Timnas Spanyol membuka perjalanannya di Grup B dengan kemenangan meyakinkan atas Kroasia. Laga yang digelar di Stadion Olimpiade Berlin itu berakhir dengan skor 4-1 untuk La Furia Roja. Lamine Yamal menjadi bintang utama setelah mencetak dua gol, sementara dua gol lainnya disumbangkan oleh Alvaro Morata dan Fabian Ruiz.
Kemenangan ini menempatkan Spanyol di puncak klasemen sementara Grup B dengan tiga poin, unggul selisih gol atas Italia yang sebelumnya mengalahkan Albania. Kroasia untuk sementara berada di posisi ketiga tanpa poin dan harus segera bangkit pada pertandingan berikutnya jika ingin menjaga peluang lolos ke babak gugur.
Jalannya Pertandingan
Spanyol mengambil inisiatif sejak menit awal. Tekanan tinggi yang diterapkan lini tengah Spanyol menyulitkan Kroasia untuk membangun serangan dari belakang. Peluang pertama tercipta pada menit keenam melalui sepakan Fabian Ruiz dari luar kotak penalti, namun masih dapat diamankan kiper Dominik Livakovic.
Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-29. Umpan terobosan Fabian Ruiz dimanfaatkan Alvaro Morata yang berhasil melewati jebakan offside sebelum menaklukkan Livakovic dengan sepakan mendatar ke sudut kanan gawang. Keunggulan 1-0 membuat Spanyol semakin percaya diri menguasai pertandingan.
Hanya tiga menit berselang, Spanyol menggandakan keunggulan. Fabian Ruiz kembali menjadi kreator, kali ini bekerja sama dengan Pedri sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang tidak mampu dijangkau Livakovic. Skor berubah menjadi 2-0 pada menit ke-32.
Kroasia berusaha merespons melalui Luka Modric dan Mateo Kovacic. Namun, rapatnya pertahanan Spanyol yang dikomandoi Le Normand dan Nacho membuat peluang Kroasia selalu kandas. Pada menit ke-45+2, Spanyol menambah keunggulan melalui Lamine Yamal yang memanfaatkan umpan silang Dani Carvajal. Babak pertama ditutup dengan skor 3-0.
Babak Kedua dan Reaksi Kroasia
Memasuki babak kedua, pelatih Kroasia Zlatko Dalic melakukan perubahan dengan memasukkan Ivan Perisic dan Mario Pasalic. Perubahan itu sempat membawa angin segar. Kroasia lebih agresif menyerang dan berhasil memperkecil kedudukan pada menit ke-58 melalui sundulan Ivan Perisic yang memanfaatkan umpan silang Josip Stanisic. Skor menjadi 3-1.
Namun, momentum Kroasia tidak berlangsung lama. Spanyol kembali mengendalikan permainan melalui penguasaan bola yang sabar. Pelatih Luis de la Fuente memasukkan Mikel Oyarzabal dan Nico Williams untuk menjaga intensitas serangan. Pergantian itu berbuah manis pada menit ke-78 ketika Lamine Yamal kembali mencatatkan namanya di papan skor. Pemain berusia 16 tahun itu melepaskan tembakan melengkung dari sisi kanan kotak penalti yang gagal diantisipasi Livakovic. Skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini menjadi kemenangan terbesar Spanyol atas Kroasia dalam beberapa tahun terakhir. Kroasia, yang dikenal sebagai tim tangguh di kompetisi major, harus mengakui keunggulan lawan pada laga pembuka ini. Bagi Spanyol, hasil ini menjadi modal berharga sebelum menghadapi Italia pada pertandingan kedua.
Statistik dan Catatan Penting
Spanyol mendominasi penguasaan bola dengan persentase mencapai 54 persen. Tim Matador juga mencatatkan 15 tembakan, dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Kroasia hanya mampu melepaskan sembilan tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran. Dari sisi akurasi umpan, Spanyol mencatatkan 89 persen, lebih tinggi dibanding Kroasia yang berada di angka 85 persen.
Lamine Yamal menjadi pemain termuda yang mencetak dua gol dalam satu pertandingan putaran final Piala Eropa. Rekor tersebut sebelumnya dipegang oleh beberapa pemain senior. Penampilan Yamal mendapat pujian luas, termasuk dari pelatih lawan yang menyebutnya sebagai talenta luar biasa.
Fabian Ruiz terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan dengan satu gol dan satu assist. Kontribusinya di lini tengah sangat besar dalam mengatur ritme permainan Spanyol. Sementara itu, Alvaro Morata menambah koleksi golnya di turnamen major dan menegaskan posisinya sebagai ujung tombak utama La Furia Roja.
Dampak bagi Kedua Tim
Bagi Spanyol, kemenangan ini memperkuat posisi mereka sebagai salah satu kandidat juara. Kombinasi pemain muda dan senior berjalan seimbang. Luis de la Fuente dinilai berhasil meramu skuad yang solid dengan gaya permainan menyerang yang efektif.
Kroasia menghadapi situasi sulit. Kekalahan telak ini menuntut mereka meraih hasil positif pada dua pertandingan tersisa melawan Albania dan Italia. Zlatko Dalic menyatakan timnya harus segera melakukan evaluasi, terutama dalam hal transisi bertahan dan efektivitas serangan. Ia menegaskan tidak ada waktu untuk larut dalam kekecewaan karena kompetisi masih panjang.
Laga berikutnya di Grup B akan mempertemukan Kroasia dengan Albania, sementara Spanyol menghadapi Italia. Pertandingan tersebut diprediksi berlangsung ketat mengingat kualitas kedua tim. Publik sepak bola Eropa menanti apakah Spanyol mampu mempertahankan performa impresifnya atau justru Kroasia yang bangkit dan membalikkan keadaan.
Komentar (0)