Polri. Tantangan yang menanti antara lain menjaga stabilitas keamanan nasional, memperkuat profesionalisme anggota, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Berbagai agenda reformasi internal, penegakan hukum yang berkeadilan, dan pemberantasan praktik korupsi di tubuh Polri menjadi pekerjaan rumah yang menuntut perhatian serius. Publik tentu berharap kepemimpinan baru mampu membawa perubahan positif bagi institusi Korps Bhayangkara.

Dinamika Citra Pejabat Publik

Kisah masa lalu seorang pejabat publik kerap menjadi bahan perbincangan hangat di ruang publik. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan media sosial yang membuat informasi apa pun mudah menyebar dan diakses. Fenomena tersebut menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pejabat dalam menjaga citra dan kredibilitas.

Namun, di sisi lain, keterbukaan informasi juga memberi ruang bagi publik untuk mengenal sosok pemimpin secara lebih utuh. Sisi kemanusiaan seorang pejabat, termasuk pengalaman masa mudanya, dapat menjadi jembatan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.

Bagi Suyudi Ario Seto, pengalaman sebagai cover boy di era 80-an barangkali hanya secuil episode dari perjalanan hidupnya. Yang terpenting kini adalah bagaimana ia menjalankan amanah sebagai pemimpin tertinggi Polri dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter