30, 2026
Nasional

Selain Dinas PUPR Muara Enim, KPK Geledah Rumah Tersangka Kasus Bupati Edison

Selain di dua lokasi tersebut, ada dua lokasi lainnya yang turut ikut digeledah oleh penyidik.]]>

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Selain Dinas PUPR Muara Enim, KPK Geledah Rumah Tersangka Kasus Bupati Edison

KPK Geledah Rumah Tersangka Kasus Bupati Edison Selain Dinas PUPR Muara Enim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan penggeledahan di beberapa lokasi terkait kasus dugaan korupsi proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Sumatera Selatan. Selain kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muara Enim, tim penyidik KPK juga menggeledah rumah tersangka Bupati Muara Enim Edison, S.H., M.Si.

Penggeledahan ini dilakukan oleh tim penyidik KPK pada Rabu (15/3/2023) dini hari. Selain rumah dinas Bupati Edison, tim juga menggeledah rumah pribadi tersangka lainnya serta kantor Dinas PUPR Muara Enim. Sumber di KPK mengatakan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Target Penyidikan

Kasus ini terkait dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jana di lingkungan Pemkab Muara Enim sejak tahun 2020 hingga 2022. Penyidik KPK menduga adanya kerugian negara mencapai puluhan miliar rupiah. Selain Bupati Edison, KPK juga menyebut beberapa pejabat di Pemkab Muara Enim sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Penyidikan ini masih berlangsung dan kami sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk melengkapi berkas perkara," kata Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (16/3/2023).

Reaksi Pemerintah Daerah

Penggeledahan yang dilakukan KPK ini membuat sejumlah pihak terkait memberikan reaksi. Pemerintah Daerah Muara Enim mengaku akan mendukung sepenuhnya proses hukum yang berjalan. "Kami mendukung tindakan KPK dalam memberantas praktik korupsi. Pemerintah Daerah Muara Enim komitmen untuk memberantas segala bentuk penyimpangan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, H. Zulkifli.

Sementara itu, fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muara Enim juga meminta agar KPK segera menyelesaikan penyidikan kasus ini. "Kami menyerahkan sepenuhnya pada KPK untuk menyelesaikan kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Ketua Komisi II DPRD Muara Enim, H. Syamsul Bahri.

Tanggapan Tersangka

Bupati Edison, yang saat ini masih menjabat, mengaku bersedia membantu penyidik KPK. "Saya siap membantu penyidik KPK dalam penyidikan ini. Saya juga akan mengikuti panggilan penyidik jika ada," kata Edison saat dihubungi wartawan.

Edison menegarkan dirinya tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati Muara Enim meski menjadi tersangka dalam kasus ini. "Saya masih fokus menjalankan tugas sebagai Bupati Muara Enim hingga masa jabatan berakhir," ujarnya.

Kronologi Penyidikan

Penyidikan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang menyebut adanya indikasi korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di Pemkab Muara Enim. Setelah menerima laporan tersebut, KPK melakukan penyelidikan awal dan menemukan adanya indikasi kerugian negara yang cukup besar.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, KPK kemudian menetapkan beberapa pejabat di Pemkab Muara Enim sebagai tersangka, termasuk Bupati Edison. Penyidik KPK pun kemudian melakukan penggeledahan di beberapa lokasi untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan.

Proses Selanjutnya

Sesuai dengan prosedur, setelah penggeledahan selesai, tim penyidik KPK akan menganalisis semua barang bukti yang berhasil disita. Selanjutnya, penyidik akan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan. "Kami akan terus bekerja keras untuk menyelesaikan kasus ini," kata Ali Fikri.

KPK juga berencana untuk menggelar gelar perkara untuk menetapkan status tersangka dalam kasus ini. "Semua akan kami lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku," tambahnya.

Dengan adanya kasus ini, KPK kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik korupsi di berbagai level. Kasus di Muara Enim ini menjadi salah satu dari banyak kasus yang sedang ditangani oleh KPK di berbagai daerah di Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter