30, 2026
Teknologi

Sport Tourism RI Sumbang Rp39,5 T ke Ekonomi, MotoGP Kontribusi Rp5 T

Erick Thohir mengungkapkan potensi ekonomi dari sport tourism atau pariwisata olah raga di Indonesia mencapai Rp39,5 triliun.]]>

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sport Tourism RI Sumbang Rp39,5 T ke Ekonomi, MotoGP Kontribusi Rp5 T

Pemerintah mencatat sektor sport tourism atau wisata olahraga di Indonesia sepanjang musim 2024–2025 menyumbang 39,5 triliun rupiah terhadap perekonomian nasional, dengan penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi kontributor terbesar tunggal senilai 5 triliun rupiah.

Demikian disampaikan dalam paparan evaluasi penyelenggaraan event olahraga internasional yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama sejumlah pemangku kepentingan, Selasa (18/2/2025).

Dalam pemaparan tersebut disebutkan, perhitungan nilai ekonomi sport tourism dilakukan dengan menggabungkan belanja wisatawan lokal dan mancanegara, belanja penyelenggara, belanja peserta, belanja sponsor, multiplicasi aktivitas UMKM, serta belanja pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung penyelenggaraan agenda nasional maupun internasional.

Kontribusi MotoGP Rp5 Triliun

MotoGP seri Indonesia di Sirkuit Mandalika tercatat menyumbang 5 triliun rupiah terhadap perekonomian nasional. Capaian itu meliputi dampak langsung dari kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, okupansi perhotelan di kawasan Mandalika dan sekitarnya, hingga belanja pelaku UMKM di sektor kuliner, suvenir, dan jasa transportasi.

“Kegiatan sport tourism menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang nyata, bukan hanya di kawasan sekitar sirkuit tetapi juga di daerah-daerah penyangga,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam sambutannya seperti dikutip dari siaran pers kementerian.

Sementara itu, sejumlah event lain dilaporkan memberi sumbangan signifikan, mulai dari World Superbike, ajang balap sepeda internasional, kejuaraan lari maraton, triatlon, hingga turnamen bulu tangkis dan basket internasional. Kegiatan-kegiatan tersebut disebut menopang target kunjungan wisatawan mancanegara di luar destinasi utama Bali dan Jakarta.

Dampak Multiplier ke UMKM dan Daerah

Dari total 39,5 triliun rupiah tersebut, sekitar 40 persen di antaranya dilaporkan mengalir ke sektor UMKM yang bergerak di bidang kuliner, akomodasi non-hotel, transportasi lokal, penyewaan peralatan, serta jasa kreatif. Kawasan Mandalika, Labuan Bajo, Danau Toba, Borobudur, dan Likupang disebut sebagai penerima manfaat terbesar.

Data dari kementerian menunjukkan rata-rata tingkat hunian hotel di kawasan Mandalika saat gelaran MotoGP melampaui 90 persen, dengan harga kamar mengalami kenaikan dibanding periode biasa. Begitu pula dengan penerbangan langsung ke Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid yang bertambah serta lonjakan jumlah kapal feri dari Bali dan Labuan Bajo.

Selain dampak ekonomi langsung, penyelenggaraan event juga dikaitkan dengan peningkatan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan, penataan kawasan, dan penguatan jaringan telekomunikasi di kawasan strategis pariwisata nasional.

Evaluasi dan Tantangan

Meski demikian, sejumlah catatan muncul dalam evaluasi. Pemerintah menilai masih ada tantangan seperti disparitas dampak antarwilayah, kesiapan tenaga kerja lokal, serta pengelolaan sampah dan lingkungan di area penyelenggaraan. Kementerian juga menyoroti pentingnya kalender event yang berkelanjutan agar tidak terjadi penumpukan agenda dan penurunan minat wisatawan di musim sepi.

“Kita perlu menjaga kualitas penyelenggaraan, kepastian jadwal, dan promosi yang konsisten. Sport tourism bukan hanya soal balapan atau pertandingan, tetapi juga menyangkut citra dan daya saing Indonesia di mata dunia,” kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur.

Sejumlah pengamat pariwisata menilai kontribusi 39,5 triliun rupiah merupakan angka yang positif, namun tetap perlu diuji dengan metodologi yang transparan dan diaudit oleh pihak independen. Mereka mengingatkan bahwa penetapan nilai ekonomi sebaiknya mempertimbangkan biaya oportunitas dan belanja pemerintah agar tidak terjadi overestimasi.

Target Ke Depan

Pemerintah menargetkan sport tourism menyumbang 50 triliun rupiah pada 2026 dengan menambah agenda internasional, termasuk kejuaraan tingkat dunia di cabang atletik, akuatik, dan e-sports. Strategi itu dibarengi dengan penguatan konektivitas, promosi digital, dan pengembangan paket wisata berbasis olahraga di lima destinasi super prioritas.

Dengan capaian saat ini, Indonesia optimistis sport tourism menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional, sejalan dengan target kunjungan 16 juta wisman dan peningkatan peran pariwisata terhadap produk domestik bruto.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter